Category Archives: Kesehatan Anak

Hipospadia: Penyebab, Gejala dan Penanganan

DokterSehat.Com – Apa itu hipospadia? Hipospadia adalah kondisi cacat lahir di mana pembukaan uretra berada di bagian bawah bukannya di ujung penis. Uretra adalah saluran di mana urine mengalir dari kandung kemih keluar dari tubuh. Hipospadia umum terjadi pada bayi dan pembedahan adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi penis dengan normal.

Penyebab Hipospadia

Hingga kini penyebab penyakit hipospadia belum diketahui dengan pasti. Berikut ini adalah beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko hipospadia, antara lain:

1. Genetik

Hipospadia lebih mungkin terjadi jika memiliki ayah atau saudara lelaki yang pernah mengalami kondisi ini. Hipospadia juga bisa terkait dengan beberapa sindrom genetik.

2. Perawatan kesuburan

Hipospadia bisa terjadi pada wanita yang menggunakan terapi hormon atau konsumsi obat tertentu untuk membantunya mendapatkan kehamilan.

3. Usia dan berat ibu

Kemungkinan bayi dilahirkan dengan hipospadia apabila ibunya mengalami kelebihan berat badan, hamil di atas 35 tahun, dan menderita diabetes sebelum kehamilannya.

4. Gangguan hormon

Pembentukan penis di dalam kandungan terbentuk antara minggu ke 9 sampai 12. Pada masa ini hormon testoteron memberi sinyal ke janin untuk membentuk uretra dan kulup. Apabila terdapat masalah dengan hormon, maka hal itu bisa menyebabkan hipospadia.

Selain beberapa faktor di atas, hal-hal lain yang bisa menjadi penyebab hipospadia adalah paparan asap rokok, pestisida, atau seorang anak yang terlahir secara prematur.

Jenis Hipospadia

Hipospadia hanya menyebabkan kelainan letak lubang uretra dan tidak mengganggu fungsi uretra, sehingga fungsi fungsi uretra untuk mengeluarkan urine tidak akan terganggu. Berikut adalah jenis hipospadia, antara lain:

  • Dekat kepala penis (subcoronal).
  • Sepanjang batang penis (midshaft).
  • Antara penis dan skrotum, atau pada skrotum (penoscrotal).

Gejala Hipospadia

Pada kebanyakan kasus, pembukaan uretra ada di dalam kepala penis. Sedangkan untuk kasus yang jarang terjadi, pembukaan ada di dalam atau di bawah skrotum. Berikut adalah gejala hipospadia pada anak yang bisa dikenali,

Read the rest

Mencium Bayi Baru Lahir, Bisa Tularkan Penyakit?

DokterSehat.Com – Jika Anda memiliki bayi yang baru lahir, orang-orang terdekat pasti banyak yang berkunjung untuk sekadar mengucapkan selamat atau membawakan hadiah. Namun, di antara tamu yang berkunjung, beberapa orang ada yang ingin menggendongnya hingga menciumnya. Namun, tahukah Anda bahwa mencium bayi baru lahir bisa memengaruhi kesehatannya? Simak penjelasan lengkap mengenai bahaya mencium bayi.

Bahaya Mencium Bayi Baru Lahir

Salah satu tindakan yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang berkunjung ke keluarga atau sahabat yang baru saja melahirkan adalah menggendong bayi, mencium pipi, hingga mencium bibir bayi. Meski terlihat seperti tindakan yang tidak berbahaya, faktanya terdapat bahaya mencium bayi.

Berikut ini adalah beberapa risiko mencium bayi baru lahir, di antaranya:

1. Cold sores

Bahaya mencium bayi baru lahir yang pertama adalah cold sores. Cold sores adalah lepuhan-lepuhan kecil dan menyakitkan yang dapat timbul di sekitar mulut, muka atau hidung. Meski tidak berbahaya pada balita dan anak-anak, virus cold sores dapat berbahaya bagi bayi.

Kasus ini jarang terjadi pada bayi karena pada umumnya tubuh bayi masih memiliki antibodi dari ibu di dalam darahnya. Namun, karena sistem kekebalan tubuh bayi di bawah 6 bulan belum sepenuhnya berkembang, cold sores bisa memiliki efek yang parah

Jika seorang wanita hamil memiliki herpes genital, janin di dalam kandungannya bisa mendapatkan herpes neonatal melalui kontak dengan cairan di jalan lahir selama persalinan. Ini adalah penyebab hampir 90 persen kasus neonatal, meskipun bayi juga dapat tertular virus segera setelah lahir.

Virus herpes simplex 1 yang dikenal sebagai HSV-1 adalah penyebab cold sores. Virus ini mirip dengan virus yang menyebabkan herpes genital, yang disebut HSV-2.

2. Mononukleosis

Bahaya mencium bayi baru lahir berikutnya adalah mononukleosis. Mononukleosis adalah penyakit menular yang juga disebut mono atau ‘the kissing disease‘. Meskipun bayi bisa mendapatkan virus ini melalui ciuman, penularan juga bisa dilakukan dengan cara lain seperti berbagi minuman atau

Read the rest

Penanganan Demam pada Bayi yang Tepat

DokterSehat.Com – Demam pada bayi bisa menjadi sangat berbahaya apalagi kalau bayi sampai mengalami kejang. Oleh karena itu, penanganan yang benar harus dilakukan agar bayi tetap sehat dan tidak mengalami masalah pada fisiknya khususnya yang berhubungan dengan saraf di otak.

Mengenali bayi yang demam

Salah satu tindakan yang harus dilakukan oleh orang tua yang baru saja mendapatkan bayi adalah mengecek kondisi fisiknya. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan tangan di keningnya. Kalau suhunya tidak tinggi, berarti kondisi tubuh sedang normal dan tidak sedang mengalami gangguan sama sekali.

Biasanya bayi yang mulai demam dan suhu tubuhnya meningkat kerap menangis mendadak khususnya di malam hari. Begitu menangis, segera beri ASI dan cek keningnya. Kadang orang tua tidak acuh dan hanya memberikan minum saja padahal suhu tubuhnya naik.

Suhu dari bayi yang berada di atas 38°C bisa dikatakan demam. Kondisi ini akan sering terjadi kalau mereka terlalu lelah atau suhu di sekitarnya terlalu tinggi. Bayi belum memiliki kemampuan untuk meregulasi tubuhnya dengan baik. Kalau suhu rectal masih berada di kisaran 38°C segera hubungi dokter anak.

Penyebab demam dan tanda-tandanya

Bayi yang sedang mengalami demam biasanya akan memunculkan beberapa tanda seperti menangis sangat intens dan tidak ada air mata. Selanjutnya mulut akan terlihat sangat kering. Popok yang basah juga sangat sedikit yang artinya bayi jarang sekali mengompol.

Bergeser pada penyebab demam pada bayi, kondisi di bawah ini kerap memicu kenaikan suhu wajib diwaspadai.

  • Mengalami pneumonia atau gangguan paru lainnya.
  • Infeksi yang terjadi di dalam telinga.
  • Mengalami pilek atau flu.
  • Demam karena kelelahan.
  • Gangguan di tenggorokan.
  • Gangguan di pencernaan yang memicu munculnya darah.
  • Gangguan pada otak seperti meningitis.
  • Terkena infeksi virus lainnya.

Memberikan rasa nyaman pada bayi yang demam

Dokter biasanya akan memberikan obat anti demam seperti ibuprofen atau sejenisnya untuk menangani demam. Tanya dengan detail terkait dengan dosis yang boleh diberikan pada bayi.

Read the rest

Panduan MPASI Lengkap untuk Anak (Menurut Dokter)

DokterSehat.Com – Kebutuhan gizi dan nutrisi anak perlu dipenuhi agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal-hal yang perlu dipenuhi mulai dari ASI, MPASI, hingga sumber asupan nutrisi tambahan seperti vitamin.

Ketika memasuki usia 6 bulan, bayi perlu mulai makan makanan padat untuk melengkapi kebutuhan gizinya atau yang dikenal dengan istilah MPASI. Ketahui penjelasan lengkap mengenai makanan pendamping ASI (MPASI) menurut dr. Adrian Setiaji.

Syarat MPASI

Setelah bayi berusia 6 bulan, orang tua bisa mulai memberikan MPASI dan ASI hingga anak-anak berusia 2 tahun. Pada tahun 2013 WHO memberikan syarat pemberian MPASI, yaitu:

  1. Tepat Waktu

WHO menyarankan memberikan MPASI ketika ASI eksklusif dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi. Selain itu memberikan MPASI juga perlu memerhatikan kesiapan bayi.

Bayi yang sudah siap makan ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menunjukkan ketertarikan pada makanan
  • Dapat menegakkan kepala dan bayi dapat duduk dalam waktu yang lama
  • Mampu mendorong dan menelan makanan dari lidah ke tenggorokan.

2. Adekuat

MPASI yang diberikan pada bayi harus memiliki kandungan energi, protein dan mikronutrien untuk memenuhi kebutuhan bayi. Kebutuhan ini harus disesuaikan dengan tahapan usia bayi.

3. Aman

Pastikan MPASI diproses dengan baik dengan memperhatikan kebersihan dan kesehatan bahan makanan, alat memasak dan peralatan makan yang digunakan bayi. Yang tidak kalah penting, cuci tangan sebelum memberi makan pada bayi.

4. Berikan dengan Cara yang Benar

Berikan MPASI dengan memerhatikan tanda rasa lapar dan kenyang dari anak. Selain itu perhatikan juga frekuensi makanan dan metode pemberian makanan pada anak.

Pemberian makanan harus dapat mendorong anak untuk mengonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok atau makan sendiri, tentunya disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.

Perbandingan Kelebihan MPASI Rumahan dengan MPASI Instan

Kelebihan MPASI Rumahan

1. Bahan Baku Lebih Segar

Bahan baku MPASI buatan sendiri tentu lebih segar dan bebas pengawet. Tentunya ini akan

Read the rest

10 Manfaat Dongeng untuk Mendidik Anak sejak Dini

DokterSehat.Com– Manfaat dongeng sejak dahulu adalah sebagai penghantar tidur anak. Namun pada zaman serba canggih seperti sekarang, kegiatan mendongeng di mata anak-anak tidak populer lagi. Dari bangun hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga sinetron yang acapkali bukan tontonan yang pas untuk anak. Kalaupun mereka bosan, tidak sedikit anak yang asyik memainkan handphone.

Kendati demikian, kegiatan mendongeng sebetulnya bisa menarik dan memiliki banyak manfaat, bukan hanya bagi anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Salah satu manfaat membacakan dongeng untuk anak adalah dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini. Apa sajakah itu?

Manfaat Dongeng untuk Anak

Selain mempererat ikatan anak dan orang tua, ada banyak manfaat dongeng lainnya yang baik untuk perkembangan anak dan bahkan juga baik untuk orang tua, berikut di antaranya:

1. Mengasah daya pikir

Manfaat membacakan dongeng untuk anak yang pertama, dapat mengasah daya pikir dan imajinasi anak. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan dari dongeng. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.

2. Melatih etika dan empati anak

Manfaat dongeng sebagai media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seperti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi.

Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut. Bacalah dongeng dengan tidak bersikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.

3. Menumbuhkan minat baca

Manfaat

Read the rest