Olanzapine: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

By | Oktober 12, 2019


DokterSehat.Com – Olanzapine obat apa? Olanzapine adalah obat dari golongan antipsikotik generasi kedua (antipsikotik atipikal) yang pemanfaatannya adalah untuk mengatasi gangguan mental seperti skizofrenia dan bipolar.

Ketahui lebih jauh mengenai obat Olanzapine, mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Olanzapine

Nama obat Olanzapine
Golongan obat Antipsikotik atipikal
Kategori obat Obat resep
Manfaat obat Mengatasi gangguan mental:

Sediaan obat Tablet dan suntik (injeksi)

Cara Kerja Obat Olanzapine

Olanzapine adalah obat antipsikotik atipikal yang digunakan untuk mengatasi gangguan mental skizofrenia dan bipolar.

Cara kerja obat Olanzapine adalah melakukan blockade terhadap reseptor dopamine yang ada pada otak. Reseptor dopamine tersebut meliputi:

  • Reseptor D1
  • Reseptor D2
  • Histamin
  • Serotonin

Akibat dari adanya aktivitas blokadea yang dilakukan oleh Olanzapine tersebut, gejala-gejala yang berhubungan dengan penyakit skizofrenia dan bipolar dapat teratasi.

Manfaat Obat Olanzapine

Manfaat Olanzapine adalah untuk mengatasi gejala penyakit gangguan mental khususnya skizofrenia dan bipolar.

Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala. Ciri-ciri skizofrenia adalah:

  • Cemas
  • Halusinasi
  • Delusi
  • Bicara tidak jelas
  • Depresi
  • Menutup diri
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Kehilangan motivasi

Sementara itu, bipolar adalah penyakit mental di mana penderitanya kerap mengalami perubahan suasana hati (mood) yang terbilang ekstrem. Penderita bipolar bisa merasa sangat gembira namun tiba-tiba berubah menjadi sedih bahkan depresi.

Ciri-ciri bipolar dibagi berdasarkan episode mood penderita yakni episode senang (mania) dan episode sedih (depresi).

Pada episode mania, pengidap bipolar akan:

  • Merasa sangat gembira dan bersemangat
  • Berbicara cepat
  • Susah tidur
  • Kepercayaan diri meningkat drastic
  • Bertindak impulsif

Sedangkan pada episode depresi, pengidap bipolar akan:

  • Merasa sedih dan tidak punya harapan
  • Menarik diri dari lingkungan
  • Nafsu makan menurun drastis
  • Gangguan daya ingat dan konsentrasi
  • Kecenderungan untuk melakukan bunuh diri

Peran obat Olanzapine adalah untuk meredakan gejala-gejala tersebut dan bukan untuk menyembuhkan penyakit secara keseluruhan. Pengobatan skizofrenia maupun bipolar harus melalui prosedur medis khusus.

Kontraindikasi Obat Olanzapine

Penggunaan obat Olanzapine tidak disarankan atau diperkenankan apabila Anda mengalami masalah kesehatan seperti:

  • Penyakit hati (liver)
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Defisiensi jumlah sel darah putih
  • Kolesterol
  • Kanker payudara
  • Epilepsy
  • Diabetes
  • Gangguan usus

Beritahukan pada dokter apabila Anda mengalami salah satu kondisi di atas. Dokter mungkin akan memberikan obat alternatif untuk menggantikan Olanzapine.

Dosis Obat Olanzapine

Olanzapine adalah obat resep. Dosis obat ditentukan oleh dokter dengan terlebih dahulu menganalisis kondisi pasien.

Sebagai gambaran umum, dosis obat Olanzapine adalah sebagai berikut:

  • Dosis obat Olanzapine untuk skizofrenia: Dewasa >18 tahun 5-10 mg per hari (dosis maksimal 20 mg per hari). Anak-anak 13-17 tahun 2,5-5 mg per hari (dosis maksimal 20 mg per hari)
  • Dosis obat Olanzapine untuk bipolar: Dewasa >18 tahun 10-15 mg per hari (dosis maksimal 20 mg per hari). Anak-anak 13-17 tahun 2,5-5 mg per hari (dosis maksimal 20 mg per hari)

Dosis di atas hanyalah gambaran umum. Dosis obat Olanzapine mungkin saja berbeda tergantung dari kebutuhan. Pastikan untuk selalu mengonsumsi Olanzapine sesuai dosis yang telah diberikan oleh dokter.

Petunjuk Penggunaan Obat Olanzapine

Berikut adalah petunjuk penggunaan obat Olanzapine yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Gunakan obat Olanzapine sesuai dengan dosis yang telah diresepkan oleh dokter
  • Minumlah obat secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Imbangi konsumsi obat dengan minum air putih yang banyak

Petunjuk Penyimpanan Obat Olanzapine

Obat Olanzapine harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Olanzapine:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Olanzapine

Penggunaan obat Olanzapine untuk mengatasi skizofrenia dan bipolar mungkin akan menimbulkan gejala efek samping.

Efek samping obat Olanzapine meliputi:

  • Kantuk
  • Pusing kepala
  • Mulut kering
  • Kesulitan menelan
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Kenaikan berat badan
  • Tremor
  • Penurunan detak jantung
  • Kesulitan berkemiih

Segera kunjungi dokter apabila setelah mengonsumsi obat Olanzapine Anda mengalami gejala-gejala di atas.

Interaksi Obat Olanzapine

Obat Olanzapine akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan, seperti:

  • Metoclopramide
  • Hydrocodone
  • Alprazolam
  • Lorazepam
  • Cyclobenzaprine
  • Antihistamin

Beritahukan pada dokter Anda apabila sedang mengonsumsi obat-obatan di atas agar dokter bisa memberikan alternatif obat pengganti Olanzapine

Peringatan dan Perhatian Obat Olanzapine

Peringatan! Sebelum menggunakan Olanzapine, perhatikan juga hal-hal berikut ini:

  • Olanzapine dapat menyebabkan kantuk. Jangan konsumsi obat ini apabila hendak berkendara
  • Jangan mengonsumsi Olanzapine apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini
  • Jangan mengonsumsi obat Olanzapine apabila Anda memiliki ketergantungan terhadap alkohol
  • Obat Olanzapine masuk ke dalam kategori C untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaannya diperkenankan apabila manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti kepala pusing, sakit perut, dan gejala efek samping lainnya sebagaimana telah disebutkan di atas
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit

 

Sumber:

  1. Anonim. Olanzapine. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1644-9274/olanzapine-oral/olanzapine-oral/details (Diakses pada 12 Oktober 2019)
  2. Anonim. What is Olanzapine? https://www.drugs.com/mtm/olanzapine.html (Diakses pada 12 Oktober 2019)
  3. Anonim. Schizophrenia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/symptoms-causes/syc-20354443 (Diakses pada 12 Oktober 2019)
  4. University of Illinois-Chicago Drug Information Group. 2017. Olanzapine, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/olanzapine-oral-tablet (Diakses pada 12 Oktober 2019)
  5. Watson, K. 2017. Could it be Bipolar Disorder? 14 Signs to Look for. https://www.healthline.com/health/could-it-be-bipolar-signs-to-look-for (Diakses pada 12 Oktober 2019)





Source link