8 Fakta Tentang No Bra Day

By | Oktober 13, 2019


Photo Source: Flickr/zoomzoom

DokterSehat.Com– Setiap tahun tanggal 13 Oktober diperingati sebagai No Bra Day atau Hari Tanpa Memakai Bra Sedunia. Awalnya, hal ini ditujukan sebagai ajang kepedulian pada masalah kanker payudara, namun hal ini justru menjadi kontroversi dan membuat banyak orang berpikir jika penggunaan bra bisa menyebabkan kanker yang sangat mematikan ini. Sebenarnya, seperti apa sih fakta yang benar tentang No Bra Day?

Fakta Tentang No Bra Day

Pakar kesehatan menyebut adalah beberapa fakta terkait dengan No Bra Day. Berikut adalah fakta-fakta tersebut.

  1. Dimulai pada 2011 Silam

Awal mula No Bra Day dirayakan di Amerika Serikat pada 2011 silam. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, tujuan utama dari perayaan ini adalah demi meningkatkan kepedulian tentang deteksi dini kanker payudara. Kampanye ini kemudian viral di media sosial dan diikuti oleh banyak orang di seluruh dunia.

  1. Bra Tidak Terkait dengan Kanker Payudara

Meskipun berhasil viral, No Bra Day justru memicu kontroversi tersendiri. Banyak orang yang kemudian berpikir jika penggunaan bra terkait dengan risiko kanker payudara. Anggapan ini dipicu oleh keberadaan kawat pada bra atau penggunaan bra yang terlalu ketat. Padahal, pakar kesehatan menyebut tidak ada kaitan antara bra dengan kanker tersebut.

  1. Mulai Bergeser ke Hal yang Vulgar

Tak hanya kontroversi tentang anggapan tidak benar terkait penggunaan bra, kini No Bra Day justru lebih menunjukkan sesuatu yang vulgar karena banyak orang yang mengunggah foto bertelanjang dada. Padahal, tujuan awalnya bukanlah hal ini.

  1. Deteksi Dini Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan sendiri atau dalam dunia medis dikenal sebagai Periksa Payudara Sendiri atau SADARI. Cara ini bisa dilakukan sendiri dengan teknik-teknik yang cukup mudah dan praktis untuk dilakukan namun cukup efektif untuk mendeteksi masalah kesehatan ini.

  1. Tidak Memakai Bra Bisa Menurunkan Sensasi Nyeri Pada Tubuh

Bagi sebagian orang, penggunaan bra bisa saja menyebabkan sensasi nyeri pada tulang punggung, leher atau tulang rusuk. Apalagi jika bra yang digunakan terlalu ketat atau terlalu kecil. Dengan melepasnya, tekanan pada bagian-bagian tubuh tersebut akan berkurang dan akhirnya membuat rasa nyeri tersebut hilang.

Hanya saja, tidak semua wanita merasa cukup nyaman untuk melepas bra-nya, khususnya jika mereka masih harus melakukan aktivitas di depan banyak orang. Bagi wanita dengan payudara berukuran kecil, hal ini mungkin tidak akan memberikan masalah, namun bagi wanita dengan payudara berukuran besar, hal ini bisa menyebabkan rasa risih atau kurang nyaman.

  1. Menggunakan Bra Sebenarnya Kurang Bermanfaat

Pakar kesehatan Jean-Dennis Roullion yang berasal dari University of Franche-Comte menyebut penggunaan bra sebenarnya tidak memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Hal ini lebih terkait dengan penampilan atau menghindari rasa malu saja.

  1. Bisa Membantu Sirkulasi Darah di Payudara Menjadi Lebih Baik

Melepas bra akan membuat sirkulasi darah di sekitar payudara atau di bagian bahu menjadi lebih lancar. Jika kita memakainya, bagian tubuh tersebut akan tertekan dan membuat sirkulasi darah terganggu. Hal ini tentu akan memberikan manfaat berupa organ-organ atau jaringan tubuh yang mendapatkan oksigen serta nutrisi yang cukup.

  1. Bisa Membantu Tidur Menjadi Lebih Nyaman

Pakar kesehatan menyarankan kaum hawa untuk melepas bra saat tidur malam demi membuat badan terasa lebih nyaman sehingga tidur pun akan menjadi lebih nyenyak.

Melihat fakta ini, sesekali melepas bra tidak masalah untuk dilakukan.

 

Sumber:

  1. Florio, Gina. 2015. 6 Reasons I’ll Never Wear A Bra Again. bustle.com/articles/118753-6-reasons-ill-never-wear-a-bra-again. (Diakses pada 13 Oktober 2019).





Source link