Vitamin B6: Manfaat, Sumber, Dosis, Dll

By | Oktober 10, 2019


DokterSehat.Com – Tubuh membutuhkan asupan nutrisi untuk dapat berfungsi dengan baik. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh setiap harinya adalah vitamin B6. Salah satu jenis vitamin B kompleks ini dapat ditemukan dari sumber makanan atau dapat juga berupa suplemen. Ketahui selengkapnya tentang vitamin B6 berikut ini!

Apa Itu Vitamin B6?

Vitamin B6 atau piridoksin adalah salah satu jenis vitamin B kompleks. Vitamin ini termasuk ke dalam jenis vitamin larut air, sama seperti vitamin B kompleks lainnya.

Vitamin B sumbernya dapat berasal dari makanan dan dapat juga didapatkan dalam bentuk vitamin yang dapat tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, hingga cairan injeksi. Vitamin B6 sering kali hadir dalam bentuk kombinasi dengan vitamin B kompleks lainnya.

Piridoksin memiliki peran penting dalam metabolisme gula, lemak, dan protein. Selain itu, vitamin ini juga sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak, saraf, kulit, dan bagian tubuh lainnya.

Manfaat Vitamin B6

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vitamin B6 menjalani beberapa fungsi penting dalam tubuh. Berikut adalah berbagai manfaat vitamin B6 bagi tubuh:

  • Meningkatkan mood dan mengurangi gejala depresi
  • Mendukung kesehatan otak dan menurunkan risiko penyakit seperti Alzheimer
  • Mencegah dan mengatasi anemia dengan meningkatkan produksi hemoglobin
  • Mengurangi gejala PMS
  • Mengatasi morning sickness selama kehamilan
  • Mencegah penyumbatan arteri dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
  • Menjaga kesehatan mata
  • Mengatasi peradangan terkait dengan rheumatoid arthritis

Sumber Vitamin B6

Vitamin B6 dapat ditemukan dalam berbagai makanan. Berikut adalah makanan yang mengandung vitamin B6 paling banyak:

  • Ikan salmon
  • Tuna
  • Dada ayam tanpa lemak
  • Hati ayam
  • Daging sapi
  • Telur
  • Susu
  • Ubi
  • Pisang
  • Kentang
  • Alpukat
  • Wortel
  • Bayam
  • Sereal dan makanan olahan lain yang diperkaya vitamin B6

Jumlah Kebutuhan Vitamin B6 Harian

Jumlah asupan harian vitamin B6 yang disarankan pada setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada usia dan kondisinya. Berikut adalah asupan vitamin B6 yang disarankan:

  • Bayi usia 0-6 bulan: 0,1 mg
  • Bayi usia 7-12 bulan: 0,3 mg
  • Anak usia 1-3 tahun: 0,5 mg
  • Anak usia 4-8 tahun: 0,6 mg
  • Anak usia 9-13 tahun: 1 mg
  • Pria usia 14-50 tahun: 1,3 mg
  • Pria di atas 50 tahun: 1,7 mg
  • Wanita usia 14-18 tahun: 1,2 mg
  • Wanita usia 19-50 tahun: 1,3 mg
  • Wanita usia di atas 50 tahun: 1,5 mg
  • Wanita hamil: 1,9 mg
  • Ibu menyusui: 2 mg

Dampak Kekurangan Vitamin B6

Asupan vitamin B6 yang kurang dan kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan seseorang kekurangan vitamin B6 atau disebut juga dengan defisiensi vitamin B6.

Vitamin B6 menjalankan beberapa peran penting dalam tubuh, sehingga tentunya defisiensi vitamin B6 dapat membuat beberapa fungsi tubuh tidak berjalan dengan baik. Defisiensi vitamin B6 sering dibarengi dengan defisiensi vitamin B kompleks lain seperti folat dan vitamin B12.

Beberapa gejala yang muncul akibat kekurangan vitamin B6 dapat meliputi:

  • Munculnya ruam yang gatal, berminyak, dan bersisik di kulit kepala, wajah, leher, atau dada bagian atas
  • Bibir kering dan pecah-pecah hingga menyebabkan sulit makan dan berbicara
  • Glossitis yang menyebabkan lidah bengkak, sakit, dan meradang
  • Perubahan suasana hati
  • Kekebalan tubuh melemah
  • Mudah lelah dan energi menurun
  • Kesemutan dan nyeri pada tangan dan kaki akibat kerusakan saraf
  • Kejang, lebih sering terjadi pada bayi tapi dapat juga terjadi pada orang dewasa
  • Kadar homosistein tinggi dalam darah.

Faktor Risiko Kekurangan Vitamin B6

Selain akibat dari asupan hariannya yang kurang, beberapa kondisi juga dapat menyebabkan seseorang berpotensi besar mengalami defisiensi vitamin B6. Faktor risiko tersebut meliputi:

  • Pecandu alkohol. Alkohol dapat menyebabkan hilangnya vitamin B6 dan penghancuran vitamin B6 dari tubuh.
  • Gangguan fungsi ginjal. Seseorang dengan penyakit ginjal dan menjalani dialisis (cuci darah) berisiko kekurangan vitamin B6.
  • Penyakit autoimun. Seseorang dengan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, penyakit Celiac, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau gangguan autoimun lain yang menghambat penyerapan nutrisi dapat menyebabkan kadar vitamin B6 rendah.

Dampak Kelebihan Vitamin B6

Asupan vitamin B6 tinggi melalui makanan belum terbukti berbahaya. Penggunaan suplemen vitamin B6 dalam dosis yang tepat juga aman untuk dilakukan.

Meskipun begitu, kelebihan vitamin B6 juga dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Ataksia, kurangnya kontrol otot atau koordinasi gerakan sukarela
  • Munculnya lesi kulit yang menyakitkan
  • Gangguan pada saluran pencernaan seperti mual dan heartburn
  • Sensitivitas terhadap sinar matahari
  • Mati rasa
  • Berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit atau suhu ekstrem

Dosis Vitamin B6 untuk Pengobatan

Penggunaan suplemen vitamin B6 bisa dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi. Berikut adalah dosis suplemen B6 yang disarankan:

  • Anemia sideroblastik: Dosis awal 200-600 mg. Dosis dikurangi menjadi 30-50 mg per hari setelah respons yang memadai.
  • Defisiensi vitamin B6: Dosis umum untuk orang dewasa adalah 2,5-25 mg setiap hari selama tiga minggu, kemudian menjadi 1,5-2,5 mg per hari sesudahnya. Dosis untuk wanita yang menggunakan pil KB adalah 25-30 mg per hari.
  • Kadar homosistein tinggi dalam darah: Dosisnya adalah 50-200 mg untuk mengurangi kadar homosistein dalam darah setelah makan. Vitamin B6 juga diberikan sebanyak 100 mg dalam kombinasi dengan 0,5 mg asam folat.
  • Makula degeneratif terkait usia: 50 mg vitamin B6 dalam bentuk piridoksin digunakan dalam kombinasi dengan 1000 mcg vitamin B12 dan 2500 mcg asam folat selama sekitar 7 tahun.
  • Batu ginjal: 25-500 mg per hari.
  • Morning sickness: 10-25 mg diminum 3 atau 4 kali sehari.
  • PMS: 50-100 mg vitamin B6 digunakan setiap hari. Dapat juga dikombinasikan dengan 200 mg magnesium.
  • Tardive dyskinesia: 100 mg per hari, ditingkatkan setiap minggu hingga 400 mg perhari, diberikan dalam dua dosis terbagi.

Interaksi Obat Vitamin B6

Penggunaan suplemen vitamin B6 bersama dengan obat lain dapat menyebabkan interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas obat atau meningkatkan kemungkinan efek samping. Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan vitamin B6:

  • Altretamine
  • Barbiturat
  • Antikonvulsan
  • Levodopa

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan suplemen vitamin B6 apabila Anda sedangkan menggunakan obat lain baik itu suplemen, obat resep, obat non-resep, maupun herbal.

 

Sumber:

  1. Mayo Clinic. 2017. Vitamin B-6. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-b6/art-20363468. (Diakses 10 Oktober 2019).
    Streit, Lizzie. 2018. 9 Health Benefits of Vitamin B6 (Pyridoxine). (Diakses 10 Oktober 2019).
  2. McCulloch, Marsha. 2018. 9 Signs and Symptoms of Vitamin B6 Deficiency. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b6-deficiency-symptoms. (Diakses 10 Oktober 2019).
  3. WebMD. PYRIDOXINE (VITAMIN B6). https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6. (Diakses 10 Oktober 2019).
  4. Whelan, Corey. 2017. 15 Vitamin B-6 Rich Foods. https://www.healthline.com/health/vitamin-b6-foods. (Diakses 10 Oktober 2019).
  5. Whitbread, Daisy. 2019. Top 10 Foods Highest in Vitamin B6. https://www.myfooddata.com/articles/foods-high-in-vitamin-B6.php. (Diakses 10 Oktober 2019).





Source link