Category Archives: Gigi dan Mulut

Xerostomia (Mulut Kering): Penyebab, Gejala, & Perawatan

DokterSehat.Com– Mulut kering atau disebut xerostomia adalah kondisi yang  sering diremehkan oleh sebagian orang, padahal kondisi mulut yang kering dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mengganggu kenikmatan saat makan, lho! Karena cairan ludah dapat membantu mencegah kerusakan gigi dengan membatasi pertumbuhan bakteri dan membersihkan makanan dan plak. Selain itu, enzim pada cairan ludah bisa membantu proses pencernaan.

Apa Itu Xerostomia?

Mulut kering atau istilah medisnya disebut xerostomia adalah penyakit kekurangan cairan ludah pada mulut. Mulut adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar ludah di mulut tidak memprosuksi air liur yang cukup. Selain mulut kering, xerostomia juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti lidah kasar, sariawan, dan bibir pecah-pecah.

Air liur adalah bagian penting dalam proses pencernaan, yang membantu melembapkan dan mencerna makanan. Air liur juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan utama dalam membantu tubuh menjaga kesehatan gigi, mencegah penyakit gusi dan kerusakan gigi.

Xerostomia bukan kondisi medis yang serius, namun terkadang merupakan gejala dari masalah medis lainnya yang membutuhkan perawatan, juga dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan gigi.

Penyebab Mulut Kering

Mulut kering disebabkan ketika kelenjar ludah di mulut tidak memproduksi air liur yang cukup untuk menjaga mulut basah atau lembap, dan berikut berbagai hal yang menjadi penyebab mulut kering:

1. Obat

Penyebab mulut kering yang pertama adalah konsumsi obat tertentu, seperti obat resep dan obat bebas. Obat ini di antaranya antihistamin, dekongestan, obat hipertensi (untuk tekanan darah tinggi), antidiare, relaksan otot, obat kontinen kemih, beberapa obat penyakit Parkinson, dan sejumlah antidepresan.

2. Umur

Orang dewasa yang lebih tua cenderung lebih banyak mengonsumsi obat daripada mereka yang masih muda. Sebagai pengobatan, banyak obat yang diminum lansia yang menjadi penyebab mulut kering.

3. Pengobatan kanker

Pengobatan kanker seperti radioterapi (terapi radiasi) pada kepala dan leher dapat merusak kelenjar air liur, menyebabkan produksi air liur lebih sedikit. Sementara kemoterapi dapat mengubah sifat air

Read the rest

Radang Gusi: Penyebab, Gejala, & Perawatannya

DokterSehat.Com – Gusi terasa sakit saat mengunyah atau sama sekali tidak bisa mengunyah makanan? Kemungkinan Anda mengalami radang gusi atau dalam bahasa kedokteran disebut gingivitis. Kondisi ini sering dialami dan biasanya mengganggu aktivitas dan bahkan membuat Anda susah tidur. Lantas apa penyebab radang gusi dan bagaimana cara mengobati radang gusi? Selengkapnya simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Radang Gusi?

Gingivitis atau radang gusi adalah jenis penyakit periodontal yang tidak merusak, tetapi bila kondisi ini tidak segera diobati dapat berkembang menjadi periodontitis (infeksi gusi). Periodontitis lebih serius dan pada akhirnya dapat menyebabkan gigi copot.

Cara mengobati radang gusi biasanya dengan menjaga kebersihan mulut yang baik, seperti rutin menyikat gigi dengan seksama, flossing (benang gigi), dan mengggunakan obat kumur antiseptik yang dapat membantu.

Dalam kasus radang gusi ringan, penderita radang gusi bahkan mungkin tidak sadar telah mengalaminya, karena gejala atau ciri-ciri radang gusi ringan. Namun, kondisi ini harus segera ditangani dengan serius.

Hasil survei WHO menunjukkan, hampir 90% penduduk di dunia pernah terkena penyakit radang gusi. Rasa tidak nyaman merupakan gangguan umum yang dirasakan. Terutama akibat aroma mulut yang tidak sedap serta rasa nyeri saat mengunyah makanan.

Penyebab Radang Gusi

Radang gusi biasanya disebabkan oleh kondisi gigi yang kotor oleh sisa makanan. Selain itu berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab radang gusi:

1. Plak

Radang gusi terjadi ketika bakteri berkembang menjadi lapisan lengket yang disebut plak. Jika plak tidak dibersihkan setiap hari, mungkin dapat menyebabkan jaringan gusi menjadi meradang, bengkak, atau berdarah.

2. Karang gigi

Plak berubah menjadi karang gigi. Plak yang menempel pada gigi dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi tartar (kalkulus), yang mengumpulkan bakteri. Keberadaan tartar membuat plak lebih sulit dibersihkan, membentuk pelindung bakteri dan menyebabkan iritasi di sepanjang garis gusi. Untuk itu diperlukan pembersihan gigi profesional untuk membersihkan karang gigi.

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon termasuk

Read the rest

10 Penyebab Gusi Bengkak & Cara Mengobatinya

DokterSehat.Com– Gusi adalah jaringan kokoh yang biasanya berwarna merah muda karena terdapat banyak pembuluh darah yang kecil dan rapat. Gusi berfungsi membungkus tulang rahang atas dan bawah, juga menempel pada bagian bawah gigi sehingga apa yang terjadi pada gigi bisa berdampak pada gusi. Salah satunya karang gigi yang menjadi penyebab gusi bengkak.

Gusi bengkak berarti terjadi peradangan atau inflamasi sehingga gusi berwarna lebih merah, menonjol, terkadang kekuningan karena adanya nanah. Gusi bengkak menjadi sensitif dan biasanya terasa sangat sakit bahkan terasa berdenyut seperti siap ‘meledak’, tidak jarang pula gusi bengkak mudah berdarah ketika menggosok gigi. Gusi yang membengkak juga dapat menjalar ke pipi wajah, sehingga wajahnya terlihat tidak simetris.

Penyebab Gusi Bengkak

Tidak hanya akibat penumpukan karang gigi, gusi bengkak juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi seperti yang dijelakan berikut ini:

1. Infeksi gigi

Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan virus berpotensi menjadi penyebab gusi bengkak. Jika menderita herpes, ini dapat menyebabkan gingivostomatitis herpes akut, yang menyebabkan gusi bengkak.

Sariawan akibat pertumbuhan ragi berlebih yang muncul secara alami di mulut, juga dapat menyebabkan pembengkakan gusi. Kerusakan gigi yang tidak diobati dapat menyebabkan abses gigi –pembengkakan gusi.

Jika seorang mengindap herpes atau virus yang dapat menyebabkan gusi membengkak disebut dengan gejala herpes aku gingivostomatitis, sedangkan oral thrush merupakan infeksi pada gigi dari akibat pertumbuhan jamur alami di mulut. Hal ini yang menjadi penyebab gusi bengkak

2. Teknik menyikat gigi yang salah

Kita tahu bahwa kebersihan mulut yang buruk adalah penyebab gusi bengkak. Tetapi cara menyikat gigi yang salah, seperti menggosok gigi terlalu kasar, juga bisa menyebabkan pembengkakan.

Dalam upaya menjaga kebersihan gigi, Anda mungkin tertarik menyikat gigi sekuat yang Anda bisa. Ingat, gusi terbuat dari jaringan halus, jadi menyikat gigi dengan cara yang salah dapat merusak gusi Anda.

Baik Anda yang menggunakan sikat gigi manual atau elektrik, pilihlah sikat berbulu

Read the rest

10 Penyebab Sariawan, Jenis, dan Cara Mencegah

DokterSehat.Com – Sariawan adalah salah satu gangguan di mulut dan gusi yang paling sering terjadi. Kondisi ini muncul dalam bentuk luka di permukaan kulit di dalam rongga mulut gusi. Ukuran sariawan bisa besar atau kecil dan umumnya memiliki warna keputihan atau agak merah. Ketahui penyebab sariawan, jenis, hingga pencegahannya.

Penyebab sariawan yang sering muncul

Sariawan yang terjadi di mulut disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

  • Luka minor yang terjadi saat Anda makan sesuatu yang terlalu kasar dan juga tajam.
  • Banyak menggunakan pasta gigi dengan kandungan sodium lauryl sulfate.
  • Sensitif dengan bahan makanan tertentu seperti kacang, buah, cabai. Kalau Anda sering merasakan gatal atau tidak nyaman. lebih baik menghentikan konsumsi makan itu.
  • Kekurangan nutrisi pada tubuh seperti vitamin C, B-12,seng dan zat besi.
  • Respons tubuh terhadap alergi. Kalau bersentuhan dengan alergen atau memakannya, luka akan terjadi dan akhirnya sariawan terjadi.
  • Mengalami stres yang berlebihan.
  • Terjadi perubahan hormon seperti saat menstruasi.
  • Tanda dari memiliki infeksi HIV/AIDS. Kalau ada sariawan aneh dan kondisi tubuh semakin menurun, segera periksakan diri.
  • Gangguan pada sistem imun tubuh. Dampaknya tubuh menyerang area di mulut dan terjadilah luka yang berwujud sariawan.
  • Penyakit yang memicu inflamasi di mulut.

Jenis sariawan yang terjadi di mulut

Secara umum ada tiga jenis sariawan yang dialami oleh banyak orang. Sariawan itu terdiri dari sariawan minor, mayor, dan herpetiform. Berikut beberapa karakteristik dari sariawan itu.

  1. Sariawan minor

Sariawan jenis minor ini umumnya memiliki ukuran yang kecil, bentuknya oval dengan bagian sisi yang luka berwarna merah. Sariawan ini terjadi pada banyak orang dan umumnya sembuh dengan sendirinya selama 1- 2 minggu atau bisa lebih cepat kalau ditangani dengan baik.

  1. Sariawan mayor

Sariawan jenis mayor umumnya memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Karena ukurannya besar, kadang bentuknya jadi tidak membulat sempurna dan cenderung memiliki luka yang lebih dalam.

Sariawan ini juga sangat nyeri kalau disentuh.

Read the rest

10 Manfaat Sikat Gigi yang Jarang Anda Tahu!

DokterSehat.Com – Manfaat sikat gigi dapat membersihkan sisa makanan dan menyegarkan mulut. Dokter gigi pun menyarankan kita untuk menyikat gigi secara rutin setidaknya dua kali dalam sehari yakni pagi dan malam sebelum tidur. Waktu yang paling ideal untuk menyikat gigi ternyata setelah sarapan pagi. Sayangnya, cukup banyak orang yang justru tidak melakukannya karena sudah diburu oleh waktu atau memilih menyikat gigi saat mandi sebelum sarapan. Padahal, begitu banyak manfaat gosok gigi bagi kesehatan Anda.

Manfaat Sikat Gigi bagi Kesehatan

Menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur sangatlah penting untuk dilakukan, maka dari itu dapatkan manfaat gosok gigi berikut ini:

1. Memberihkan sisa makanan

Manfaat sikat gigi akan membersihkan berbagai sisa makanan yang tertinggal pada gigi setelah sarapan pagi. Jika kita tidak menyikat gigi, bakteri akan menggerogoti sisa makanan tersebut dan bisa mengubahnya menjadi asam yang tidak baik bagi kesehatan gigi.

2. Menghilangkan bau mulut

Banyak dari kita yang sarapan dengan makanan atau minuman yang manis sehingga tentu membuat bakteri bisa berkembang dengan cepat pada gigi bila kita tidak segera membersihkannya. Hal ini berarti, jika kita tidak menyikat gigi, ada kemungkinan kita justru bisa mengalami masalah bau mulut seharian yang tentu akan membuat kita tidak percaya diri.

Padahal manfaat sikat gigi setelah sarapan dapat menghilangkan bau mulut yang tidak sedap, dan ini akan membuat Anda percaya diri saat berbicara dengan seseorang.

Jika tidak menyikat gigi setelah sarapan pagi, akan ada cukup banyak sisa makanan yang masuk ke dalam mulut dalam waktu yang lama, mengingat kebanyakan orang baru akan menyikat giginya kembali saat mandi sore atau bahkan saat malam hari sebelum tidur.

3. Menurunkan risiko sakit gigi

Lamanya jeda antara waktu menyikat gigi ternyata bisa membuat kita mengalami perkembangbiakan bakteri yang sangat cepat di dalam mulut sehingga kita pun akan berisiko lebih besar terkena masalah kesehatan gigi.

Manfaat sikat gigi setelah sarapan,

Read the rest