5 Hal Penting dari Komunikasi dalam Seks

By | Oktober 13, 2019


DokterSehat.Com – Kita selalu menganggap seks sebagai aktivitas fisik saja. Seks adalah aktivitas yang dilakukan dengan mempertemukan alat vital untuk mendapatkan kepuasan. Dengan seks, pasangan bisa menuntaskan libidonya yang naik dan mereka yang ingin mendapatkan momongan bisa melakukan pembuahan dengan mudah.

Seks Tidak Sekadar Aktivitas Fisik

Selain untuk fungsi seksual dan juga prokreasi, seks juga memiliki fungsi psikologis yang cukup penting. Namun,  fungsi psikologis ini kerap diabaikan oleh pasangan dan hanya melakukan seks untuk tujuan kenikmatan saja.

Seks dengan intens memang memberikan kenikmatan, tapi kalau seks tidak didasari dengan komunikasi yang baik, perjalanannya akan berjalan terhambat. Oleh karena itu, komunikasi dalam seks adalah hal wahid yang harus dilakukan.

Pentingnya Komunikasi dalam Seks

Komunikasi adalah syarat utama melakukan seks yang aman dan juga lancar. Tanpa melakukan komunikasi yang baik, berbagai gangguan atau masalah akan sering muncul. Simak pentingnya komunikasi dalam seks di bawah ini.

  1. Mencegah Rasa Bosan Muncul

Seks yang dilakukan hanya karena kebutuhan biologis bisa menyebabkan kebosanan. Pada tahun pertama pernikahan mungkin Anda dan pasangan belum merasakannya karena masih menggebu-gebu untuk melakukannya dan ingin segera mendapatkan momongan. Namun, pada tahun kedua pernikahan baru akan terasa kebosanannya.

Melakukan aktivitas seks yang berulang-ulang akan menyebabkan pikiran jadi bosan. Boleh jadi seks yang dilakukan tetap hebat dan memberikan orgasme yang hebat, tapi lambat laun akan kehilangan rasanya dan Anda mulai malas saat akan memulainya.

Hal ini jarang diperhatikan oleh pasangan khususnya mereka yang baru saja menikah. Setelah menikah seks seperti tidak ada gangguan sama sekali. Namun, setelah menikah akan terjadi beberapa masalah khususnya yang berhubungan dengan kesibukan.

  1. Memahami Keinginan Pasangan

Manfaat komunikasi saat bercinta dengan pasangan adalah tahu apa yang diinginkan oleh suami atau istri. Kalau seks yang dilakukan sekadar mendapatkan orgasme saja, Anda akan malas melakukannya meski orgasme yang didapatkan tetap memberikan kenikmatan secara fisik.

Dengan komunikasi yang intens pasangan bisa tahu apa yang diinginkan. Biasanya pria atau wanita memiliki fantasi seksual tertentu. Kalau komunikasi yang baik tidak terjadi, bagaimana mungkin pasangan tahu apa yang ingin dilakukan agar seks tetap terkesan menyenangkan.

Pria harus memahami apa yang diinginkan oleh pasangan. Mereka bisa memancing pasangan untuk bercerita. Sebaliknya istri juga harus memahami apa yang diinginkan oleh suami. Selama keinginan seks termasuk fantasinya tidak berlebihan dan melukai pasangan bisa dicoba bersama-sama.

  1. Membuat Pasangan Puasa Secara Mental

Kepuasan seks terdiri dari dua hal, pertama kepuasan secara fisik yang ditandai dengan orgasme dan ejakulasi dini. Kedua adalah kepuasan secara psikologis yang akan membuat Anda dan pasangan merasa senang, relaks, dan merasa mampu memberikan yang terbaik untuk dirinya sendiri atau pasangan.

Tanpa komunikasi yang intens, seks hanya sekadar menjadi aktivitas fisik saja. Kepuasan secara psikologi tidak akan terjadi karena seks hanya berfokus untuk mendapatkan orgasme saja. Oleh karena itu, coba lakukan komunikasi dengan baik saat bercinta dan sebelum melakukannya.

Pasangan yang bisa puas secara mental kemungkinan besar lebih bahagia. Hubungan antara dia dan pasangan juga semakin baik. Kedekatan emosional akan terbentuk dengan mudah kalau pasangan mampu saling memuaskan baik secara fisik maupun non fisik.

  1. Meminimalkan Masalah yang Tidak Perlu

Setiap orang pasti memiliki hal yang tidak ingin dilakukan atau pasangan lakukan terhadapnya. Kita ambil contoh sederhana saja, ada pasangan yang suka digigit di sekitar dada saat foreplay. Namun, ada juga pasangan yang membenci hal itu, bahkan bisa membunuh gairahnya secara instan.

Nah, hal-hal seperti ini tentu tidak bisa diketahui secara langsung. Pasangan harus saling memberi tahu apa yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak. Dengan begitu pasangan bisa saling memberikan kenikmatan baik secara fisik maupun psikologis.

Kesalah yang dilakukan sekali dua kali mungkin tidak akan memberikan efek besar. Namun, kalau terus menerus bisa membuat pasangan jadi tidak nyaman. Bahkan bisa saling membenci. Kalau memang ada kesalahan yang terjadi, ada baiknya untuk memberi tahu pasangan. Selanjutnya dicari solusinya bersama-sama.

  1. Mendekatkan Pasangan yang Mulai Renggang

Seks adalah saat paling intim dan dekat antara pria dan wanita. Kalau momen yang dekat ini tidak dimanfaatkan dengan baik untuk melakukan komunikasi, kedekatan antar pasangan akan menurun. Selain itu pasangan juga akan susah mengetahui keinginan yang Anda pendam dalam hati.

Seks akan membuat kedekatan pasutri semakin baik kalau mau menjalin komunikasi. Percekcokan yang tidak perlu juga bisa dihindari kalau mau melakukannya dengan maksimal.

Lakukan seks secara rutin dengan pasangan dan tidak harus hari tertentu. Selanjutnya jangan hanya pria yang mengajak berhubungan badan, wanita pun boleh memintanya. Kalau pria dan wanita sama-sama membutuhkan, tidak akan ada yang merasa lebih. Keduanya sama-sama rata dalam hal urusan seks.

Nah, mulai saat ini jangan menganggap seks hanya masalah aktivitas kepuasan fisik saja. Seks juga menggunakan pikiran dan perasaan khususnya pada wanita. Semoga bermanfaat!

 

 

Sumber:

  1. Mintz, Laurie. 2017. Sexual Communication: The Bedrock to Make Your Bed Rock. https://www.psychologytoday.com/us/blog/stress-and-sex/201712/sexual-communication-the-bedrock-make-your-bed-rock. (Diakses pada 13 Oktober 2019)
  2. Carey, Elea. 2017. How to Talk About Sex. https://www.healthline.com/health/healthy-sex-partner-communication. (Diakses pada 13 Oktober 2019)
  3. Logan, Liz. 2017. The Importance Of Communication During Sex. https://ravishly.com/importance-communication-during-sex. (Diakses pada 13 Oktober 2019)
  4. Marriage. 2019. 7 Ways to Start Sexual Communication and Overcome the Difficulties You Face. https://www.marriage.com/advice/communication/start-sexual-communication/. (Diakses pada 13 Oktober 2019)

 





Source link