Melakukan Seks Saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih

By | October 12, 2019


DokterSehat.Com – Salah satu masalah yang paling sering dialami oleh banyak orang khususnya wanita adalah infeksi saluran kemih. Mudahnya bakteri masuk ke saluran kemih membuat inflamasi dan infeksi terjadi begitu cepat dan memicu rasa nyeri yang intens.

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih sering sekali muncul dan tidak disadari oleh banyak orang. Kalau kondisinya sudah parah barulah infeksi itu terasa. Secara umum ciri dari infeksi saluran kemih terdiri dari:

  • Keinginan untuk buang air kecil sangat besar padahal baru saja berkemih. Anda kerap tidak tahan dan akhirnya sering bolak-balik ke kamar mandi.
  • Perasaan terbakar yang sangat intens ketika buang air kecil. Perasaan ini umumnya muncul perlahan-lahan dan sering sekali terabaikan.
  • Urine yang keluar sangat sedikit dari biasanya. Padahal Anda berkali-kali ke kamar mandi dengan rasa ingin berkemih intens.
  • Aroma dari urine yang keluar sangat kuat dan tidak biasanya. Aroma yang kuat ini merupakan tanda dari adanya infeksi yang terjadi cukup parah.
  • Urine yang keluar juga kadang memiliki warna agak kemerahan. Warna kemerahan ini muncul kalau infeksi yang terjadi sudah cukup parah dan menyebabkan terjadinya perdarahan.
  • Khusus pada wanita, rasa nyeri di bawah perut terjadi sangat intens dan membuat panggul tidak nyaman. Kalau sampai kondisi ini muncul, infeksi sudah terjadi di mana-mana.

Keamanan Melakukan Seks Saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih memang bukan penyakit menular seksual. Risiko mengalami penularan secara seksual memang kecil. Namun, yang patut diperhatikan oleh pasangan saat melakukan seks bukan perkara penularan ini, tapi rasa nyaman.

Kalau pasangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas seks, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada wanita. Apalagi saat terjadi infeksi area vagina jadi sangat sensitif dindingnya. Begitu penis melakukan penetrasi gesekan akan memicu rasa sakit.

Lebih lanjut, seks yang dilakukan oleh pasangan memang sangat berisiko. Bahkan, kemungkinan memasukkan bakteri lebih banyak akan besar. Itulah kenapa setelah melakukan seks pasangan disarankan untuk mandi dan membersihkan kemaluannya.

Penggunaan kondom dianggap bisa mengatasi masalah ini. Namun, dengan atau tanpa kondom pun seks tetap memungkinkan masuknya bakteri ke dalam vagina. Oleh karena itu disarankan untuk menahan dulu kalau ingin melakukan seks.

Kalau gejala yang sudah dipaparkan di atas muncul dan terasa tidak nyaman, pasangan bisa menunda seks terlebih dahulu. Namun, kalau gejala mulai memudar dan kondisi kemaluan membaik, seks bisa dilakukan dengan asal tidak sembrono dan tahu batasannya.

Tips Melakukan Seks Saat Mengalami Infeksi Saluran Kemih

Kalau Anda dan pasangan harus melakukan seks meski memiliki penyakit infeksi saluran kemih, coba lakukan beberapa tips di bawah ini.

  • Berkemihlah sebelum dan sesudah melakukan seks. Sebisa mungkin kuras urine yang ada di dalam tubuh.
  • Hindari melakukan aktivitas seksual yang menyebabkan penyebaran bakteri terjadi jauh lebih cepat. Salah satu seks yang berisiko memicu hal ini adalah melakukan anal seks lalu dilanjutkan seks vaginal. Anus mengandung banyak bakteri yang kemungkinan besar memicu infeksi saluran kemih lebih parah.
  • Penggunaan kondom cukup direkomendasikan meski masih memiliki kemungkinan untuk membuat seks jadi terganggu dan juga infeksi yang terjadi di kemaluan semakin parah khususnya di vagina.
  • Mandi sebelum berhubungan badan untuk membersihkan tubuh dari bakteri. Dengan mandi, kemungkinan penis membawa bakteri akan rendah. Peluang terjadi infeksi saluran kemih yang lebih parah akan rendah.
  • Jangan melakukan fingering pada vagina apalagi tangan masih sangat kotor. Fingering bisa menyebabkan bakteri masuk dan kondisi infeksi makin parah.

Menjaga Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih bisa terjadi pada siapa saja khususnya mereka yang aktif secara seksual. Agar kondisi ini tidak terjadi dan kesehatan kemaluan meningkat, lakukan beberapa cara di bawah ini.

  • Minum air putih yang cukup. Dalam satu hari Anda harus minum sekitar 6-8 gelas dan tidak boleh kurang dari itu.
  • Kalau merasa kebelet buang air kecil ada baiknya segera menuntaskannya. Jangan ditahan karena bakteri akan menyebar dan mulai menginfeksi.
  • Setelah buang air kecil ada baiknya membersihkan area kemaluan hingga bersih. Guyur dengan air lalu lap dengan tisu hingga bersih.
  • Sebisa mungkin mengganti celana dalam dua kali dalam sehari. Kalau Anda seorang wanita dan menstruasi, ganti 3-4 kali celana dalam yang dipakai.
  • Hindari penggunaan produk kewanitaan berlebihan apalagi sampai dimasukkan ke dalam vagina.
  • Jangan langsung tidur setelah melakukan seks, bersihkan area vagina hingga tidak ada kotoran tersisa.

Inilah beberapa ulasan tentang cara melakukan seks saat mengalami infeksi saluran kemih. Dari ulasan di atas terlihat dengan sangat jelas kalau seks bisa dilakukan dengan aman, tapi akan lebih baik kalau dihindari untuk sementara waktu.

Lebih baik mengatasi masalah infeksi saluran kemih yang sedang diderita. Kalau seks dilakukan dengan sembarangan bisa saja terjadi masalah yang lebih besar dan tidak sembuh. Lakukan penyembuhan terlebih dahulu baru melakukan seks seperti biasanya.

 

 

Sumber:

  1. Mayo Clinic. Urinary tract infection (UTI). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447. (Diakses pada 12 Oktober 2019).
  2. Holland, Kimberly. 2018. Can You Have Sex with a Urinary Tract Infection (UTI)?. https://www.healthline.com/health/can-you-have-sex-with-a-uti. (Diakses pada 12 Oktober 2019).
  3. Lanquist, Lindsey. 2019. Can You Have Sex With a UTI?. https://www.self.com/story/sex-with-uti. (Diakses pada 12 Oktober 2019).
  4. Rodriguez, Diana. 2010. The Link Between UTIs and Sex. https://www.everydayhealth.com/urinary-tract-infections/the-link-between-utis-and-sex.aspx. (Diakses pada 12 Oktober 2019).
  5. Villines, Zawn. 2019. Can you have sex when you have a UTI?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326448.php. (Diakses pada 12 Oktober 2019).

 





Source link