Sindrom Zollinger Ellison: Gejala, Penyebab, Obat

By | June 25, 2019


DokterSehat.Com – Mungkin Anda sudah tidak asing mendengar beberapa masalah sistem pencernaan seperti maag, diare, sembelit, dan GERD. Namun, tahukah Anda satu jenis penyakit saluran cerna, yakni Sindrom Zollinger Ellison?

Sindrom Zollinger Ellison memang tidak diketahui banyak orang karena jarang terjadi. Oleh karena itu, simaklah informasi selengkapnya tentang pengertian, penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi dan pengobatan Sindrom Zollinger Ellison!

Pengertian Sindrom Zollinger Ellison

Apa itu Sindrom Zollinger Ellison? Sindrom Zollinger Ellison adalah masalah sistem pencernaan yang ditandai dengan adanya tumor di pankreas atau di duodenum (usus dua belas jari). Tumor yang terbentuk itu disebut gastrinoma.

Gastrinoma pada pankreas atau duodenum menghasilkan hormon gastrin yang bisa merangsang produksi asam lambung berlebih. Asam lambung yang berlebih inilah yang akhirnya mengakibatkan tukak lambung, diare, atau masalah pencernaan lainnya.

Penyakit pencernaan yang satu ini memang jarang terjadi, yakni hanya 1 kejadian dari 1 juta orang. Akan tetapi, Sindrom Zollinger Ellison patut diwaspadai karena bisa menimbulkan komplikasi berbahaya.

Sindrom Zollinger Ellison juga bisa menimpa usia berapa pun dan terjadi kapan pun. Anak-anak, orang dewasa, maupun orang-orang lansia bisa saja mengalami Sindrom Zollinger Ellison.

Baca Juga: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) – Penyebab dan Faktor yang Berpengaruh

Penyebab Sindrom Zollinger Ellison

Penyebab Sindrom Zollinger Ellison masih belum diketahui secara pasti. Kebanyakan kasus  terjadi secara spontan dan tidak diketahui alasannya. Meskipun banyak terjadi secara spontan namun kejadian Zollinger-Ellison syndrome (ZES) juga terkait kelainan genetik.

Kelainan genetik yang bisa menyebabkan terjadinya Sindrom Zollinger Ellison adalah MEN1 (Multiple Endocrine Neoplasia tipe 1). Kelainan genetik tersebut menyebabkan munculnya sel-sel islet non-beta yang berkembang menjadi tumor penghasil hormon gastrin.

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya Sindrom Zollinger Ellison:

  • Riwayat keluarga – Orang yang memiliki salah satu orang tua atau anggota keluarga dengan kelainan genetik MEN1 memiliki peluang 25-50% untuk mengalami Sindrom Zollinger Ellison.
  • Usia – Orang-orang yang berada pada rentang usia 30-50 tahun memiliki risiko terkena sindrom ini.

Gejala Sindrom Zollinger Ellison

Gejala Sindrom Zollinger Ellison hampir mirip dengan gejala tukak lambung. Salah satu gejala yang sama adalah nyeri perut terutama ketika perut dalam keadaan kosong. Rasa sakit tersebut biasang berkurang jika Anda telah mengonsumsi sesuatu.

Berikut ini adalah gejala Sindrom Zollinger Ellison yang biasa terjadi:

  • Sakit perut (terutama di perut bagian atas)
  • Perut kembung
  • Sering buang angin
  • Sering bersendawa
  • Adanya sensasi terbakar
  • Asam lambung meningkat
  • Rasa mual dan muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Pendarahan di saluran pencernaan
  • Perubahan warna tinja (merah atau hitam)
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan
  • Steatorrhea (peningkatan jumlah lemak dalam feses)

Penderita Sindrom Zollinger Ellison bisa saja mengalami gejala yang berbeda. Ada penderita yang hanya mengalami diare dan ada pula yang mengalami semua gejala yang telah disebutkan.

Di samping itu, ada juga kasus Sindrom Zollinger Ellison yang tidak ditandai dengan gejala apa pun. Ini bisa saja terjadi, terutama pada pasien yang telah menggunakan obat penurun asam lambung yang mengandung omeprazole, ranitidine, dan sejenisnya.

Pemakaian obat-obatan tersebut bisa menyamarkan bahkan menutupi gejala Sindrom Zollinger Ellison. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan obat-obatan tersebut, maka periksakan diri Anda ke dokter meskipun tidak mengalami gejalanya.

Kapan sebaiknya pergi ke dokter?

Temuilah dokter jika Anda mengalami rasa sakit perut secara terus menerus yang disertai dengan sensasi terbakar, mual, muntah, diare, dan perubahan warna tinja. Lebih lanjut, dokter akan melakukan tindakan tertentu guna menegakkan diagnosis Sindrom Zollinger Ellison.

Diagnosis Sindrom Zollinger Ellison

Ada beberapa tindakan yang mungkin dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis Sindrom Zollinger Ellison, yakni sebagai berikut:

1. Riwayat kesehatan

Tenaga medis akan mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan Anda. Hal ini bertujuan untuk menemukan apakah Anda memiliki riwayat kelainan genetik MEN1 yang cukup memengaruhi kejadian Sindrom Zollinger Ellison.

2. Pemeriksaan fisik

Selanjutnya, tenaga medis akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik tersebut dilakukand dengan menggunakan stetoskop atau mengetuk area sekitar perut yang bertujuan untuk mendengarkan suara tertentu dari tubuh.

3. Tanda dan gejala

Diagnosis juga akan dilakukan dengan melakukan wawancara terkait tanda dan gejala yang telah Anda alami. Sebaiknya Anda memberi tahu semua jenis obat yang sedang atau telah Anda gunakan karena ada pengaruh jenis obat tertentu yang bisa mengaburkan gejala.

4. Tes darah

Tes darah yang dilakukan oleh tim medis bertujuan untuk memeriksa peningatkan kadar hormon gastrin. Sebagaimana kita ketahui bahwa kehadiran tumor di pankreas atau di duodenum dapat memproduksi hormon gastrin secara berlebih.

5. Endoskopi gastrointestinal bagian atas

Tindakan diagnosis yang mungkin untuk dilakukan adalah dengan Endoskopi Gastrointestinal bagian atas. Anda perlu menjalani tindakan anestesi (pembiusan) sebelum dimasukkan pipa tipis lentur yang dilengkapi dengan cahaya dan kamera.

Selain itu, Anda juga perlu berpuasa beberapa jam sebelum endoskopi dilakukan. Endoskopi Gastrointestinal diperlukan agar dokter bisa melihat bisul di sekitar saluran pencernaan sebagai akibat sekresi hormon gastrin yang berlebih.

Baca Juga: Endoskopi: Kegunaan, Efek Samping, dan Biaya

6. Tes pencitraan

Ada kemungkinan dokter merekomendasikan tes pencitraan yang bertujuan untuk memastikan adanya Sindrom Zollinger Ellison pada pasien. Beberapa jenis tes pencitraan yang mungkin direkomendasikan seperti USG, Computerized Tomography (CT Scan), Angiogram, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

7. Pengukuran asam lambung

Diagnosis Sindrom Zollinger Ellison juga dilakukan dengan mengukur kadar asam lambung. Tim medis akan memasukkan tabung nasogastrik ke lambung Anda melalui hidung dan tenggorokan untuk mengambil sampel asam lambung. Tentunya, Anda akan dibius sebelumnya.

Komplikasi Sindrom Zollinger Ellison

Orang yang menderita Sindrom Zollinger Ellison bisa mengalami komplikasi penyakit kanker. Berawal dari kanker di saluran pencernaan, ini bisa menjalar ke organ tubuh lainnya seperti hati, limpa, kelenjar getah bening, kulit, dan tulang.

Pengobatan Sindrom Zollinger Ellison

Cara mengobati Sindrom Zollinger Ellison bertujuan pada akarnya, yaitu tumor dan peningkatan kadar asam lambung. Jadi, pengobatan sindrom ini ada dua jenis, yaitu dengan menurunkan kadar asam lambung dan menghilangkan tumor.

Inilah cara mengobati Sindrom Zollinger Ellison:

1. Menurunkan kadar asam lambung yang berlebih

Pengobatan Sindrom Zollinger Ellison tahap pertama dilakukan dengan menurunkan kadar asam lambung yang meningkat akibat tumor. Ini bertujuan untuk segera meredakan gejala yang muncul.

Cara menurunkan kadar asam lambung berlebih yang biasa dilakukan oleh dokter adalah dengan meresepkan obat inhibitor pompa proton. Pasalnya, obat tersebut efektif untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung pada kasus Sindrom Zollinger Ellison.

2. Menghilangkan tumor (gastrinoma)

Setelah gejala mereda, pengobatan Sindrom Zollinger Ellison bisa dilakukan dengan menghilangkan tumor (gastrinoma) yang menyebabkan peningkatan kadar asam lambung. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi tumor yang muncul di pankreas atau duodenum, seperti embolisasi, obat tumor, kemorerapi, dan operasi.

Ikutilah saran dokter setelah Anda tuntas melakukan kedua jenis pengobatan ini. Biasanya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pasien di rumah pasca pengobatan Sindrom Zollinger Ellison. Ini bertujuan agar kondisi Anda benar-benar pulih.

 

 

Sumber:

  1. MayoClinic: Zollinger-Ellison Syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zollinger-ellison-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20379046 [diakses pada 25 Juni 2019]
  2. NIDDKGov: Zollinger-Ellison Syndrome. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/zollinger-ellison-syndrome [diakses pada 25 Juni 2019]
  3. NORD-ORG: Zollinger-Ellison Syndrome. https://rarediseases.org/rare-diseases/zollinger-ellison-syndrome/ [diakses pada 25 Juni 2019]
  4. PancreasFoundation: ZOLLINGER-ELLISON SYNDROME/GASTRINOMA. https://pancreasfoundation.org/zollinger-ellison-syndromegastrinoma/ [diakses pada 25 Juni 2019]
  5. WebMD: What Is Zollinger-Ellison Syndrome? https://www.webmd.com/digestive-disorders/zollinger-ellison-syndrome#1 [diakses pada 25 Juni 2019]
  6. MedicalNewsToday: What is Zollinger-Ellison syndrome? Christian Nordqvist. 2019. https://www.medicalnewstoday.com/articles/186793.php [diakses pada 25 Juni 2019]





Source link