Sayur dan Buah Sebaiknya Tidak Dijus, Ini Alasannya

By | August 16, 2019


DokterSehat.Com– Setiap orang tentu mendambakan tubuh yang sehat dan bugar. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan rajin mengonsumsi makanan sehat layaknya sayur dan buah. Hanya saja, pakar kesehatan ternyata tidak menyarankan kita untuk mengonsumsi sayuran atau buah yang dijus. Apa alasan dari rekomendasi ini?

Penyebab sayuran dan buah sebaiknya tidak dijus

Biasanya, alasan utama untuk mengolah sayuran dan buah menjadi jus adalah agar kita bisa mengonsumsi makanan-makanan sehat ini dalam porsi yang lebih banyak. Jus sayur atau buah memiliki rasa yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan mengonsumsinya secara utuh. Sayangnya, dengan mengolahnya menjadi jus, kandungan di dalam sayur atau buah-buahan ini sebenarnya mengalami kerusakan sehingga tidak bisa benar-benar kita dapatkan.

Pakar kesehatan menyebut buah dan sayur memiliki kandungan gula dan serat yang sebenarnya terikat. Keberadaan serat pada sayur dan buah ini akan mempengaruhi proses pencernaan dengan signifikan. Karena diolah menjadi jus, maka serat akan rusak dan akhirnya membuat gula menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Hal ini tentu akan meningkatkan kadar gula darah dan meningkatkan berat badan atau risiko terkena diabetes.

Selain itu ada kecenderungan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yakni menambahkan gula pada olahan jus yang dibuat. Bahkan, penjual jus di pinggir jalan bisa saja menambahkan gula atau susu kental manis dengan jumlah yang cukup banyak. Hal ini berarti, minum jus justru akan membuat asupan kalori dan gula menjadi lebih tinggi dari batas normal dan kurang baik bagi kesehatan.

Gangguan pencernaan

Selain bisa membuat asupan gula menjadi berlebihan, pakar kesehatan menyebut minum jus dari sayur atau buah-buahan akan membuat pencernaan melaju menjadi lebih cepat. Padahal, makanan-makanan ini sebenarnya harus diolah dengan tahapan-tahapan yang membutuhkan waktu di saluran pencernaan.

Dampak dari laju pencernaan yang sangat cepat ini berpengaruh pada lonjakan kadar gula darah dengan drastis. Selain itu, dalam banyak kasus hal ini juga bisa menyebabkan datangnya gangguan pencernaan yang tentu akan membuat tubuh terasa tidak nyaman.

Cara mengolah buah dan sayur yang tepat

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyarankan kita untuk mengonsumsi buah dan sayur setidaknya 400 gram setiap hari. Dengan rutin mengonsumsinya, maka risiko terkena berbagai macam penyakit kronis seperti kanker, diabetes, obesitas, hingga penyakit jantung bisa ditekan dengan signifikan.

Berikut adalah beberapa tips mengolah sayur dan buah-buahan demi bisa mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal.

  1. Jangan mengupas kulit buah

Selain buah-buahan yang memang sebaiknya dikupas kulitnya seperti salak atau durian, ada baiknya kita tidak sembarangan mengupas kulit buah. Sebagai contoh, kulit apel yang sering dikupas ternyata memiliki kandungan antioksidan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daging buahnya. Hal ini berarti, mengupasnya justru membuat nutrisinya berkurang dengan drastis.

Hanya saja, pastikan untuk mencuci buah yang akan dikonsumsi hingga benar-benar bersih karena penempatan buah di toko-toko atau proses distribusi buah bisa saja membuat buah-buahan tersebut terpapar bakteri atau kotoran.

  1. Cuci sayuran dengan baik sebelum diolah

Khusus untuk sayuran, sebaiknya kita mencucinya hingga bersih demi menghilangkan kotoran, pestisida, dan bakteri pada sayuran-sayuran ini sebelum diolah atau dikonsumsi. Sebaiknya kita mencucinya dengan air yang mengalir.

  1. Selalu cek cara dan waktu memasak yang tepat pada sayuran

Beberapa jenis sayuran seperti bayam ternyata sebaiknya tidak dimasak hingga terlalu matangkarena bisa membuatnya mengalami kehilangan nutrisi dengan drastis. Sebaliknya, tomat justru sebaiknya dimasak demi meningkatkan kadar antioksidan dan likopen yang lebih tinggi.

Kita bisa mengecek internet untuk mengetahui cara memasak sayuran dengan tepat demi memastikan bahwa kadar nutrisinya bisa didapatkan dengan maksimal.





Source link