Unggahan Facebook Bisa Tunjukkan Risiko Diabetes

Unggahan Facebook Bisa Tunjukkan Risiko Diabetes

[ad_1]

diabetes-dan-insulin-doktersehat

DokterSehat.Com– Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Pennsylvania University, Amerika Serikat, dihasilkan fakta bahwa unggahan di media sosial, khususnya Facebook bisa menandakan masalah kesehatan tertentu, khususnya diabetes. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Kaitan antara status Facebook dengan risiko diabetes

Dalam penelitian yang melibatkan 999 partisipan dengan usia dewasa ini, para peneliti menganalisa penggunaan kata-kata yang sering digunakan para partisipan. Selain itu, gaya hidup sehari-hari dan kondisi kesehatannya juga dicek. Hasilnya adalah, mereka yang sering menggunakan kata-kata “Tuhan” serta “berdoa” dalam tulisan statusnya memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 15 kali lebih besar dibandingkan dengan yang jarang menuliskannya.

Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan di Pew Research Center pada Januari 2019 lalu menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang taat menjalankan agama memang cenderung tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, dua hal yang bisa mempengaruhi risiko diabetes, namun para peneliti menemukan fakta lain bahwa mereka yang kerap hadir di acara keagamaan bisa jadi memiliki pola makan yang kurang baik sehingga memiliki berat badan berlebihan. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya diabetes.

Dalam penelitian terakhir, disebutkan bahwa banyak acara keagamaan yang menyajikan makanan dan minuman dengan kandungan kalori atau gula yang tinggi. Selain itu, sebagian acara keagamaan juga diadakan di malam hari sehingga mengonsumsinya tentu akan membuat risiko terkena kegemukan semakin meningkat.

Para peneliti berharap pakar kesehatan mulai mempertimbangkan media sosial sebagai salah satu cara untuk mengecek kondisi kesehatan banyak orang. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan pengguna media sosial mengunggah kebiasaan makan atau olahraganya sehari-hari. Selain itu, media sosial juga sering dijadikan ajang untuk mencurahkan suasana hati yang bisa saja terkait dengan kondisi mental tertentu.

Beberapa faktor risiko pemicu diabetes

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali faktor yang memicu peningkatan risiko diabetes. Hanya saja, seringkali masalah kesehatan ini memang terkait dengan faktor gaya hidup yang tidak sehat.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan risiko diabetes meningkat dengan signifikan.

  1. Resistensi insulin

Selain karena dipengaruhi oleh faktor genetik, terkadang resistensi insulin juga terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat. Masalahnya adalah jika sampai hal ini terjadi, pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin dengan cukup yang akhirnya membuat gula darah tidak bisa dimetabolisme sebagai sumber energi sel. Kadar gula darah pun meningkat dengan drastis dan memicu datangnya diabetes.

Jika kita menerapkan pola makan yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan kalori, pankreas akan bekerja dengan jauh lebih keras demi memproduksi insulin untuk memetabolisme gula darah. Sayangnya, hal ini bisa membuat pankreas mengalami kerusakan atau penurunan fungsi sehingga menyebabkan resistensi insulin.

  1. Faktor keturunan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, diabetes termasuk dalam penyakit yang bersifat menurun. Jika keluarga seperti orang tua mengidap masalah kesehatan ini, risiko untuk terkena penyakit yang sama akan meningkat, apalagi jika kita tidak menerapkan gaya hidup yang sehat.

  1. Berada di bagian ras atau etnis tertentu

Pakar kesehatan menyebut orang-orang dari Benua Asia, Amerika, Hispanik, dan mereka yang berasal dari raas Afrika-Amerika lebih rentan terkena diabetes. Hanya saja, mereka yang memiliki budaya pola makan tidak sehat seperti hobi mengonsumsi makanan cepat saji juga memiliki risiko yang besar terkena penyakit ini.

Masyarakat Indonesia juga rentan terkena diabetes karena konsumsi nasi yang cukup banyak setiap hari, hobi ngemil, namun dikenal kurang gerak.

  1. Faktor usia

Mereka yang sudah memiliki usia lebih dari 45 tahun memiliki risiko diabetes lebih besar, namun jika kita menerapkan gaya hidup tidak sehat sejak usia dini, risiko terkena diabetes di usia produktif akan semakin meningkat.



[ad_2]

Source link

AKDSEO