Tubuh Kurus Meski Banyak Makan, Jangan Senang Dulu

By | August 30, 2019


photo source: freepik.com/rawpixel

DokterSehat.Com– Banyak orang yang mengaku senang karena tubuhnya tetap kurus meski sudah banyak makan. Hal ini dianggap sebagai keuntungan tersendiri. Tanpa perlu bersusah payah menjalankan program diet atau berolahraga keras, berat badan akan terjaga. Masalahnya adalah pakar kesehatan justru menyarankan kita untuk lebih waspada jika tubuh tetap kurus meski sudah banyak makan.

Tubuh Kurus Meski Banyak Makan Bisa Jadi Menandakan Masalah Tiroid

Pakar kesehatan menyebut tubuh yang tetap kurus meski kita cenderung menerapkan pola makan yang sembarangan bisa jadi dipicu oleh gangguan kelenjar tiroid, tepatnya masalah hipertiroid. Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon tiroid hingga melebih normal. Hal ini ternyata berimbas pada meningkatnya aktivitas sel-sel serta organ tubuh.

Dampak dari kondisi ini adalah meningkatnya denyut jantung secara drastis. Aktivitas usus dalam mencerna makanan juga cenderung meningkat. Hal ini bisa membuat frekuensi buang air besar meningkat, diare, hingga berat badan yang turun atau tidak mudah naik meski sudah cukup banyak makan.

Gejala lain yang bisa dialami dari masalah hipertiroid adalah mata yang terlihat membengkak, munculnya benjolan pada leher layaknya gondok, hingga tubuh yang mudah lelah, tidak nyaman saat suhu udara panas, dan gejala lainnya.

Satu hal yang pasti, jika berat badan cenderung menurun meski kita sudah banyak makan, jangan ragu untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi memastikan apa penyebabnya dan segera mengatasinya.

Berbagai tanda lain dari masalah tiroid yang sebaiknya kita waspadai

Pakar kesehatan menyebut gangguan tiroid bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin atau usia. Mengingat dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan tubuh, sebaiknya kita mewaspadai gejala-gejala dari masalah tiroid seperti sebagai berikut.

  1. Peningkatan kadar kolesterol

Orang-orang yang mengalami masalah tiroid cenderung memiliki risiko lebih besar untuk terkena masalah kolesterol tinggi. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang kesulitan untuk memecah kolesterol. Pakar kesehatan menyebut hal ini sering terjadi pada orang dengan masalah hipotiroidisme atau kondisi yang membuat hormon tiroid jumlahnya kurang dari normal.

Sebaliknya, jika kita mengalami masalah hipertiroidisme, maka kadar kolesterol biasanya akan menurun drastis.

  1. Mengalami masalah pada suhu tubuh

Tiroid memiliki peran besar dalam mengendalikan suhu tubuh. Jika sampai mengalami masalah, maka akan membuat kita cenderung kesulitan beradaptasi dengan suhu udara. Kita bisa merasakan sensasi tubuh yang kedinginan atau kepanasan padahal orang lain tidak mengalaminya sama sekali.

Mereka yang mengalami masalah hipertiroidisme cenderung mudah kepanasan. Sebaliknya, mereka dengan masalah hipotiroidisme cenderung sering mengalami kedinginan.

  1. Mengalami masalah denyut jantung

Jika sampai jumlah hormon tiroid berlebihan, maka denyut jantung akan meningkat dengan drastis. Masalahnya adalah hal ini bisa saja meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung, apalagi jika di dalam pembuluh darah sudah mengalami plak yang menumpuk.

  1. Masalah pada kuku

Mereka yang mengalami masalah hipotiroidisme cenderung memiliki kadar tirosin dan selenium yang rendah. Hal ini bisa membuat kuku menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

  1. Mudah mengalami masalah mental

Pakar kesehatan menyebut orang-orang yang mengalami masalah gangguan tiroid cenderung lebih rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Mereka juga cenderung mudah mengalami kelelahan, insomnia, hingga sulit untuk berkonsentrasi.

Melihat dampak-dampak buruk yang bisa kita alami jika mengalami masalah tiroid, sebaiknya tidak menyepelekan gejala-gejalanya dan segera memeriksakan kondisi kesehatan tubuh jika mengalaminya.





Source link