Strabismus (Mata Juling): Penyebab, Gejala, & Pengobatan

By | August 28, 2019


DokterSehat.Com– Mata juling atau strabismus adalah suatu kondisi yang ditandai dengan ketidaknormalan letak satu mata dengan mata lainnya, sehingga garis penglihatan tidak sejajar dan pada waktu yang sama, kedua mata tidak melihat pada benda yang sama.

Strabismus adalah kondisi yang lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pad orang dewasa di kemudian hari. Penyebab mata juling pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, biasanya karena berbagai kondisi medis, seperti cerebral palsy atau stroke. Mata juling biasanya dapat dikoreksi dengan lensa korektif, pembedahan, atau kombinasi keduanya.

Jenis Strabismus

Strabismus atau mata juling terbagi menjadi beberapa jenis, berikut di antaranya:

1. Esotropia Akomodatif

Jenis strabismus ini sering terjadi pada kasus rabun dekat yang tidak diobati dan kecenderungan genetik (keturunan dari keluarga). Karena kemampuan fokus terkait dengan di mana mata melihat, upaya lebih fokus diperlukan ketika melihat objek yang jauh dengan fokus yang jelas dapat menyebabkan mata berputar ke dalam.

Gejalan esotropia akomodatif meliputi penglihatan ganda, memicingkan kedua mata atau menutup satu mata saat melihat sesuatu yang dekat, dan memiringkan atau memutar kepala. Strabismus jenis ini biasanya dimulai pada beberapa tahun pertama kehidupan. Kondisi ini biasanya diatasi dengan kacamata, tetapi mungkin juga memerlukan penutup mata, atau memerlukan operasi pada otot-otot satu atau kedua mata.

2. Exotropia Intermiten

Satu mata akan terpaku atau terkonsentrasi pada satu objek, sementara mata lainnya mengarah ke luar. Gejala dari jenis strabismus ini di antaranya penglihatan ganda, sakit kepala, kesulitan membaca, kelelahan mata, dan menutup satu mata saat melihat objek yang jauh atau ketika dalam cahaya terang.

Pasien penderita exotropia intermiten mungkin tidak memiliki gejala, sementara deviasi okular (perbedaan) dapat diperhatikan oleh orang lain. Eksotropia intermiten dapat diderita orang dengan usia berapa pun. Perawatannya mungkin menggunakan kacamata, penambalan, latihan mata, atau operasi pada otot-otot satu atau kedua mata.

3. Esotropia Infantil

Kondisi jenis strabismus ini ditandai dengan beberapa putaran ke dalam pada kedua mata bayi yang biasanya dimulai sebelum usia enam bulan. Biasanya tidak ada jumlah rabun jauh yang signifikan dan tidak bisa diatasi dengan kacamata. Pandangan mata yang membelok ke dalam mungkin mulai secara tidak teratur, tetapi sifatnya segera konstan. Ini terjadi ketika anak memandang jarak yang jauh dan dekat. Perawatan untuk jenis strabismus ini adalah operasi pada otot-otot satu atau kedua mata untuk memperbaiki pandangan yang sejajar.

Meski jarang, porang dewasa juga dapat mengalami strabismus. Biasanya misalignment okular pada orang dewasa disebabkan oleh stroke, tetapi juga dapat terjadi akibat trauma fisik atau dari strabismus masa kanak-kanak yang sebelumnya tidak diobati atau telah kambuh atau berkembang. Strabismus pada orang dewasa dapat diobati dengan berbagai cara, seperti pengamatan, penambalan, menggunakan kacamata prisma, atau operasi strabismus.

Strabismus kondisi yang dapat dibedakan dengan posisi mata, berikut di antaranya:

  • Hipertropia adalah ketika mata berbalik ke atas
  • Hipotropia adalah ketika mata berbalik ke bawah
  • Esotropia adalah ketika mata berputar ke dalam
  • Exotropia adalah ketika mata berputar keluar

Penyebab Strabismus

Sebagian besar strabismus disebabkan oleh kelainan kontrol neuromuskuler gerakan mata. Strabismus adalah kondisi yang biasanya diwariskan dari anggota keluarga yang menderita strabismus. Sekitar 30 persen anak-anak dengan strabismus memiliki anggota keluarga dengan masalah yang sama. Kondisi lain yang menjadi penyebab mata juling termasuk:

  • Kesalahan bias yang tidak dikoreksi
  • Penglihatan yang buruk di satu mata
  • Cerebral palsy
  • Down Syndrome
  • Hydrocephalus (penyakit bawaan yang menyebabkan penumpukan cairan di otak)
  • Tumor otak
  • Stroke (biasanya penyebab mata juling pada orang dewasa)
  • Cidera kepala, yang merusak area otak yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan mata, saraf yang mengontrol pergerakan mata, dan otot-otot mata
  • Masalah neurologis (sistem saraf)
  • Penyakit Graves (produksi hormon tiroid berlebihan)

Gejala Strabismus

Jika mengalami mata juling, mata Anda kemungkinan mengarah ke dalam atau ke luar, bahkan fokus ke arah yang berbeda. Selain itu, berikut ini beberapa tanda dan gajala strabismus lainnya:

  1. Mata juling (pandangan menyilang)
  2. Mata tidak mengarah pada objek yang sama
  3. Gerakan mata yang tidak terkoordinasi
  4. Penglihatan ganda
  5. Kelelahan mata atau sakit kepala
  6. Ketajaman penglihatan menurun

Gejala mata juling yang konstan biasanya penderita mengalami kelelahan atau tidak enak badan.

Diagnosis Mata Juling

Guna mencegah kehilangan penglihatan, diagnosis strabismus secara dini dan pengobatan adalah langkah yang penting. Jika mengalami gejala mata juling, segera periksakan ke dokter mata. Spesialis mata akan melakukan serangkaian tes untuk memeriksa kesehatan mata dengan langkah berikut:

  1. Tes refleks cahaya kornea untuk memeriksa mata juling
  2. Tes ketajaman penglihatan untuk menentukan seberapa baik mata dapat membaca dari kejauhan
  3. Tes penutup atau buka untuk mengukur pergerakan dan ketidak normalan arah mata
  4. Tes retina untuk memeriksa bagian belakang mata

Bila merasakan gejala fisik lainnya disertai mata juling, dokter akan memeriksa otak dan sistem saraf untuk kondisi lainnya. Misalnya, dokter melakukan tes untuk memeriksa cerebral palsy atau sindrom Guillain-Barré.

Sementara itu, jika bayi baru lahir memiliki mata juling yang bertahan di atas usia tiga bulan, segera periksakan ke dokter. Bayi yang memiliki mata juling harus menjalani pemeriksaan mata sebelum berusia 3 tahun.

Pengobatan Mata Juling

Strabismus atau mata juling dapat diobati dengan berbagai cara oleh spesialis mata, berikut di antaranya:

1. Pengobatan Secara Dini

Jika umur anak penderita strabismus sampai 9 tahun tidak diobati, maka bisa terjadi gangguan penglihatan yang permanen pada mata yang terkena (ambliopia). Pada anak-anak yang lebih kecil, ambliopia lebih cepat terjadi; sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama. Karena itu semakin dini pengobatan dilakukan, maka gangguan penglihatan yang terjadi tidak terlalu berat dan respons yang diberikan akan lebih baik.

2. Terapi Tutup Mata

Menutup mata yang normal dengan sebuah penutup bisa memperbaiki penglihatan pada mata yang juling dengan cara memaksa otak untuk menerima suatu gambaran dari mata tanpa menghasilkan penglihatan ganda. Memperbaiki fungsi penglihatan akan memberikan peluang yang lebih baik terhadap perkembangan penglihatan 3 dimensi yang normal.

3. Pembedahan

Setelah penglihatan pada kedua mata sejajar, bisa dilakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga dapat menarik mata dengan kekuatan yang sama.

4. Penggunaan Kacamata & Obat Mata

Esotropia akomodatif pada anak penderita rabun dekat bisa diatasi dengan kacamata sehingga pada saat melihat benda pada jarak jauh, mata tidak perlu berakomodasi.
Pengobatan lainnya adalah obat tetes mata ekotiofat, yang membantu mata memfokuskan pada benda-benda jarak dekat.

Sementara srabismus paralitik bisa diatasi dengan kacamata yang terdiri dari lensa prisma (yang membiaskan cahaya sehingga kedua mata menerima gambaran yang hampir sama) atau bisa diatasi dengan pembedahan. Sampai umur 10 tahun, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

 

 

Sumber:

  1. Strabismus (Crossed Eyes). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15065-strabismus?view=print (Diakses 28 Agustus 2019)
  2. Nordqvist, Hristian. What’s to know about squint, or strabismus?. 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/220429.php (Diakses 28 Agustus 2019)
  3. Everything You Need to Know About Crossed Eyes. https://www.healthline.com/health/crossed-eyes#outlook (Diakses 28 Agustus 2019)





Source link