Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Cerai, Apa Dampaknya?

Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Cerai, Apa Dampaknya?

[ad_1]

song-joong-ki-song-hye-kyo-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/iamchrisza

DokterSehat.Com– Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja rumah tangga Song Song Couple dilanda prahara. Song Joong Ki secara resmi mengajukan gugatan cerai ke Song Hye Kyo. Bahkan, ada yang menyebut pasangan ini sudah tidak lagi tinggal serumah dalam beberapa bulan terakhir

Viral Song Joong Ki dan Song Hye Kyo akan Bercerai

Berdasarkan informasi yang berasal dari berbagai media, Kuasa hukum Song Joong Ki mengaku sudah mengajukan gugatan cerai serta mediasi sejak 26 Juni 2019. Diharapkan, proses perceraian bisa berlangsung dengan lancar tanpa adanya kritik di antara pasangan.

Melalui kuasa hukumnya, Song Joong Ki juga meminta pengertian dari masyarakat untuk memberikan ruang privasi baginya. Joong Ki juga tidak akan mengeluarkan pernyataan apapun terkait hal ini. Sementara itu, Song Hye Kyo disebut-sebut mengalami stres berat hingga berat badannya turun 5 kg.

Sebenarnya, desas-desus keretakan rumah tangga pasangan ini sudah tercium sejak awal tahun 2019. Saat itu, Song Hye Kyo kedapatan tidak lagi memakai cincin pernikahan. Bahkan, sejak akhir 2018, Song Joong Ki juga sudah terlihat tak lagi memakainya.

Sejak menikah pada 31 Oktober 2017, pasangan ini tidak dikaruniai anak. Diyakini, proses perceraian ini tidak akan melalui persidangan.

Berita perceraian ini memancing perhatian warganet. Banyak warganet, khususnya yang menggemari dunia hiburan KPop yang sedih dengan perceraian mereka. Hal ini disebabkan oleh banyaknya orang yang menganggap mereka berdua sebagai pasangan yang serasi. Hanya saja, warganet juga menghargai keputusan keduanya untuk bercerai.

Dampak Cerai bagi Kesehatan

Banyak orang yang berpikir jika perceraian hanya akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan psikologis saja. Padahal, dalam realitanya, perceraian juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan fisik.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Perubahan berat badan

Proses perceraian terbukti bisa menyebabkan stres. Bahkan ada yang sampai mengalami depresi akibat hal ini. Masalahnya adalah masalah kesehatan mental ini juga bisa membuat berat badan bertambah. Ada yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis karena dirinya ingin terus makan demi mengompensasi stres yang terus dialaminya, namun ada juga yang akhirnya kehilangan nafsu makan dengan drastis sehingga membuat berat badan turun dalam waktu yang cepat.

  1. Bisa memicu sindrom metabolik

Stres yang dialami akibat harus melalui proses perceraian juga bisa meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik. Hal ini disebabkan oleh kemampuan stres dalam membuat tekanan darah, kadar gula darah, hingga kadar kolesterol naik. Masalahnya adalah hal ini bisa memicu datangnya diabetes, stroke, serta serangan jantung.

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Archives of Internal Medicines menghasilkan fakta bahwa wanita yang bercerai memiliki risiko lebih besar terkena sindrom metabolik dibandingkan dengan wanita yang pernikahannya berjalan dengan baik.

  1. Memicu kecemasan berlebih

Proses perceraian tidaklah mudah dilakukan. Ada banyak sekali tahapan dan birokrasi yang bisa membuat pasangan merasa lelah dan cemas. Selain itu, banyak orang yang cemas untuk menatap masa depan tanpa adanya lagi pasangan yang mendampingi.

Kecemasan berlebih tergolong dalam gangguan psikologis yang tidak bisa disepelekan. Hal ini juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Bisa menyebabkan insomnia

Stres, kecemasan, dan depresi bisa berujung pada masalah insomnia atau susah tidur. Banyak orang yang menjalani proses perceraian yang juga mengaku sering mengalami mimpi buruk sehingga kualitas tidurnya menurun drastis.

  1. Bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular

Penelitian yang diunggah hasilnya dalam Journal of Marriage and Family menghasilkan fakta bahwa pria dan wanita berusia paruh baya yang sudah bercerai memiliki risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan mereka yang pernikahannya baik-baik saja. Hal ini disebabkan oleh stres dalam menjalani perceraian yang bisa memicu peradangan pada jantung dan pembuluh darah.



[ad_2]

Source link

AKDSEO