Sering Buang Air Kecil Pasti Menandakan Diabetes?

By | August 20, 2019


DokterSehat.Com– Buang air kecil adalah salah satu aktivitas yang wajar kita lakukan setiap hari. Jika kita lebih banyak minum, maka frekuensi buang air kecil juga akan ikut meningkat. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut peningkatan frekuensi buang air kecil yang tidak wajar bisa jadi terkait dengan diabetes. Sebenarnya, seperti apa sih kaitan antara sering buang air kecil dengan penyakit ini?

Kaitan antara frekuensi buang air kecil dengan diabetes

Pakar kesehatan menyebut buang air kecil sebagai aktivitas yang terkait dengan ginjal. Organ ini tak hanya menjaga keseimbangan cairan tubuh, melainkan juga menyaring darah sekaligus membuat limbah atau zat-zat beracun melalui urine.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil. Sebagai contoh, jika kita lebih banyak minum atau berada dalam suhu udara yang dingin, hal ini bisa terjadi, namun pakar kesehatan menyebut peningkatan frekuensi buang air kecil yang diikuti dengan gejala lain seperti peningkatan sensasi haus dengan drastis memang bisa jadi terkait dengan diabetes.

Gejala diabetes lainnya yang harus diwaspadai adalah peningkatan kadar gula darah yang sangat tinggi, mudah lapar dan lebih sering minum, mudah lelah hingga mengantuk di jam-jam sebelum makan siang, hingga perubahan berat badan secara drastis. Jika kita mengalami berbagai gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi mengetahui penyebab pastinya.

Berbagai hal lain yang bisa saja memicu peningkatan keinginan buang air kecil

Selain bisa menandakan bahwa kita menderita diabetes, pakar kesehatan menyebut sering buang air kecil sebagai tanda bahwa kita sudah memenuhi cairan tubuh dengan baik. Hanya saja, jika kita memang sudah terbiasa mengalaminya sejak kecil, bisa jadi terkait dengan ukuran kandung kemih yang lebih kecil.

Ukuran kandung kemih setiap orang ternyata berbeda-beda. Jika kandung kemih di dalam tubuh kita ternyata kecil, maka tidak akan bisa menampung urine dalam jumlah yang banyak. Demi mencegah kandung kemih penuh atau membengkak, maka tubuh pun akan memerintahkan kita untuk sering melakukan buang air kecil.

Selain itu, lebih sering buang air kecil juga bisa jadi terkait dengan adanya masalah infeksi saluran kemih atau bahkan batu ginjal. Hanya saja, masalah kesehatan ini biasanya juga disertai dengan gejala lainnya seperti munculnya sensasi nyeri pada pinggang.

Kondisi lain yang terkait dengan peningkatan frekuensi buang air kecil adalah otot panggul yang lemah. Sebagai informasi, otot ini memiliki peran besar dalam menahan keinginan untuk buang air kecil. Pakar kesehatan menyebut wanita yang hamil atau baru saja melahirkan rentan mengalami kondisi ini.

Obat-obatan juga bisa membuat keinginan buang air kecil meningkat

Meskipun jarang terjadi, dalam beberapa kasus obat-obatan tertentu bisa menyebabkan efek samping berupa peningkatan buang air kecil. Biasanya, obat-obatan dengan sifat diuretik ini diberikan pada mereka yang mengalami masalah psikis layaknya depresi, kecemasan, hingga stres berlebihan.

Beberapa jenis minuman seperti kopi atau teh yang memiliki kandungan kafein juga bersifat diuretik sehingga setelah meminumnya bisa menyebabkan peningkatan keinginan buang air kecil. Karena alasan inilah sebaiknya kita tidak sembarangan mengonsumsinya.

Pakar kesehatan menyebut frekuensi buang air kecil yang normal adalah empat hingga sepuluh kali setiap hari. Jika terjadi peningkatan frekuensi tersebut dengan signifikan, apalagi jika sampai kita harus terbangun di tengah malam, bisa jadi menandakan adanya masalah kesehatan yang sebaiknya segera diperiksakan.





Source link