Sariawan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Sariawan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

[ad_1]

gejala-sariawan-doktersehat

DokterSehat.Com – Sariawan atau stomatis aftora (aphthous stomatitis) adalah luka di dalam mulut yang menyakitkan. Luka yang juga disebut canker sores ini dapat terjadi pada lidah dan pipi bagian dalam, bibir, dan tenggorokan. Tanda dan gejala sariawan biasanya muncul bercak warna putih, abu-abu, atau kuning, dengan batas pinggiran berwarna merah.

Sariawan adalah jenis luka pada mulut yang paling umum, yang menyerang sekitar 20% orang. Stomatis aftora lebih sering diderita wanita daripada pria. Penyakit ini dapat diturunkan dalam anggota keluarga.

Jenis Sariawan

Sariawan dapat terbagi menjadi beberapa jenis, termasuk sariawan minor, mayor, dan herpetiform, berikut penjelasannya:

1. Sariawan Minor

Adalah luka pada mulut yang berukuran antara 3 hingga 10 milimeter dan merupakan jenis sariawan yang paling umum. Luka biasanya akan berlangsung 10 hingga 14 hari dan sembuh tanpa jaringan parut.

2. Sariawan Mayor

Adalah luka yang lebih besar dan lebih dalam dari sariawan minor, memiliki batas tidak beraturan dan berdiameter lebih besar dari 10 milimeter. Penyembuhan stomatis aftora yang berukuran besar mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan dapat meninggalkan bekas luka.

3. Sariawan Herpetiform

Jenis ini ditandai dengan kumpulan luka yang banyak. Ini merupakan luka keil-kecil (2-3 milimeter) seperti herpes dan mungkin ada ratusan luka. Kondisi ini cenderung akan sembuh tanpa jaringan parut atau bekas luka.

Penyebab Sariawan

Belum diketahui apa yang menyebabkan sariawan. Tetapi, berikut ini yang mungkin dapat memicu sariawan:

1. Kekurangan Vitamin

Penyebab sariawan yang pertama adalah kekurangan vitamin, seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Meski begitu, mengonsumsi suplemen zat besi atau vitamin masih belum terbukti mengatasi stomatis aftora.

2. Cidera Mulut

Cidera pada mulut dapat menjadi penyebab sariawan. Cidera dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu bersemangat atau terlalu kuat, perawatan gigi, penggunaan kawat gigi atau gigi palsu, dan kecelakaan karena olahraga.

3. Radang Usus

Sariawan berulang telah dikaitkan dengan penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. Dalam kasus-kasus ini, perkembangan sariawan dapat menandakan penyakit usus.

4. Bakteri

Sariawan terkait dengan Helicobacter pylori, bakteri yang juga menyebabkan tukak lambung. Studi terbaru menunjukkan bahwa pengobatan infeksi Helicobacter pylori dapat meningkatkan gejala sariawan atau sepenuhnya menghentikan penyakit berulang pada beberapa orang.

5. Obat-Obatan

Penggunaan obat-obatan juga menjadi penyebab sariawan, di antaranya obat antiinflamasi, seperti ibuprofen dan beta-blocker, seperti atenolol.

6. Alergi Makanan

Alergi terhadap makanan, seperti cokelat, kopi, tomat, kacang-kacangan, dan makanan asam (nanas, stroberi dan lemon), makanan pedas, dan pengawet seperti asam benzoat dan cinnamaldehyde.

Baca juga: Bolehkah Makan Pedas Saat Sariawan? Cek Jawabannya di Sini!

7. Penyakit Tetentu

Penyakit celiac (celiac sprue, nontropical sprue, intoleransi gluten, enteropati yang sensitif terhadap gluten) adalah penyakit usus yang disebabkan oleh sensitivitas terhadap gluten, yang menyebabkan malabsorpsi dan berhubungan dengan perkembangan sariawan. Gluten membentuk protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan gandum hitam.

Penyebab sariwan berkutnya karena penyakit Behçet, adalah suatu kondisi yang ditandai oleh sariawan, genital sore yang menyerupai stomatis aftora, dan radang mata.

Sementara penyebab lainnya adalah infeksi virus AIDS juga telah dikaitkan dengan penyakit ini.

8. Penyebab Sariawan Lainnya

Sejumlah faktor berikut juga dapat memicu sariawan pada orang yang rentan, di antaranya.

  • Trauma oral
  • Kecemasan atau stres
  • Berhenti merokok
  • Perubahan hormon terkait dengan siklus menstruasi
  • Keturunan
  • Pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate

Faktor Risiko Sariawan

Orang dewasa muda, terutama wanita muda lebih cenderung rentan mengalami sariawan. Alasan mengapa wanita lebih rentan daripada pria masih belum diketahui, tetapi kondisi ini diyakini karena perubahan hormon yang disebabkan oleh pubertas.

Tetapi, beberapa penderita stomatis aftora yang berulang mungkin karena gen keturunan. Pencegahan sariawan dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin adalah satu-satu cara yang terbukti dapat mencegah penyakit ini

Jika Anda sering mengalami stomatis aftora, konsultasikan dengan dokter tentang pengobatan dan perawanan terhadap gejala-gejala sariawan.

Gejala Sariawan

Penyakit ini ditandai dengan luka berbentuk bulat atau oval berwarna putih atau kuning dan, dengan batas pinggirannya berwarna merah. Sariawan biasanya muncul di dalam mulut, seperti bagian atas atau bawah lidah, bagian dalam pipi atau bibir, gusi, dan langit-langit mulut yang lunak. Stomatis aftora juga disertai sensasi kesemutan dan terbakar.

Tanda dan gejala sariawan dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, di antaranya:

1. Sariawan Minor

Sariawan minor adalah jenis yang paling sering dialami orang, berikut gajalanya:

  • Luka biasanya berukuran kecil.
  • Berbentuk oval dengan tepi merah.
  • Sembuh tanpa bekas luka selama satu hingga dua minggu.

2. Sariawan Mayor

Sementara gejala sariawan mayor adalah kondisi yang kurang umum atau jarang dialami, berikut gejalanya:

  • Luka berukuran lebih besar dan lebih dalam daripada luka minor.
  • Biasanya luka berbentuk bulat dengan batas berwarna merah, tetapi mungkin memiliki tepi tidak teratur ketika luka sangat besar.
  • Terasa sangat menyakitkan.
  • Waktu untuk sembuh memakan waktu hingga enam minggu dan dapat meninggalkan bekas luka yang luas.

3. Sariawan Herpetiformis

Gejala sariawan jenis ini jarang terjadi dan biasanya berkembang di kemudian hari, namun tidak disebabkan infeksi virus herpes. Berikut gejalanya:

  • Ukuran luka kecil-kecil.
  • Luka biasanya muncul berkelompok, sekitar 10 sampai ratusan luka, tetapi dapat menyatu menjadi satu luka besar.
  • Memiliki tepi luka yang tidak beraturan.
  • Sembuh tanpa bekas luka dalam satu hingga dua minggu.

Diagnosis Sariawan

Dokter biasanya dapat mendiagnosis sariawan dengan memeriksanya. Mungkin dokter akan merekomendasikan tes darah atau melakukan biopsi jika ada ganguan kesehatan yang parah atau jika dokter menduga kondisi kesehatan lainnya, seperti:

  1. Terkena virus
  2. Kekurangan vitamin atau mineral
  3. Gangguan hormonal
  4. Masalah pada sistem kekebalan tubuh

Sementra luka akibat kanker mungkin tampak seperti stomatis aftora dan tidak akan sembuh jika tanpa pengobatan. Tanda dan gejala kanker mulut mirip dengan sariawan, seperti luka yang terasa menyakitkan dan pembengkakan di leher. Kanker mulut biasanya diindikasikan oleh gejala yang khas, di antaranya:

  1. Pendarahan pada mulut atau gusi
  2. Gigi tanggal
  3. Kesulitan menelan
  4. Sakit telinga

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut bersama dengan gejala sariawan, segera periksakan ke dokter untuk mengesampingkan kanker mulut sebagai penyebabnya.

Komplikasi Sariawan

Jika kondisi berlangsung selama beberapa minggu atau lebih dan tidak segera diobati, Anda mungkin mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti ketidaknyamanan atau sakit (saat berbicara, menyikat gigi, atau makan), kelelahan, luka menjalar ke luar mulut, demam, dan selulitis.

Jika menyebabkan sakit yang tak tertahankan atau mengganggu aktivitas dan perawatan rumahan tidak efektif, periksakanlah ke dokter. Atau segera hubungi dokter bahkan jika komplikasi terjadi dalam satu atau dua minggu setelah sakit berkembang.

Infeksi bakteri dapat menjalar dan menimbulkan masalah yang lebih serius, untuk itu sangat penting menghentikan kemungkinan bakteri penyebab sariawan dengan cepat.

Pengobatan Sariawan Secara Alami

Biasanya penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya, tetapi jika kondisinya tak kunjung sembuh dan terasa sakit, berikut cara mengobati sariawan alami yang dapat Anda praktikkan di rumah:

1. Berkumur dengan Air Garam

Cara mengobati sariawan alami yang pertama adalah berkumur dengan air garam. Meski terasa perih dan menyakitkan, obat rumahan ini dapat membantu mengeringkan luka di mulut.

Larutkanlah 1 sendok teh garam ke dalam 1/2 gelas air hangat. Berkumurlah dengan larutan ini selama 15 hingga 30 detik, lalu keluarkan. Anda dapat melakukan tips ini setiap beberapa jam sesuai kebutuhan.

2. Berkumur dengan Baking Soda

Baking soda dipercaya dapat mengembalikan keseimbangan pH dan mengurangi peradangan, yang mampu menyembuhkan.

Sama dengan cara mengobati sariawan menggunakan air garam, larutkan 1 sendok teh baking soda dalam 1/2 gelas air. Kemudian berkumurlah selama 15 hingga 30 detik, lalu keluarkan. Lakukanlah setiap beberapa jam sesuai kebutuhan.

Baking soda memang tidak membahayakan jika tertelan, tetapi terasa sangat asin. Jadi, jangan sampai tertelan.

3. Serbuk Tawas

Tawas terbuat dari kalium aluminium sulfat. bahan ini sering digunakan untuk mengawetkan makanan dan acar dari sayuran. Berkat sifat astringen di dalamya, manfaat serbuk tawas dapat membantu mengecilkan jaringan dan mengeringkan luka.

Campurkanlah bubuk tawas dengan sedikit air, hingga menjadi pasta. Kemudian oleskan pasta ke area sarian dan biarkan selama setidaknya 1 menit. Lalu bilas mulut dengan air sampai bersih. Anda dapat melakukan cara mengobati sariawan ini setiap hari sampai sembuh.

4. Yogurt

Penyebab sariawan secara pasti belum diketahui. Beberapa mungkin diakibatkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) atau penyakit radang usus.

Biakan probiotik hidup seperti lactobacillus didiyakini dapat membantu melawan H. pylori dan mengobati beberapa jenis penyakit radang usus.

Jika salah satu dari kondisi tersebut menyebabkan sariawan, makanlah yogurt yang mengandung biakan probiotik hidup yang dapat membantu. Anda dapat mengonsumsi yoghurt sekitar 1 cangkir setiap hari.

5. Madu

Manfaat madu dipercaya sebagai antibakteri dan antiinflamasinya. Madu secara efektif dapat mengurangi rasa sakit, ukuran, dan kemerahan pada luka . Madu juga dapat membantu mencegah infeksi sekunder.

Caranya sangat mudah, Anda hanya mengoleskan madu pada bibir luar atau dalam sebanyak empat kali dalam sehari. Gunakanlah madu yang tidak melalui proses atau masu murni seperti madu manuka.

6. Minyak Kelapa

Manfaat minyak kelapa sebagai antimikroba, yang dapat menyembuhkan sariawan akibat bakteri dan mencegahnya menjalar. Minyak kelapa juga sebagai antiinflamasi alami dan membantu mengurangi kemerahan dan nyeri.

Oleskan minyak kelapa pada mulut sebanyak beberapa kali dalam sehari sampai sembuh.

7. Kompres Chamomile

Manfaat chamomile dapat menyembuhkan luka dan mengurangi rasa sakit. Chamomile, terutama Chamomile Jerman mengandung dua senyawa sebagai antiinflamasi dan antiseptik, seperti azulene dan levomenol. Kantong teh chamomile berfungsi sebagai kompres untuk menenangkan kondisi.

Cara mengonati sariawan yang satu ini juga cukup mudah, kompreskan kantong teh chamomile basah pada mulut, dan biarkan selama beberapa menit. Anda juga bisa berkumur dengan teh chamomile yang baru diseduh. Lakukan cara ini sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari.

Baca juga: 10 Cara Mengobati Sariawan yang Cepat & Ampuh

Pengobatan Sariawan secara Medis

Jika cara mengobati sariawan yang alami tidak efektif untuk Anda, berikut beberapa obat dapat membantu meringankan gejala sariawan:

1. Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, acetaminophen, atau naproxen dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan akibat stomatis aftora.

2. Vitamin

Jika stomatis aftora akibat kekurangan vitamin, Anda bisa mengonsumsi suplemen tablet hisap zinc atau vitamin B, vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin C, dan folat (asam folat) juga dapat membantu meringankan gejala sariawan.

3. Obat Kumur

Jika mengalami beberapa jenis sariawan, Anda mungkin diresepkan obat kumur yang mengandung steroid dexamethasone untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan atau lidocaine untuk mengurangi rasa sakit.

Antibiotik seperti obat kumur Doxycycline juga dapat membantu mengatasi stomatis aftora yang berulang. Doxycycline oral dosis rendah juga dapat diminum dalam bentuk pil.

Bagaimana jika sariawan berulang atau kronis?

  • Jika Anda menderita stomatis aftora, mungkin ada alasan medis atau penyakit mendasar yang menyebabkan penyakit ini. Periksakan ke dokter gigi jika sering mengalami sariawan.
  • Kecenderungan pada penyakit ini mungkin hanya bersifat genetik. Namun, beberapa penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti lupus, penyakit Crohn, penyakit celiac, atau HIV / AIDS dapat menyebabkan sariawan yang sering atau berulang.
  • Dokter dapat menganjurkan tes untuk menentukan apakah ada alasan medis yang mendasari pada orang yang sering mengalaminya.

Pencegahan Sariawan

Jika penyakit ini sering kambuh, cobalah ikuti beberapa tips berikut untuk mengurangi frekuensinya:

1. Makan Makanan Sehat

Konsumsilah buah-buahan yang banyakj, sayuran dan biji-bijian, untuk membantu mencegah kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan sariawan.

2. Hindari Pantangan Makanan

Cobalah menghindari makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti kacang, keripik, kua pretzel, rempah-rempah tertentu, makanan asin dan buah-buahan asam (seperti nanas, jeruk bali dan jeruk. Hindarilah makanan apa pun yang menyebabkan mulut sensitif atau alergi.

3. Menjaga Kebersihan Mulut dengan Baik

Menyikat gigi secara teratur setelah makan dan membersihkan gigi sekali sehari dapat menjaga kebersihan mulut dan bebas dari sisa makanan yang bisa memicu sakit.

Selain itu, gunakanlah sikat yang lembut untuk membantu mencegah iritasi pada jaringan mulut yang lembut, dan hindari pasta gigi dan larutan kumur yang mengandung natrium lauril sulfat.

4. Melindungi Mulut

Jika menggunakan kawat gigi atau alat koreksi gigi lainnya, konsultasikan dengan dokter gigi tentang wax ortodontik atau lilin ortodinti untuk menutupi ujung kawat yang tajam.

4. Hindari Stres

Jika stres diduga menjadi penyebab sariawan, cobalah untuk mengurangi stres, seperti meditasi atau melakukan hobi Anda yang menyenangkan.

 

 

Sumber: 

  1. Hooker, Edmond. 2019. Canker Sores. https://www.emedicinehealth.com/canker_sores/article_em.htm#what_causes_canker_sores. (Diakses 16 Oktober 2019)
  2. Mayo Clinic. 2018. Canker sore. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615. (Diakses 16 Oktober 2019)
  3. Know the Risk Factors for Canker Sores. https://reitanodentistry.com/canker-sores-risk-factors/. (Diakses 16 Oktober 2019)
  4. Sissons, Claire. 2017. Ten remedies for canker sores. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320015.php. (Diakses 16 Oktober 2019)
  5. McDermott, Annette. 2017. 16 Ways to Get Rid of Canker Sores. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-get-rid-of-canker-sores. (Diakses 16 Oktober 2019)
  6. Khan, April. Matthew S., dan Tim J. 2016. Painful Sensation? Could Be a Canker Sore. https://www.healthline.com/health/canker-sores. (Diakses 16 Oktober 2019)
  7. Cunha, John P. 2019. Canker Sores (Causes, Home Remedies, Treatment, and Prevention). https://www.medicinenet.com/canker_sores/article.htm. (Diakses 16 Oktober 2019)
  8. Mandal, Ananya. 2019. Treatment of canker sores. https://www.news-medical.net/health/Treatment-of-canker-sores.aspx. (Diakses 16 Oktober 2019)



[ad_2]

Source link

AKDSEO