Waspada, Es Krim Bisa Picu Keracunan

By | September 12, 2019


Photo Source: Flickr/coolmikeol

DokterSehat.Com– Es krim adalah salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang. Ada yang menjadikannya hidangan penutup setelah makan, namun kebanyakan orang menjadikannya camilan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih cermat mengonsumsi es krim karena bisa menyebabkan keracunan makanan.

Es Krim yang Bisa Memicu Keracunan Makanan

Pakar kesehatan menyebut tidak semua es krim berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Hanya saja, jika kita tidak memilih atau menyimpan es krim dengan baik, ada kemungkinan makanan ini akan menyebabkan masalah keracunan. Sebagai contoh, kita terbiasa membekukan kembali es krim yang sebenarnya sudah cair sebelumnya. Meski terlihat sebagai sesuatu yang wajar dilakukan, hal ini bisa membuat es krim menjadi kurang sehat.

Kandungan gula yang tinggi di dalam es krim bisa menjadi tempat yang cocok untuk perkembangan bakteri listeria. Jika kita menempatkan es krim di luar ruangan dan membiarkannya mencair, bisa jadi bakteri ini akan masuk ke dalam es krim. Jika kita kemudian membekukannya kembali, bakteri ini tidak akan mati dan saat kita kembali mengonsumsi es krim tersebut, bisa jadi akan menyebabkan gangguan pencernaan layaknya diare, mual-mual, hingga sensasi nyeri otot.

Hal lain yang bisa menyebabkab keracunan adalah jika kita memakai wadah atau sendok es krim yang tidak higienis. Sebagai contoh, jika kita membeli es krim namun mendapatkan sendok yang sudah terpapar debu, bisa jadi sendok ini sudah dipenuhi bakteri yang bisa saja menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan.

Selain itu, jika kita membeli es krim dengan sembarangan, bisa jadi di dalam es krim ini sudah terdapat bakteri salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Sebagai informasi, bakteri ini bisa ditemukan di dalam telur mentah, salah satu bahan yang bisa digunakan saat proses pembuatan es krim.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita lebih cermat dalam memilih atau menyimpan es krim demi mencegah keracunan makanan. Sebagai contoh, kita sebaiknya langsung menyimpan kembali es krim d dalam lemari es setelah mengambilnya sebagian. Selain itu, jangan menyimpan es krim di pintu kulkas atau menempatkannya dekat dengan daging mentah di dalam bagian freezer.

Bahaya Lain dari Sembarangan Makan Es Krim

Selain bisa memicu keracunan, ada berbagai dampak lain yang bisa dirasakan jika kita sembarangan makan es krim, khususnya jika mengonsumsinya dengan berlebihan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Kolesterol

Banyak orang yang menganggap makanan dengan kandungan kolesterol tinggi sebagai gorengan atau makanan bersantan saja. Padahal, es krim jika dikonsumsi dengan berlebihan juga bisa memicu peningkatan kolesterol. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan lemak jenuh di dalamnya.

Jika kita mengonsumsi es krim satu porsi saja, maka kita bisa mendapatkan kolesterol sebanyak 25 mg. Hal ini berarti, jika konsumsi es krim berlebihan atau terlalu sering, bisa jadi akan menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

  1. Gula

Terdapat beberapa jenis es krim yang memiliki kandungan gula lebih dari 20 gram di setiap porsinya. Masalahnya adalah kita diminta untuk membatasi asupan gula harian maksimal 50 gram. Jika kita makan es krim dengan berlebihan, dikhawatirkan hal ini akan menyebabkan peningkatan risiko terkena diabetes dan obesitas.

  1. Kafein

Banyak es krim yang memiliki kandungan kafein yang bisa memberikan pengaruh pada hormon stres dan tekanan darah jika terlalu banyak dikonsumsi.

  1. Gelatin

Kandungan gelatin bisa membuat es krim menjadi lebih kental. Mengonsumsinya dengan berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

  1. Pewarna dan Perasa Buatan

Bahan kimia di dalam es krim bisa saja memicu gangguan pencernaan, alergi, hingga asma jika terlalu sering dikonsumsi.

 

Sumber:

  1. Firman, Tehrene. 2018. I Scream, You Scream, Because This Common Ice Cream Mistake Could Give You Food Poisoing. wellandgood.com/good-food/melted-ice-cream-food-poisoning. (Diakses pada 12 September 2019).





Source link