Seks Saat Hamil? Ini yang Perlu Diperhatikan!

By | November 8, 2019


DokterSehat.Com– Munculnya hasrat untuk melakukan melakukan hubungan seksual selama kehamilan adalah hal yang wajar. Namun banyak pasangan yang masih ragu apakah berhubungan seks saat hamil aman untuk dilakukan. Lantas, bagaimana aturan seks saat hamil yang harus diperhatikan?

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Hamil?

Pada dasarnya, jika kehamilan tidak mengalami masalah apa pun dan bukan termasuk kandungan berisiko, melakukan hubungan seks saat hamil tergolong aktivitas yang aman.

Banyak orang yang takut melakukan hubungan seksual saat hamil karena beranggapan bahwa aktivitas ini akan menyakiti bayi. Pada dasarnya hal ini merupakan mitos belaka. Seks saat hamil tidak berbahaya bagi janin dan tidak akan meningkatkan risiko keguguran.

Bayi dalam kandungan terlindungi dalam kantung ketuban dan otot-otot rahim, sehingga melakukan hubungan seks tidak akan berisiko melukai bayi dalam kandungan. Meskipun begitu, Anda dan pasangan tetap harus memerhatikan beberapa hal.

Hubungan seks yang dilakukan harus dipastikan tetap membuat Anda nyaman. Seorang suami harus mengerti perubahan kondisi tubuh istri di awal kehamilan seperti, perubahan hormon, pengerasan payudara, mual, emosi tidak stabil, dan kelelahan. Perubahan-perubahan ini dapat menyebabkan turunnya hasrat seksual.

Namun di sisi lain, terdapat juga beberapa wanita yang hasrat seksualnya justru meningkat selama kehamilan. Menjaga komunikasi dengan pasangan sangat penting dilakukan untuk menciptakan hubungan seksual yang aman dan nyaman selama kehamilan.

Berapa Usia Kehamilan yang Aman untuk Melakukan Seks?

Berhubungan seks saat hamil dapat dilakukan kapan saja, baik pada trimester pertama hingga trimester terakhir. Namun tentunya tiap trimester terdapat permasalahan berbeda-beda yang mungkin Anda hadapi.

Pada trimester awal, ibu masih beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Gejala seperti morning sickness hingga kelelahan dapat terjadi pada masa ini. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, hal ini dapat membuat gairah seksual menurun.

Sedangkan pada trimester kedua dan ketiga, perut yang sudah membesar juga dapat membuat seks menjadi lebih canggung. Namun pada dasarnya masalah ini dapat disiasati dengan cara memilih posisi seks yang aman dan nyaman untuk ibu hamil.

Dalam segi frekuensi, sebaiknya Anda jangan terlalu sering untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda saat hamil. Seks yang sering (lebih dari tiga kali seminggu) dapat memicu infeksi saluran kencing (ISK).

ISK yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan. Mencuci vagina sebelum dan setelah berhubungan seks, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan seks dapat membantu Anda mengurangi kemungkinan infeksi.

Selain itu, seks oral umumnya juga cenderung aman dilakukan di masa kehamilan. Hanya saja, pastikan agar pasangan tidak meniupkan udara ke vagina karena terdapat risiko terbentuknya emboli udara yang dapat menutup pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Apa Saja Manfaat Seks Saat Hamil?

Tidak dapat dipungkiri bahwa seks adalah aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan bersama pasangan. Selain memberikan kepuasan, seks juga dipercaya memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Semua manfaatnya ini tentunya bisa juga Anda dapatkan ketika melakukan seks saat hamil, bahkan ditambah dengan manfaat lainnya yang tidak Anda dapatkan ketika tidak hamil.

Berikut adalah manfaat seks saat hamil yang sayang jika dilewatkan:

  • Menjaga kebugaran, seks dapat membakar kalori dan menjadikan tubuh Anda dan pasangan menjadi lebih bugar.
  • Menjaga kedekatan dengan pasangan. Beberapa pasangan mengakui bahwa aktivitas seksual selama hamil dapat membuat keduanya menjadi lebih dekat.
  • Menjaga sistem kekebalan tubuh. Seks dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan IgA yang merupakan antibodi yang dapat mencegah flu dan infeksi lainnya dalam tubuh.
  • Menambah kebahagiaan dan mengurangi stres. Tubuh melepaskan endorfin ketika Anda mengalami orgasme, senyawa ini dapat memperbaiki mood dan membuat Anda lebih bahagia dan rileks.
  • Pengalaman orgasme yang lebih baik. Meningkatnya aliran darah ke alat kelamin dipercaya dapat menyebabkan peningkatan jumlah orgasme yang lebih kuat selama kehamilan. Pengalaman ini tentunya hanya akan Anda rasakan selama kehamilan.

Bagaimana Posisi Seks Saat Hamil yang Aman dan Nyaman?

Tidak ada aturan khusus tentang posisi seks saat hamil. Setiap pasangan mungkin memiliki preferensi posisi seks masing-masing untuk dicoba. Asalkan posisi seks tersebut dirasa aman dan nyaman untuk dilakukan, maka Anda dapat melakukannya.

Jika Anda masih bingung dalam memilih posisi seks yang aman dan nyaman, berikut 7 posisi seks saat hamil yang mungkin dapat menjadi pilihan Anda:

1. Woman on top

Posisi seks saat hamil yang pertama adalah woman on top, posisi ini termasuk posisi yang paling aman dan nyaman dilakukan selama kehamilan, pada trimester berapapun.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa posisi woman on top memberikan wanita lebih banyak kesenangan dibandingkan dengan posisi lain. Wanita dapat lebih mengontrol kedalaman penetrasi dan mengontrol gerakan dengan posisi ini.

2. Reverse Cowgirl

Reserve cowgirl juga bisa menjadi salah satu pilihan posisi seks saat hamil yang aman untuk tiap trimester.

Posisi ini pada dasarnya sama seperti posisi woman on top. Hanya bedanya pada posisi reverse cowgirl, wanita duduk memunggungi pria, sedangkan pada posisi woman on top, wanita menghadap ke pria.

Posisi ini bisa dicoba oleh ibu hamil yang tidak merasa nyaman melakukan posisi woman on top sambil bertatap wajah dengan pasangannya.

3. Misionaris Klasik

Posisi seks saat hamil yang aman dan nyaman selanjutnya adalah misionaris klasik.

Ya, posisi ini aman dilakukan selama kehamilan, terutama ketika kehamilan masih pada trimester pertama dan perut belum membesar. Meskipun begitu, pada dasarnya posisi ini bisa saja dilakukan pada trimester berapa pun.

Anda hanya perlu memastikan pasangan tidak menekan bagian perut Anda karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Misionaris klasik juga menjadi kurang nyaman di trimester akhir karena ibu hamil cenderung merasa pusing jika terlalu lama berbaring telentang.

4. Scissors

Posisi scissors melibatkan penetrasi yang tidak terlalu dalam dan dianggap sebagai posisi seks yang aman untuk trimester pertama dan kedua.

Selain aman untuk dilakukan, posisi berbaring berhadap-hadapan dipercaya dapat membuat suasana semakin intim. Anda dapat bertatapan dengan pasangan dan dapat juga mencium serta memeluk pasangan dengan lebih leluasa.

5. Side Saddle

Sama seperti posisi scissors, side saddle juga merupakan posisi seks yang dapat dicoba jika Anda tidak menginginkan penetrasi yang tidak terlalu dalam.

Posisi ini mengharuskan tubuh Anda bersebelahan, sehingga dapat mencegah adanya tekanan pada perut ibu hamil. Wanita juga dapat lebih rileks dan santai dengan posisi ini, karena pria yang akan lebih dominan bergerak.

6. Spooning

Posisi seks saat hamil selanjutnya yang dapat Anda coba adalah posisi spooning.

Ketika memasuki trimester ketiga, kandungan sudah mulai membesar sehingga posisi seks yang tidak mengganggu perut dibutuhkan. Dengan posisi spooning, posisi pria berada di punggung wanita, sehingga area perut ibu hamil tidak mendapatkan tekanan sama sekali.

7. Doggy style

Doggy style juga dapat menjadi posisi seks yang aman dan nyaman selama kehamilan.

Posisi ini dapat dilakukan jika Anda mengharapkan penetrasi yang cukup dalam, namun tetap ingat untuk melakukannya dengan hati-hati. Doggy style dapat dilakukan pada tiap trimester, tapi bisa menjadi pilihan posisi seks pada trimester akhir, karena tidak memberikan tekanan pada kandungan.

Kapan Seks Saat Hamil Harus Dihindari?

Jika Anda ragu untuk melakukan hubungan seksual, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis kandungan. Meskipun berhubungan seks saat hamil secara umum aman untuk dilakukan, namun beberapa kondisi mungkin mengharuskan seseorang untuk tidak berhubungan seksual atau mengurangi frekuensi hubungan seksual selama kehamilan.

Berikut adalah beberapa kondisi di mana seks saat hamil sebaiknya dihindari:

  • Memiliki riwayat keguguran atau kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.
  • Memiliki kondisi plasenta letak rendah atau plasenta menutupi leher rahim.
  • Kehamilan dengan ketuban pecah dini.
  • Pernah mengalami perdarahan berat di masa kehamilan. Dalam kondisi ini, hubungan seksual dapat meningkatkan risiko perdarahan berat.
  • Mengandung bayi kembar. Berhubungan seks saat hamil disarankan untuk dikurangi dalam kasus ini.
  • Kehamilan dengan inkompetensi serviks (leher rahim terbuka dan tidak menutup, sehingga dapat memicu keguguran).
  • Memiliki kandungan yang lemah.

Berhubungan seks pada saat hamil adalah aktivitas yang aman selama tidak ada masalah pada kehamilan seperti yang dijelaskan di atas. Bahkan, aktivitas ini dapat memberikan berbagai manfaat.

Namun tentunya setiap kandungan memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga Anda tetap harus tetap konsultasikan dengan dokter secara rutin untuk mengetahui kondisi kandungan Anda dan memastikan bahwa seks saat hamil aman untuk Anda.

Jika tidak memungkinkan melakukan hubungan seks saat hamil, Anda tidak perlu merasa khawatir. Ada banyak cara lain untuk dapat menjaga keintiman dengan pasangan seperti melalui obrolan, pelukan, dan ciuman.

 

Sumber:

  1. Baby Centre. Sex positions for pregnancy: images. https://www.babycentre.co.uk/l25017307/sex-positions-for-pregnancy-images. (Diakses 8 November 2019).
  2. Cadman, Bethany. 2019. What to know about sex during pregnancy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321648.php. (Diakses 8 November 2019).
  3. Lombardi, Lisa. 2019. Pregnancy Sex Through the Trimesters.  https://www.whattoexpect.com/pregnancy/sex-and-relationships/pregnancy-sex-through-the-trimesters/. (Diakses 8 November 2019).
  4. Mayo Clinic. 2018. Sex during pregnancy: What’s OK, what’s not. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318. (Diakses 8 November 2019).
  5. NHS UK. 2018. Sex in pregnancy. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/sex-in-pregnancy/. (Diakses 8 November 2019).
  6. Shinn, Lora. 2018. Will It Hurt the Baby? Plus 9 More Questions About Safe Pregnancy Sex. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnant-sex. (Diakses 8 November 2019).





Source link