5 Efek Samping Begadang pada Pria dan Solusinya

By | Oktober 15, 2019


DokterSehat.Com – Perhelatan sepak bola dari berbagai liga di Eropa dan Amerika tidak pernah sepi dan selalu saja muncul tengah malam. Dampaknya, banyak sekali pria yang begadang untuk menyaksikan pagelaran itu hampir setiap hari. Nah, pertanyaannya adalah adakah dampak begadang pada kesehatan pria?

Efek Begadang pada Kesehatan Pria

Setiap pria memang memiliki kesenangan sendiri-sendiri. Ada yang suka sekali menikmati pertandingan sepak bola dan ada yang suka membaca. Kalau Anda suka sekali menyaksikan pertandingan bola, apalagi sampai begadang di tengah malam, ada baiknya untuk selalu hati-hati.

Mungkin Anda bisa menggunakan kopi untuk membuat mata jadi melek. Esok harinya saat bekerja juga mendapatkan suplai kafein agar tidak mengantuk. Namun, kalau hal ini terus dilakukan bahkan setiap hari, kemungkinan besar bisa memicu banyak sekali masalah pada tubuh.

Apalagi kita membutuhkan tidur sekitar 7-9 jam setiap harinya. Kalau Anda begadang hampir setiap hari, kemungkinan besar akan terjadi beberapa masalah karena waktu tidur yang semakin menurun. Berikut beberapa efek dari kebiasaan begadang dan gangguan tidur pada pria.

  1. Cepat Memicu Obesitas

Salah satu kebiasaan terburuk dari pria saat menyaksikan pertandingan bola entah itu kejuaraan atau pertandingan  liga di Eropa dan Amerika adalah ngemil. Agar pria tidak mudah sekali mengantuk saat malam hari mereka kerap menyiapkan aneka makanan atau makanan ringan untuk disantap saat pertandingan usai.

Makan di malam hari dengan takaran yang tidak diatur bisa menyebabkan obesitas. Kita akan mengalami surplus kalori harian sehingga tubuh akan menimbun lemak dengan cepat tanpa bisa dicegah. Bahkan, meski terlihat tidak kenyang, pria akan terus melakukan surplus kalori.

Kalau tidak ingin aktivitas begadang menyebabkan obesitas, pria disarankan untuk ngemil secara sehat. Hindari gorengan, kacang-kacangan, keripik, dan aneka minuman manis dan bersoda. Anda bisa mengonsumsi buah atau sayuran yang diolah menjadi makanan seperti jus.

  1. Menjadi Lemas pada Siang Hari

Karena pertandingan biasanya usai saat dini hari, pria jadi tidak memiliki waktu untuk tidur dengan nyenyak kecuali akhir pekan. Mereka tetap harus bangun pagi hari untuk berangkat ke kantor dan bekerja sampai sore. Kalau pertandingan saat akhir pekan mungkin tidak akan jadi masalah kalau ingin begadang.

Karena tubuh tidak memiliki cukup energi karena kurang tidur, pria akan kerap lemas saat siang hari. Mereka juga akan mengalami penurunan konsentrasi. Pekerjaan bisa saja berantakan dan tidak bisa diselesaikan dengan maksimal. Hal seperti ini tentu akan sangat merugikan untuk dirinya sendiri atau tempat bekerja.

Lebih lanjut, hal-hal berbahaya juga bisa terjadi di tempat kerja. Misal seseorang sedang bekerja di jalanan sebagai kurir atau supir. Kalau mereka mengantuk dan tidak bisa menguasai jalanan, kemungkinan terjadi tabrakan akan besar.

  1. Terjadi Penurunan Libido dan Kualitas Seksual

Kualitas seksual dari pria juga akan menurun cukup besar dan menyebabkan mereka tidak bisa menikmati aktivitas bercinta dengan pasangan. Pria yang sering begadang biasanya mengalami penurunan kadar hormon testosteron di dalam tubuh sehingga kemampuan ereksi kerap terjadi.

Lebih lanjut, kondisi pria yang terlalu lelah juga menyebabkan staminanya menurun. Kalau stamina ini tidak bisa dinaikkan, pria mudah keok di atas ranjang dan tidak bisa memberikan seks yang hebat kepada pasangannya.

  1. Mudah Mengalami Sakit

Daya tahan tubuh pria akan menurun perlahan-lahan. Penurunan daya tahan ini bisa terjadi karena tubuh selalu lelah setiap hari. Pria akan susah mempertahankan kondisinya sehingga radikal bebas yang masuk akan mudah sekali menyerang dan tidak bisa dibendung lagi.

Pria yang mengalami penurunan daya tahan tubuh biasanya mudah sekali mengalami sakit. Beberapa sakit ringan seperti flu dan batuk akan mudah masuk. Selanjutnya pria juga berisiko terkena penyakit lain seperti diabetes hingga gangguan kardiovaskular.

  1. Mengalami Penurunan Fertilitas

Saat pria mengalami kegemukan, efek domino lain akan muncul dan menyebabkan mereka mengalami penurunan kesuburan. Lapisan lemak yang ada di dalam tubuh menyebabkan kadar hormon testosteron yang ada di dalam tubuh menurun.

Penurunan kadar hormon tersebut tidak hanya berdampak pada kemampuan seksual pada pria saja. Namun, berdampak juga pada kesuburan sehingga kemampuan pria untuk melakukan pembuahan sulit terjadi.

Cara Menstabilkan Kebiasaan Begadang

Kalau Anda memiliki kebiasaan begadang atau malah mengalami gangguan tidur, lakukan beberapa hal ini untuk menstabilkannya.

  • Sebisa mungkin untuk memenuhi kekurangan jam tidur. Misal Anda akan melihat tayangan pukul 24.00. Saat sore tidurlah dahulu baru bangun.
  • Lakukan olahraga secara rutin setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu tampil sempurna.
  • Sebisa mungkin untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung cukup banyak antioksidan. Dengan melakukan itu tubuh tidak akan mudah sakit.
  • Sebisa mungkin menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.
  • Pahami kondisi fisik. Kalau memang tidak memungkinkan untuk begadang, jangan lakukan.

Begadang untuk menyaksikan acara bola boleh saja dilakukan. Namun, tetap perhatikan durasi tidur dan apa yang dikonsumsi agar tubuh tetap sehat dan bebas dari penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

 

 

Sumber:

  1. Mercado, Mia. 2017. 7 Ways Staying Up Late Could Be Harmful To Your Health. https://www.bustle.com/p/7-ways-staying-up-late-could-be-harmful-to-your-health-5482908. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  2. Cornforth, Tracee. 2019. How Lack of Sleep May Affect Your Fertility. https://www.verywellfamily.com/make-the-most-of-sleep-and-sunlight-3522556. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  3. Doheny, Kathleen. 2016. Sleep Can Affect Male Fertility. https://www.webmd.com/men/news/20161019/sleep-can-affect-male-fertility#1. (Diakses pada 15 Oktober 2019)
  4. Sleep Apnea Org. 2019. Men’s Health Week: What happens when men don’t sleep well. https://www.sleepapnea.org/mens-health-week-what-happens-when-men-dont-sleep-well/. (Diakses pada 15 Oktober 2019)

 





Source link