Category Archives: Gigi dan Mulut

Penyebab Gigi Ngilu Saat Makan Makanan Manis

Photo Source: Flickr/altemark

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar pernyataan orang yang mengaku khawatir saat akan mengonsumsi makanan manis seperti cokelat atau selai karena bisa membuat giginya terasa sangat ngilu. Sebenarnya, apa sih penyebab dari hal ini?

Penyebab Gigi Ngilu Saat Makan Makanan Manis

Pakar kesehatan menyebut gigi ngilu dan gusi ngilu cenderung sulit untuk dibedakan. Jika yang terasa adalah bagian gigi dan hampir selalu terjadi saat kita makan makanan manis atau makanan lainnya, bisa jadi hal ini disebabkan oleh masalah gigi berlubang yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Hanya saja, dalam banyak kasus, sensasi nyeri akibat mengonsumsi makanan manis seperti cokelat sebenarnya lebih sering terjadi pada gusi. Hal ini disebabkan oleh bagian gusi yang menurun atau terjadinya karies pada bagian akar gigi. Penyebab dari menurunnya gusi ini dipicu oleh kebiasaan menyikat gigi yang terlalu keras atau dipicu oleh radang gusi. Hal ini akan membuat sebagian akar gigi menjadi terbuka dan bisa langsung terpapar makanan, minuman, dan apapun yang masuk ke dalam mulut.

Jika makanan atau minuman ini panas, dingin, atau cenderung lengket layaknya cokelat atau makanan manis lainnya, ada kemungkinan akan merangsang sensasi nyeri yang cenderung tajam pada gigi. Jika hal ini cukup mengganggu, sebaiknya mengganti pasta gigi dan sikat gigi menjadi yang lebih lembut atau yang ditujukan untuk mengatasi masalah ngilu. Jika perlu, kita bisa meminta bantuan ke dokter.

Penyebab Gigi Ngilu Saat Minum Air Dingin

Selain karena penyebab sebelumnya, pakar kesehatan menyebut gigi ngilu sering terjadi karena air dingin. Hal ini bisa jadi dipicu oleh masalah gigi sensitif.

Sebagai informasi, gigi sensitif adalah kondisi yang disebaban oleh menipisnya atau menghilangnya bagian terluar dari gigi sehinga membuat bagian tengah atau dentin gigi terekspos langsung.

Dentin adalah bagian gigi yang memiliki tabung berukuran kecil dan terkait dengan ujung saraf. Karena memiliki kaitan langsung dengan saraf, bagian ini rentan mengeluarkan

Read the rest

Gusi Berdarah: Penyebab, Cara Mengatasi, dll

DokterSehat.Com – Gusi berdarah adalah kondisi yang umum terjadi terutama saat Anda sedang menggosok gigi terlalu keras, namun apakah gusi berdarah merupakan gejala dari penyakit serius? Ketahui penyebab gusi berdarah, cara mengatasi, dll.

Apa Itu Gusi Berdarah?

Gusi berdarah adalah penyakit paling umum yang ada di gusi. Umumnya, gusi berdarah terjadi saat Anda menyikat gigi terlalu kencang atau apabila Anda menggunakan sikat gigi yang tidak sesuai standar.

Gusi berdarah sering dianggap sebagai hal yang wajar bagi kebanyakan orang, namun gusi berdarah dapat berarti gejala suatu penyakit lain. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala gusi berdarah, yaitu:

  • Periodontitis yaitu infeksi gusi serius yang dapat merusak rahang.
  • Leukemia yaitu kanker darah
  • Kurangnya trombosit atau sel pembeku
  • Kekurangan vitamin

Untuk mengetahui apakah gejala gusi berdarah merupakan tanda penyakit serius, ketahui penyebab gusi berdarah pada penjelasan berikutnya.

Penyebab Gusi Berdarah

Anda mungkin mengalami gusi berdarah dan bertanya-tanya gusi berdarah tanda penyakit apa. Berikut ini penyebab gusi berdarah, yaitu:

  1. Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi adalah kondisi dimana gusi Anda mengalami pembengkakan atau peradangan.

Gingivitis ditandai dengan gusi sering berdarah karena penumpukan plak atau bakteri-bakteri di garis gusi Anda atau terjadi karena ada gigi yang dibiarkan berlubang dalam waktu yang cukup lama. Gejala gingivitis lainnya adalah gusi bengkak, merah, agak sakit, dan gusi berdarah setiap kali Anda menggosok gigi.

Cara mengatasi gusi berdarah karena gingivitis adalah dengan menyikat gigi secara teratur dan gunakan obat kumur bila perlu. Anda juga harus melakukan perawatan ke dokter gigi secara teratur.

  1. Periodontitis

Periodontitis adalah infeksi gusi serius yang diakibatkan karena Anda tidak menyembuhkan gingivitis dengan segera. Periodontitis merupakan kondisi gusi yang sudah rusak hingga dapat merusak saraf dan tulang yang seharusnya menjaga agar gigi Anda tetap kuat.

Gejala periodontitis adalah gusi berdarah, merah, bengkak, serta dapat memengaruhi cara Anda mengunyah karena gigi menjadi sakit. Periodontitis parah juga

Read the rest

Sariawan: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Sariawan atau stomatis aftora (aphthous stomatitis) adalah luka di dalam mulut yang menyakitkan. Luka yang juga disebut canker sores ini dapat terjadi pada lidah dan pipi bagian dalam, bibir, dan tenggorokan. Tanda dan gejala sariawan biasanya muncul bercak warna putih, abu-abu, atau kuning, dengan batas pinggiran berwarna merah.

Sariawan adalah jenis luka pada mulut yang paling umum, yang menyerang sekitar 20% orang. Stomatis aftora lebih sering diderita wanita daripada pria. Penyakit ini dapat diturunkan dalam anggota keluarga.

Jenis Sariawan

Sariawan dapat terbagi menjadi beberapa jenis, termasuk sariawan minor, mayor, dan herpetiform, berikut penjelasannya:

1. Sariawan Minor

Adalah luka pada mulut yang berukuran antara 3 hingga 10 milimeter dan merupakan jenis sariawan yang paling umum. Luka biasanya akan berlangsung 10 hingga 14 hari dan sembuh tanpa jaringan parut.

2. Sariawan Mayor

Adalah luka yang lebih besar dan lebih dalam dari sariawan minor, memiliki batas tidak beraturan dan berdiameter lebih besar dari 10 milimeter. Penyembuhan stomatis aftora yang berukuran besar mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan dapat meninggalkan bekas luka.

3. Sariawan Herpetiform

Jenis ini ditandai dengan kumpulan luka yang banyak. Ini merupakan luka keil-kecil (2-3 milimeter) seperti herpes dan mungkin ada ratusan luka. Kondisi ini cenderung akan sembuh tanpa jaringan parut atau bekas luka.

Penyebab Sariawan

Belum diketahui apa yang menyebabkan sariawan. Tetapi, berikut ini yang mungkin dapat memicu sariawan:

1. Kekurangan Vitamin

Penyebab sariawan yang pertama adalah kekurangan vitamin, seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Meski begitu, mengonsumsi suplemen zat besi atau vitamin masih belum terbukti mengatasi stomatis aftora.

2. Cidera Mulut

Cidera pada mulut dapat menjadi penyebab sariawan. Cidera dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu bersemangat atau terlalu kuat, perawatan gigi, penggunaan kawat gigi atau gigi palsu, dan kecelakaan karena olahraga.

3. Radang Usus

Sariawan berulang telah dikaitkan dengan penyakit radang usus

Read the rest

Bibir Sumbing: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Source: Wikipedia

DokterSehat.Com– Bibir sumbing adalah celah bibir atau belahan di bibir atas yang terbentuk sebelum kelahiran, antara minggu ke-4 dan ke-7 kehamilan. Ketika bayi dalam kandungan, jaringan tubuh dan sel-sel khusus di setiap sisi kepala tumbuh menuju pusat wajah dan menyatu untuk membentuk wajah. Penggabungan jaringan ini membentuk bagia wajah, seperti bibir dan mulut.

Bibir sumbing terjadi jika jaringan yang membentuk bibir tidak menyatu sepenuhnya di dalam kandungan. Kondisi ini membentuk lubang di bibir atas. Celah di bibir dapat berupa celah kecil atau celah besar yang menembus bibir ke dalam hidung. Bibir sumbing dapat terbentuk di satu atau kedua sisi bibir atau di tengah bibir.

Anak penderita bibir sumbing juga dapat mengalami langit-langit mulut sumbing. Langit-langit mulut sumbing terjadi jika jaringan langit-langit mulut tidak menyatu sepenuhnya, antara minggu ke-6 dan ke-9 kehamilan. Untuk beberapa bayi, bagian depan dan belakang langit-langit mulut terbuka. Sementara untuk bayi lainnya, hanya sebagian langit-langit mulut yang terbuka.

Jenis Bibir Sumbing

Selain bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, ada beberapa jenis bibir sumbing berikut ini:

1. Bibir Sumbing Microform

Adalah sumbing paling ringan dan termasuk jenis sumbing tidak lengkap. Celah dari bibir sumbing mikroform tampak tidak jelas. Kondisi ini mungkin hanya muncul bekas luka vertikal dari bibir ke hidung.

Penderita bibir sumbing microform dapat mengalami beberapa gangguan pada otot orbicularis oris, yang dapat menyebabkan masalah makan, minum, dan masalah bicara. Sementara hidung biasanya tampak normal dengan kelainan bentuk mikroform.

2. Bibir Sumbing Unilateral Complete

Jenis bibir sumbing ini terbentuk hanya pada satu sisi bibir atas. Celah memanjang dari bibir ke hidung di bibir sumbing lengkap.

Otot orbicularis oris tidak tidak menyatu pada bibir sumbing total. Otot ini masuk ke dalam pangkal hidung di kedua sisi celah. Kelainan ini menyebabkan kesulitan berbicara, makan dan minum.

Hidung dapat terganggu dengan kelainan bibir sumbing. Lubang hidung melebar

Read the rest

Behel Gigi: Jenis, Fungsi, dan Cara Merawat

DokterSehat.Com –  Semua orang pasti ingin memiliki bentuk dan struktur gigi yang rapi. Guna mencapai hal tersebut, salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah memasang behel gigi. Apa itu behel gigi dan bagaimana cara memasang behel gigi?

Apa Itu Behel Gigi?

Behel gigi adalah sebuah alat yang fungsinya untuk memperbaiki struktur gigi yang tidak rata, gigi berjarak, dan gigi maju. Dengan begitu, seseorang akan memiliki struktur gigi ideal yang terlihat menawan.

Behel gigi akan yang terpasang pada gigi akan memberikan penekanan hingga gigi bergerak ke posisi yang diinginkan. Kini, penggunaan behel gigi untuk memperbaiki bentuk dan struktur gigi semakin diminati oleh masyarakat. Menariknya, behel atau kawat gigi tidak lagi hanya sekedar alat bantu namun juga semacam “perhiasan” bagi gigi.

Jenis Behel Gigi

Behel gigi terbagi menjadi beberapa jenis. Hal ini dikarenakan berbeda kondisi gigi, berbeda pula metode perawatannya. Jenis behel gigi umumnya dibedakan dari materialnya.

Berikut ini adalah jenis behel gigi yang perlu Anda ketahui.

1. Behel Gigi Metal (Metal Braces/Traditional Braces)

Jenis behel gigi yang satu ini adalah yang paling umum digunakan.

Terbuat dari bahan logam (metal) anti karat, behel ‘tradisional’ ini terdiri dari beberapa buah bracket yang dipasang melintang di sepanjang gigi. Bracket berfungsi untuk menyangga kawat yang bertugas untuk menarik gigi hingga berada  di posisi yang seharusnya.

Selain biaya pemasangannya yang  relatif terjangkau, bracket yang bisa diganti warna karetnya sesuai selera menjadi alasan mengapa hingga saat ini jenis behel gigi metal selalu diminati.

2. Behel Gigi Keramik (Ceramic Braces)

Jenis behel gigi selanjutnya adalah behel gigi keramik.

Behel gigi keramik atau disebut juga behel estetis memiliki mekanisme kerja yang sama seperti behel metal. Bedanya, behel gigi keramik memiliki bracket yang warnanya menyerupai warna gigi.

Selain itu,  kawat gigi keramik (ceramic braces) memiliki bentuk yang lebih stylish ketimbang behel

Read the rest