Category Archives: Diet

Intermittent Fasting pada Wanita Hamil, Amankah?

DokterSehat.Com – Intermittent fasting adalah salah satu diet (ada yang menyebutnya gaya hidup) yang bisa membuat Anda jadi lebih sehat. Bahkan, ada kemampuan penurunan berat badan hingga peningkatan HGH. Diet ini bisa dijalankan pada siapa saja, tapi amankah kalau diet ini dijalankan oleh wanita hamil?

Mengenal Intermittent Fasting

Intermittent fasting adalah pengaturan pola makan dengan tujuan memaksimalkan fungsi hormon di dalam tubuh. Secara umum tidak ada pembatasan kalori atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian. Namun, pembatasan hanya dilakukan pada waktu makannya saja, mirip dengan puasa.

Seseorang yang menjalani intermittent fasting hanya boleh makan pada jendela makan tertentu. Umumnya waktu makan ini sekitar 8 jam dan waktu untuk puasa sekitar 16 jam. Selama waktu puasa, Anda tidak diperkenankan makan sesuatu yang berkalori, air masih boleh dikonsumsi karena tidak ada kalorinya.

Ketika menjalankan intermittent fasting, seseorang tidak akan makan di pagi hari atau sarapan. Umumnya sarapan baru boleh dilakukan saat siang hari atau sekitar pukul 12.00 dan akan diakhiri pada pukul 20.00 setiap harinya. Pada jam makan ini Anda boleh makan apa pun asal tidak terlalu berlebihan.

Protokol umum dari diet atau gaya hidup ini hanya makan selama 8 jam dan puasa 16 jam. Namun, beberapa orang atau praktisi ada yang memodifikasi jam makannya jadi lebih pendek seperti 6, 4, atau hanya 1 jam saja. Selebihnya mereka akan menekan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Intermittent fasting bisa dilakukan setiap hari dan dijadikan gaya hidup setiap harinya. Orang yang menjalankan intermittent fasting bukan hanya mereka yang mengalami obesitas saja. Anda yang sudah memiliki bentuk badan bagus juga boleh melakukannya.

Manfaat Intermittent Fasting

Sebuah diet dilakukan oleh banyak orang karena memiliki kelebihan. Intermittent fasting sendiri memiliki cukup banyak kelebihan jika dibandingkan dengan diet lain. Kelebihan itu terdiri dari:

  • Membuat tubuh berada pada kondisi pembakaran lemak. Tanpa melakukan olahraga yang intens sekalipun lemak yang
Read the rest

9 Penyebab Berat Badan Naik yang Jarang Disadari

DokterSehat.Com – Salah satu masalah terbesar yang paling banyak dialami banyak orang khususnya milenial adalah kegemukan atau obesitas. Naiknya kadar lemak di tubuh terjadi dengan sangat cepat. Bahkan, pada beberapa kasus kenaikan itu jarang sekali disadari karena terjadi perlahan-lahan.

Penyebab Berat Badan Naik

Kenaikan berat badan yang terjadi dengan sangat cepat mudah sekali dikenali. Kita bisa merasakannya dan segera menurunkannya kembali. Namun, kalau kenaikan berat badan terjadi perlahan-lahan, kita jadi sulit menyadarinya.

Akibat sulit menyadari kenaikan berat badan, tubuh sudah terlanjur mengalami obesitas. Dampaknya, penanganan jadi sulit dilakukan. Berikut beberapa penyebab kenaikan berat badan yang kerap tidak disadari.

  1. Terlalu Banyak Makanan yang Terproses

Makanan yang sudah diproses terlalu banyak sebelum disantap tidak baik untuk kesehatan tubuh. Selain bisa menyebabkan cukup banyak masalah kalau mengandung pengawet, kalori yang terkandung juga kerap lebih besar dari bentuknya.

Itulah kenapa kita disarankan untuk bisa melihat apa saja komposisi dari makanan yang sedang dimakan. Kalau kalorinya besar dan bentuknya kecil, usahakan untuk tidak makan berlebihan. Meski terasa tidak kenyang, kalori tubuh bisa surplus.

  1. Konsumsi Gula Berlebihan

Salah satu pemicu kegemukan atau obesitas yang paling banyak dialami oleh masyarakat adalah gula. Bentuk dari gula yang ada pada makanan cukup banyak, nasi putih yang Anda konsumsi setiap hari juga mengandung gula yang banyak.

Aneka minuman manis, kue, dan camilan cukup banyak mengandung gula. Sayangnya kita kerap menganggap hal itu bukan makanan utama. Sudah makan cukup banyak, kita tetap makan nasi karena merasa tidak kenyang.

Gula harus dibatasi meski memiliki peranan untuk tubuh. Kalau Anda menggunakan gula pasir, usahakan dalam sehari cuma 4-6 sendok teh saja. Lebih dari jumlah yang direkomendasikan ini bisa memicu kondisi diabetes.

  1. Salah Memilih Diet

Menentukan diet mana yang terbaik memang tidak mudah. Setiap orang memiliki kebutuhan sendiri-sendiri dan diet yang cocok berbeda-beda. Kalau diet yang dilakukan berhasil, kemungkinan tidak terjadi kesalahan.

Apabila diet

Read the rest

Diet Sebabkan Rambut Rontok? – Dokter Sehat

Photo Source: Flickr/Wes Horne

DokterSehat.Com– Kerontokan rambut adalah salah satu masalah yang bisa memicu keresahan banyak orang. Bagaimana tidak, jika rambut terus-menerus rontok, bisa jadi hal ini akan menyebabkan kebotakan. Hal ini tentu akan menyebabkan rasa percaya diri menurun drastis, bukan?

Diet Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?

Pakar kesehatan menyebut diet yang dilakukan dengan sembarangan bisa mempengaruhi kerontokan rambut. Hal ini biasanya terjadi pada orang-orang yang menerapkan diet ketat sehingga membuat asupan gizi menjadi tidak seimbang. Tanpa adanya nutrisi yang cukup, rambut pun kehilangan kekuatannya dan akhirnya mengalami kerontokan.

Beberapa jenis nutrisi yang tidak bisa dipenuhi akibat diet ketat adalah vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, D, dan E, zat besi, protein, dan seng. Berbagai nutrisi ini sangatlah penting bagi kekuatan dan kesehatan rambut.

Diet ketat juga bisa menyebabkan stres bagi fisik ataupun psikis. Padahal, stres juga bisa memicu kerontokan pada rambut. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita tidak sembarangan menerapkan program diet jika ingin menurunkan berat badan.

Berbagai Hal Lain yang Bisa Menyebabkan Kerontokan Rambut

Selain pola makan yang buruk, pakar kesehatan menyebut ada berbagai hal lain yang bisa memicu kerontokan rambut.

Berikut adalah berbagai hal tersebut.

  1. Mengalami Stres

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, stres memiliki pengaruh besar bagi kerontokan rambut. Hal ini disebabkan oleh tubuh atau pikiran yang sedang mengalami stres akhirnya menyebabkan peradangan pada rambut dan akarnya.

Dalam dunia medis, kerontokan rambut yang dipicu oleh stres disebut sebagai telogen effluvium. Kondisi ini setara dengan alopecia yang memicu kerontokan rambut yang cukup parah. Tak hanya stres emosional karena adanya masalah tertentu, stres yang disebabkan oleh kemacetan, pekerjaan, atau trauma akibat beberapa hal tertentu juga bisa menyebabkan masalah kerontokan.

  1. Mengalami Masalah Anemia

Anemia atau yang lebih sering dikenal dengan kurang darah sebenarnya adalah kondisi yang membuat kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari normal. Kondisi ini juga dipicu oleh

Read the rest

Alternate Day Fasting: Metode dan Manfaatnyah

DokterSehat.Com – Ada banyak sekali metode atau cara diet dengan konsep puasa atau pembatasan waktu makan. Salah satu yang terkenal adalah intermittent fasting. Pola makan dengan intermittent fasting biasanya dibatasi 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan dengan menu yang bebas asal tetap sesuai dengan kalori yang dibutuhkan tubuh.

Apa Itu Alternate Day Fasting?

Kalau intermittent fasting dilakukan seperti puasa pada umumnya, tidak makan selama 16 jam dan makan selama 8 jam saja. Waktu makannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, secara umum berada di atas pukul 12.00 siang.

Alternate Day Fasting hampir sama dengan intermittent fasting. Yang membedakan hanyalah waktu puasanya saja. Kalau Anda melakukan Alternate Day Fasting, waktu puasanya satu hari penuh atau beberapa orang ada yang sampai 36 jam.

Dalam satu hari penuh Anda tidak makan apa-apa, hanya boleh minum air putih atau minuman lain yang tidak memiliki kalori. Selanjutnya hari berikutnya baru boleh mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan atau sampai cukup.

Beberapa modifikasi dari Alternate Day Fasting masih memperbolehkan mengonsumsi makanan di bawah 500 kalori pada hari puasa. Namun, kalau bisa tidak makan apa pun selama hari puasa akan jauh lebih baik lagi.

Alternate Day Fasting dan Penurunan Berat Badan

Kalau saat ini Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, Alternate Day Fasting bisa digunakan sebagai salah satu alternatif yang tepat. Pembatasan kalori harian membuat lemak di tubuh turun perlahan-lahan.

Dari studi yang pernah dilakukan, seseorang yang melakukan Alternate Day Fasting selama kurang lebih 2-12 minggu mampu menurunkan berat badannya sampai 3-8% dari total berat badan yang dimiliki saat memulai diet.

Alternate Day Fasting juga bisa menurunkan lemak di perut yang selama ini sulit sekali diatasi. Lebih lanjut, dari studi yang dilakukan pada tahun 2016, diet jenis ini menurunkan lemak di tubuh dan menjaga massa otot.

Kalau Anda bisa melakukan diet dengan baik dan disertai dengan

Read the rest

7 Diet untuk Menurunkan Berat Badan (Cepat & Efektif)

DokterSehat.Com – Berbagai jenis diet baru bermunculan atau ada perbaikan protokol dari diet lama agar lebih sempurna. Ada berapa jenis diet untuk menurunkan berat badan yang cepat, mudah, efektif, dan tetap sehat.

Diet untuk Menurunkan Berat Badan yang Paling Efektif

Setiap orang memiliki komposisi tubuh yang berbeda-beda. Ada yang memiliki banyak lemak dan ada yang memiliki banyak otot. Dari komposisi ini jenis diet yang dipilih pun bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa jenis diet yang bisa dicoba untuk menurunkan berat badan.

  1. Intermittent fasting

Salah satu jenis diet yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat hingga sekarang adalah intermittent fasting. Diet ini dipilih karena bisa dijalani dengan mudah. Tidak terlalu banyak aturan makan yang harus dipatuhi. Jenis makanan yang dikonsumsi pun tidak dibatasi, berbeda dengan jenis lainnya yang akan dibahas pada nomor selanjutnya.

Diet ini melakukan pembatasan jam makan saja. Sama halnya puasa pada umumnya, tapi pada diet ini air putih masih diperbolehkan karena tidak ada kalorinya. Diet ini biasanya dilakukan dengan tidak sarapan atau makan sekitar pukul 12.00. Selanjutnya jendela makan akan berjalan selama 8 jam atau kurang dari itu lalu puasa lagi.

Manfaat dari diet ini adalah membatasi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Selanjutnya ada kemampuan untuk menurunkan penuaan, meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga meningkatkan fungsi dari otak.

  1. Diet berbasis tumbuhan (vegetarian)

Diet dengan basis tumbuhan memiliki cukup banyak manfaat untuk tubuh karena bisa menurunkan berat badan dengan mudah. Diet ini tetap memberikan rasa kenyang karena tumbuhan dan buah mengandung cukup banyak serat. Selain itu kacang-kacangan juga mengandung lemak yang menyenangkan.

Diet ini mampu mengontrol berbagai jenis kondisi kronis di tubuh seperti diabetes dan juga kanker. Sayangnya, tidak semua tumbuhan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Pada kondisi tertentu, mereka harus tetap memikirkan masalah defisit nutrisi yang hanya bisa didapatkan dari sumber hewani seperti omega-3, vitamin B12, seng, kalsium,

Read the rest