Sulfadiazine: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

By | November 10, 2019


DokterSehat.Com – Sulfadiazine adalah obat antibakteri untuk melawan bakteri yang menyebabkan beberapa infeksi tertentu. Ketahui sulfadiazine obat apa, manfaat obat sulfadiazine, cara kerja, dosis, efek samping, dll. 

Sulfadiazine Obat Apa?

Sulfadiazine adalah obat untuk melawan bakteri yang menyebabkan beberapa jenis infeksi, seperti infeksi saluran kandung kemih, infeksi telinga, infeksi malaria, toxoplasmosis, dan infeksi lainnya. 

Sulfadiazine terdapat dalam sediaan obat oral atau tablet. Sulfadiazine termasuk dalam golongan obat antibiotik sulfa. Obat sulfadiazine tidak dapat ditujukan untuk infeksi yang berasal dari virus seperti batuk, flu, atau pilek biasa. 

Sementara obat silver sulfadiazine adalah jenis obat topikal atau salep untuk mengatasi luka bakar serius dengan cara mencegah infeksi luka di sekitar kulit. 

Informasi Umum Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah informasi umum obat sulfadiazine, yaitu:

Nama Obat Sulfadiazine
Kandungan Obat Sulfadiazine
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi beberapa infeksi bakteri 
Sediaan Obat Tablet/oral 
Harga Obat Rp4.057/Tablet

Harga obat sulfadiazine mungkin berbeda di setiap apotik. Obat sulfadiazine dijual dengan nama generik obat sulfadiazine. 

Sementara harga salep silver sulfadiazine adalah Rp76.676/salep. Harga salep silver sulfadiazine) mungkin berbeda di berbagai apotik. 

Fungsi Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah fungsi obat sulfadiazine yaitu untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri, seperti: 

  • Infeksi saluran kandung kemih 
  • Infeksi telinga 
  • Meningitis 
  • Malaria
  • Obat kombinasi toksoplasmosis
  • Demam rematik 

Sementara fungsi salep silver sulfadiazine adalah untuk mengobati luka bakar serius. Fungsi obat sulfadiazine mungkin ditujukan untuk pengobatan lain yang diresepkan khusus dari dokter. 

Cara Kerja Obat Sulfadiazine

Cara kerja obat sulfadiazine adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan organisme lain yang menyebabkan infeksi semakin menyebar. 

Sementara cara kerja salep silver sulfadiazine adalah dengan menekan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di luka bakar yang terbuka, yang dapat menjadi infeksi darah serius. 

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri?

Dosis Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah panduan umum dosis obat sulfadiazine, yaitu: 

1. Mengatasi Bakteri 

Dosis sulfadiazine untuk mengatasi infeksi bakteri adalah: 

  • Dewasa: Dosis awal 2-4 gram sulfadiazine tablet. Umumnya, dosis sulfadiazine akan ditambah 2-4 gram per hari yang dibagi dalam 3-6 kali dosis. 
  • Anak: Dosis awal 0,075 g/kgBB sulfadiazine tablet. Umumnya, dosis sulfadiazine akan ditambah 0,150 g/kgBB per hari yang dibagi dalam 3-6 kali dosis. 

Dosis sulfadiazine maksimal adalah 6 gram per hari dengan pengobatan maksimal selama 7 hari. 

2. Mengatasi Toksoplasma

Toksoplasma plasma adalah penyakit dari parasit yang menyebabkan penyakit infeksi yang menyerang otak, otot, jantung hingga gangguan kehamilan. 

Dosis sulfadiazine sebagai obat kombinasi untuk mengatasi toksoplasma pada dewasa adalah 4-6 gram sulfadiazine tablet yang dibagi dalam 4 kali dosis. Obat sulfadiazine akan dikombinasikan dengan obat pirimetamin. Umumnya, dokter akan memberi dosis sulfadiazine lanjutan sesuai kadar dan waktu yang ditentukan. 

Perawatan dengan obat sulfadiazine kombinasi dilakukan selama 6 minggu yang harus diikuti dengan terapi supresif kronis.

3. Mencegah Demam Rematik 

Demam rematik adalah penyakit komplikasi peradangan yang disebabkan oleh radang tenggorokan. Dosis sulfadiazine untuk mencegah demam rematik pada dewasa adalah 1 gram sulfadiazine tablet per hari. 

4. Dosis Salep Silver Sulfadiazine untuk Luka Bakar 

Dosis silver sulfadiazine untuk mengatasi luka bakar adalah dengan mengolesi salep secara merata pada area luka sekitar 1-2 kali per hari atau seperlunya untuk memastikan luka bakar selalu dibalut dengan salep tersebut.  

Baca Juga: Jenis Luka Bakar, Penanganan, dan Komplikasinya

Interaksi Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah beberapa daftar obat lain yang memiliki interaksi dengan obat sulfadiazine tablet, yaitu:

  • Acetylsalicylic Acid (aspirin)
  • Adrenalin (epinephrine)
  • Daraprim (pyrimethamine)
  • Depakote (divalproex sodium)
  • Diflucan (fluconazole)
  • Fioricet (acetaminophen / butalbital / caffeine)
  • Levothyrox (levothyroxine)
  • lidocaine
  • lithium
  • Mucinex DM (dextromethorphan / guaifenesin)
  • Nasonex (mometasone nasal)
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • pyrimethamine
  • Robaxin-750 (methocarbamol)
  • Stribild (cobicistat / elvitegravir / emtricitabine / tenofovir)
  • sulfadoxine
  • sulfasalazine
  • trimethoprim
  • Vitamin B Complex 100 (multivitamin)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin B6 (pyridoxine)
  • Vitamin C (ascorbic acid)
  • Vitamin K (phytonadione)
  • Vitamin K1 (phytonadione)
  • warfarin
  • Zofran (ondansetron)
  • Zoloft (sertraline)

Informasi ini mungkin tidak memuat semua interaksi obat sulfadiazine. Harap ikuti anjuran dokter dalam mengkonsumsi obat sulfadiazine untuk mengurangi interaksi dengan obat, vitamin, atau suplemen lainnya. 

Baca Juga: 6 Tanda Luka di Tubuh Mengalami Infeksi yang Serius

Efek Samping Sulfadiazine

Berikut ini adalah efek samping sulfadiazine yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Kegelisahan
  • Linglung 
  • Gugup 
  • Perubahan siklus menstruasi bagi wanita 
  • Menurunnya kemampuan seksual pada pria 
  • Pusing 
  • Kulit kering dan bengkak 
  • Kedinginan 
  • Mual dan muntah 
  • Keringat dingin 
  • Wajah pucat 
  • Lemah dan lesu 
  • Penglihatan kabur 
  • Detak jantung cepat 
  • Kejang 
  • Berat badan naik 

Harap minum obat sulfadiazine sesuai dosis dan anjuran dokter untuk mengurangi efek samping sulfadiazine. Bila Anda mengalami gejala efek samping sulfadiazine, harap hentikan dosis dan segera hubungi dokter. 

Peringatan Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah peringatan obat sulfadiazine, yaitu:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi sulfadiazine atau obat sulfa lainnya
  • Hati-hati minum obat sulfadiazine apabila Anda memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, asma, alergi obat parah, dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase. 
  • Penggunaan obat sulfadiazine untuk ibu hamil, menyusui, atau apabila Anda sedang merencanakan kehamilan harus sesuai dengan saran dokter. 
  • Interaksi sulfadiazine sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari.
  • Hanya minum obat sulfadiazine sesuai dengan petunjuk penggunaan dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan dokter. 

Itulah informasi kesehatan tentang sulfadiazine obat apa, fungsi, dosis, cara kerja, interaksi, efek samping, dll. Informasi kesehatan ini mungkin tidak memuat semua informasi tentang obat sulfadiazine yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, karena itu selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda minum obat.

 

 

Sumber: 

  1. Multum, Cerner. 2019. Sulfadiazine. https://www.drugs.com/mtm/sulfadiazine.html. (Diakses pada 10 November 2019).
  2. Medline Plus. 2017. Sulfadiazine. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682130.html. (Diakses pada 10 November 2019).
  3. WebMD. 2019. Silver Sulfadiazine Cream. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13530/silver-sulfadiazine-topical/details. (Diakses pada 10 November 2019).
  4. WebMD. 2019. Sulfadiazine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12253/sulfadiazine-oral/details. (Diakses pada 10 November 2019).





Source link