Category Archives: Kesehatan Anak

Imunisasi Dasar Lengkap dan Sesuai Jadwal

DokterSehat.Com – Imunisasi adalah cara yang baik untuk menjaga kesehatan anak dengan maksimal. Dengan melakukan imunisasi, maka anak pun akan terhindari dari berbagai macam penyakit ganas di dunia. Anak pun bisa mencegah adanya penularan penyakit berbahaya dari orang lain sehingga risiko mendapatkan kecacatan atau kematianpun akan jauh menurun.

Sayangnya, banyak orangtua yang berpikir jika imunisasi bisa dilakukan kapan saja tanpa mematuhi jadwal imunisasi karena menganggap sang anak sudah mendapatkan imunisasi. Hal ini ternyata bisa membuat imunisasi menjadi kurang efektif dan bermanfaat bagi tubuh sang anak.

Pernahkah Anda mengecek kartu imunisasi anak Anda dan bertanya-tanya mengapa ada jadwal imunisasi bayi atau frekuensi dari imunisasi untuk penyakit tertentu yang berbeda-beda?

Ada imunisasi yang bisa dilakukan sekali saja, ada yang beberapa kali dan bahkan ada yang harus dilakukan sesuai dengan tanggal dan tidak boleh terlambat sama sekali. Apakah ada penjelasan untuk hal ini?

Baca juga: Perlukah Memberi Imunisasi Tambahan pada Anak?

Sebagaimana kita ketahui, fungsi utama dari imunisasi adalah membuat anak kebal dari berbagai masalah penyakit ganas yang bisa menimpanya sewaktu-waktu. Imunisasi ini sendiri adalah cara agar memaksa tubuh membangun benteng pada sebuah gejala penyakit dengan cara membuat infeksi pada tubuh. Disinilah pentingnya imunisasi harus dilakukan dengan jadwal yang tepat dan tidak boleh terlambat sama sekali.

Jadwal imunisasi telah diperhitungkan dengan tepat agar sesuai dengan kebutuhan tubuh sang anak saat membangun sistem kekebalan tubuh tersebut. Adanya vaksinasi yang teratur tentu saja disesuaikan dengan tingkat kekebalan tubuh yang diharapkan pada penyakit dengan tingkat infeksi yang berbeda-beda pula. Memang, banyak sistem kekebalan dari ibu yang menurun ke bayi, namun, kekebalan ini juga harus diperkuat lagi agar sang anak mendapatkan perlindungan yang lebih baik.

Bila kita tidak sengaja melewatkan jadwal imunisasi yang telah ditentukan oleh dokter, maka kita tentu harus meminta pendapat dari sang dokter untuk mendapatkan jadwal yang tepat atau penggunaan vaksinasi yang lebih tepat.

Read the rest

Makanan Bayi 6 Bulan, Panduan untuk Ibu Muda

DokterSehat.Com – Bunda dianjurkan memberikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan demi untuk mendukung kesehatan bayi secara optimal. Setelah 6 bulan, Anda dapat memberikan bayi makanan pendamping atau MPASI, namun memberi makan bayi 6 bulan tidak boleh sembarang. Ketahui makanan bayi 6 bulan yang boleh dan tidak berikut ini.

Makanan Bayi 6 Bulan 

Si Kecil sudah memasuki usia 6 bulan dan siap untuk merasakan makanan pertamanya, namun makanan seperti apa yang sehat dan sesuai untuk bayi 6 bulan?

Makanan bayi 6 bulan harus berasal dari bahan-bahan sehat, alami, sederhana, dan memiliki tekstur yang lembut. Umumnya, bayi 6 bulan diperkenalkan dengan makanan sereal, pure, atau bubur halus yang dibuat sendiri untuk mendukung asupan nutrisi dan vitamin seiring berkembangnya tubuh dan otak bayi.

Berikut ini adalah rekomendasi menu makanan bayi 6 bulan yang diperbolehkan, yaitu:

1. Bubur Beras Merah

Beras merah mengandung banyak nutrisi dan vitamin yaitu Vitamin B, asam lemak, serat, protein, kalsium, sodium, dan fosfor yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan bayi 6 bulan.

Bubur beras merah juga memiliki risiko alergi yang sangat rendah dan mudah dicerna oleh bayi, namun Anda harus membuat buburnya dengan tekstur halus dan lembut.

2. Bubur Kacang Polong

Kacang polong adalah salah satu rekomendasi makanan MPASI paling tepat karena teksturnya yang halus dan rasanya yang cocok untuk memperkenalkan bayi pada makanan padat pertama kali.

Manfaat kacang polong untuk bayi adalah baik untuk perkembangan otak dan tubuh, karena kacang polong mengandung vitamin A, C, protein, kalsium, dan zat besi.

3. Bubur Alpukat

Alpukat adalah buah yang memiliki tekstur creamy dan lembut dengan rasa manis yang pas, jadi sangat cocok sebagai makanan bayi 6 bulan. Alpukat juga mengandung banyak vitamin dan nutrisi seperti protein, sodium, kalsium, folat, serat, asam folat, seng, niasin, tiamin, riboflavin, dll.

Alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, namun itu adalah lemak baik yang

Read the rest

8 Cara Mengatasi Demam pada Anak (Cepat & Ampuh)

DokterSehat.Com– Demam pada anak sering kali membuat orang tua panik. Kondisi ini dapat mengindikasikan berbagai penyakit, namun demam pada dasarnya tidak selalu berbahaya. Sebagai pertolongan pertama pada demam, berikut adalah cara menurunkan demam pada anak yang bisa dicoba di rumah!

Cara Menurunkan Demam pada Anak

Demam adalah kondisi di mana suhu tubuh mencapai 38°C atau bahkan lebih. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Demam pada anak dapat terjadi karena infeksi, imunisasi, atau penyebab lainnya.

Jika anak Anda mengalami demam, coba 8 cara menurunkan demam pada anak berikut sebagai pertolongan pertama!

1. Perhatikan Suhu Ruangan

Ketika anak demam, pastikan suhu ruangan tetap terjaga.

Jangan biarkan anak berada dalam ruangan yang panas karena dapat membuat anak kepanasan dan suhu tubuhnya dapat semakin meningkat. Sedangkan ruangan yang terlalu dingin dapat membuatnya menggigil.

Pastikan ruangan memiliki suhu yang pas, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Anda dapat menggunakan AC atau kipas angin untuk menyejukkan ruangan, namun tetap pastikan tidak langsung mengarah ke anak dan membuatnya kedinginan.

2. Mandi Air Hangat

Cara menurunkan demam pada anak yang kedua adalah dengan memandikan atau menyeka tubuh anak dengan menggunakan air dingin.

Jangan pernah membiarkan anak demam mandi dengan air dingin, karena sama seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, suhu dingin ini dapat membuat anak menggigil. Terutama karena air dibasuhkan ke seluruh tubuh anak.

Setelah selesai memandikan atau menyeka anak dengan menggunakan air hangat, segera keringkan tubuhnya dengan menggunakan handuk dan segera pakaikan pakaian yang nyaman.

3. Kompres

Memandikan atau menyeka tubuh anak sering kali dikatakan sebagai solusi menurunkan demam yang sesaat.

Langkah ini harus diikuti dengan cara mengatasi demam pada anak lainnya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kompres. Gunakan air dengan suhu ruangan untuk mengompres tubuh anak.

Celupkan handuk ke dalam air, lalu peras dan aplikasikan handuk di dahi atau bagian lipatan tubuh

Read the rest

9 Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi

DokterSehat.Com – Biang keringat atau miliaria adalah kondisi kulit yang mengalami bintik-bintik dengan rasa gatal dan panas. Biang keringat dapat terjadi pada bayi dan dewasa, namun umumnya kondisi ini tidak membahayakan. Ketahui apa penyebab, cara  menghilangkan biang keringat pada bayi, dll.

Penyebab Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat atau miliaria terjadi saat Anda berada di suhu tinggi dan tubuh Anda merasa kepanasan, namun keringat tersebut terjebak di bawah kulit menjadi bintik-bintik hingga menimbulkan rasa gatal, menyengat, dan panas.

Biang keringat umumnya terjadi pada bayi karena bayi memiliki kelenjar keringat yang kecil sehingga tubuhnya belum bisa mengendalikan suhu tubuh. Karena kondisi tersebut, biang keringat lebih sering terjadi pada bayi daripada orang dewasa.

Berikut ini adalah penyebab biang keringat pada bayi, yaitu:

  • Bayi belum bisa menyeimbangkan suhu tubuhnya
  • Bayi belum bisa mengatur sumber panas atau memberitahu bila ia merasa kepanasan
  • Bayi memiliki lebih banyak lipatan kulit yang membuat suhu panas terperangkap di sana
  • Orang tua cenderung memakaikan baju atau selimut yang terlalu tebal di saat cuaca terlalu panas

Bagian kulit bayi yang paling sering terkena biang keringat adalah:

  • Lipatan siku
  • Lipatan lutut
  • Lipatan leher
  • Sekitar paha
  • Area ketiak
  • Selangkang

Umumnya keringat terperangkap pada lipatan-lipatan kulit tersebut saat cuaca panas, dan bayi belum tahu cara menghindari rasa panas tersebut.

Cara Menghilangkan Biang Keringat pada Bayi

Umumnya, biang keringat pada bayi dapat hilang dengan sendirinya apabila suhu di tubuh lebih dingin tanpa memerlukan perawatan tertentu. Biang keringat juga tidak membahayakan, namun Anda harus tetap mengatasinya dengan segera karena kulit bayi sangat sensitif.

Berikut ini cara menghilangkan biang keringat pada bayi, yaitu:

  1. Basuh dengan Air

Cara menghilangkan biang keringat pada bayi sebenarnya cukup mudah dengan membasuh area yang bintik-bintik dengan air dingin.

Bila bintik-bintik biang keringat di bayi Anda kecil dan sedikit di area lipatan siku dan belakang leher, Anda dapat membasuhnya secara lembut

Read the rest

Perkembangan Bayi 8 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

DokterSehat.Com – Si kecil sudah memasuki usia 8 bulan? Ayah dan bunda tentunya perlu memahami apa saja perkembangan bayi 8 bulan untuk melihat apakah tumbuh kembang si kecil sudah berjalan dengan semestinya atau justru tidak.

Apa saja perkembangan bayi usia 8 bulan dan stimulasinya? Simak informasinya berikut ini, yuk!

Perkembangan Bayi 8 Bulan, Si Kecil Sudah Bisa Apa?

Memasuki usia 8 bulan, yang mana tinggal sedikit lagi bagi buah hati Anda dan pasangan mencapai usia 1 tahun, tentunya ada perkembangan yang signifikan pada fisik, panca indera, motorik, hingga psikisnya.

Berikut adalah tanda-tanda perkembangan bayi 8 bulan yang perlu Anda perhatikan.

1. Perkembangan Bayi 8 Bulan Secara Fisik

Fisik adalah aspek yang paling penting untuk dipantau setiap bulannya, termasuk ketika bayi Anda memasuki usia 8 bulan.

Mengapa demikian? Karena pada usia tersebut, fisik bayi akan mengalami sejumlah perubahan yang cukup signifikan walaupun lagi-lagi, karakteristik khas bayi yakni tangan dan kaki yang gemuk masih terlihat.

Perkembangan fisik bayi 8 bulan terdiri dari:

  • Berat badan 7 – 10,5 kg (bayi laki-laki)
  • Berat badan 6,3 – 10 kg (bayi perempuan)
  • Tinggi badan 66,5 – 74 cm (bayi laki-laki)
  • Tinggi badan 64 – 73 cm (bayi perempuan)
  • Gigi yang tumbuh semakin banyak
  • Otot-otot tangan dan kaki semakin kuat

Apakah bayi Anda menunjukkan tanda-tanda di atas? Jika tidak, baiknya bawa ia ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Perkembangan Indera Bayi 8 Bulan

Selain tinggi dan berat badan, indera adalah aspek penting lainnya yang harus diperhatikan ketika bayi berusia 8 bulan.

Mulai dari mata, hidung, hingga telinga, ada sejumlah perkembangan yang terjadi pada si kecil. Ini dia tanda-tanda perkembangan bayi 8 bulan ke atas:

  • Respons telinga semakin baik
  • Sensitivitas kulit semakin baik
  • Sensitivitas indera perasa semakin baik
  • Kemampuan mata dalam melihat sudah seperti orang dewasa (bayi dapat mengenali objek familiar bahkan ketika objek yang
Read the rest