Sakit Leher: Penyebab, Gejala, Obat, dll

By | July 23, 2019


DokterSehat.Com – Sakit leher atau sakit pada bagian tengkuk merupakan sakit yang pasti pernah dialami oleh banyak orang. Sakit yang berupa nyeri pada bagian sekitar leher dan pundak ini dapat berasal dari berbagai macam sumber. Simak penjelasan penyebab leher sakit, obat sakit leher, dan hal-hal lainnya secara lengkap di bawah ini.

Apa Itu Sakit Leher?

Sakit leher adalah rasa nyeri yang terjadi di area leher, mulai dari atas bahu hingga bawah kepala. Sakit leher sendiri bisa disebabkan oleh pengapuran tulang. Hal ini terjadi karena bagian tertentu dari tulang mengalami deposit kalsium dan lebih sering terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia.

Selain pengapuran, penyebab sakit leher lainnya adalah penjepitan saraf dan kesalahan posisi dalam menyikapi posisi leher yang benar. Kondisi lain yang bisa menyebabkan sakit leher adalah cedera akibat kecelakaan. Bantuan medis segera diperlukan apabila sakit yang dirasakan disertai nyeri pada lengan atau bahu dan menimbulkan mati rasa.

Penyebab Sakit Leher

Leher adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki sifat yang lentur sehingga rentan untuk cedera. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan sakit leher terjadi pada Anda, di antaranya:

1. Otot kaku

Penyebab leher sakit yang pertama disebabkan oleh otot kaku. Otot leher menjadi kaku akibat membaca di tempat tidur, sering menggertakan gigi, atau terlalu lama menunduk.

2. Saraf terjepit

Penyebab sakit leher berikutnya disebabkan karena saraf terjepit. Kondisi umum terjadi pada orang tua ketika salah satu diskus antara ruas tulang belakang bagian atas terbuka  dan gel di dalamnya menonjol keluar mengenai saraf yang ada di dekatnya.

3. Kerusakan sendi

Osteoarthritis adalah salah satu penyebab terbesar penyebab kerusakan sendi. Seiring bertambahnya usia, hal itu menyebabkan tulang rawan yang memiliki fungsi sebagai bantalan di antara ruas tulang belakang memburuk dan memicu terbentuknya taji tulang, sehingga menyebabkan nyeri saat terjadi pergerakan sendi leher.

4. Rematik

Penyebab sakit leher berikutnya bisa disebabkan oleh rematik. Rematik adalah penyakit yang menyebabkan radang, menimbulkan rasa nyeri, kaku dan sendi bengkak. Penyakit ini bisa terjadi karena disebabkan oleh gangguan autoimun.

5. Osteomielitis

Infeksi bakteri pada tulang, jaringan lunak sekitar tulang dan sumsung tulang disebut osteomielitis. Infeksi yang terjadi bisa berlangsung cepat dan menimbulkan rasa yang sangat sakit, atau menimbulkan sedikit rasa sakit dan terjadi secara perlahan.

Pada umumnya, bakteri yang masuk ke tulang melalui aliran darah setelah terjadi patah tulang, rusaknya kulit, pneumonia, bisul, infeksi telinga bagian tengah, dan infeksi lainnya.

6. Fibromyalgia

Penyakit kronis ini bisa membuat penderitanya mengalami sakit di seluruh tubuh. Gejala utamanya nyeri tumpul (dapat terjadi selama 12 minggu), rasa seperti ditusuk-tusuk, atau muncul sensasi terbakar.

7. Cedera

Sakit leher yang paling umum dialami adalah disebabkan karena adanya cedera. Terjatuh dari ketinggian, berkendera, atau berolahraga, yang langsung mengenai bagian kepala. Beberapa faktor tersebut bisa membuat kepala terhentak secara mendadak dan merusak tendon atau ligamen leher.

Gejala Sakit Leher

Gejala utama sakit leher tentu adanya rasa nyeri di daerah leher atau sekitarnya. Rasa sakit yang dirasakan biasanya bisa memburuk apabila penderita menahan kepala di salah satu sisi.

Berikut adalah beberapa gejala lainnya yang bisa terjadi, di antaranya:

1. Tonjolan diskus serviks

Diskus yang terselip di daerah leher dapat menyebabkan nyeri leher berkepanjangan dengan kekakuan yang konstan di sekitar leher dan otot bahu. Nyeri ini bisa menyebar ke bahu atau lengan. Bergantung pada derajat tonjolan, ruas tulang belakang dapat dipersempit ke berbagai tingkat yang memberikan rasa kebas dan kelemahan pada tangan.

2. Sakit kepala cervicogenic

Sakit kepala tertentu yang berhubungan dengan nyeri leher. Kondisi ini muncul secara spontan, kadang begitu kuat hingga membangunkan pasien dari tidur. Rasa sakit kerap terasa tajam dengan masing-masing durasi berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam. Hal ini dapat disertai dengan rasa kebas di bahu ataupun tangan.

3. Gejala nyeri miofasial

Sering kali, penderita memiliki banyak titik picu lemah di atas bahunya seperti leher dan punggung atas, atau di antara skapula–sehingga menyebabkan lengan lemah. Jenis rasa sakit ini dapat dihilangkan dengan pijatan atau akupresur untuk periode waktu yang singkat. Nyeri ini mungkin dipicu oleh stres.

Diagnosis Sakit Leher

Pemerikasan penunjang sangat diperlukan untuk mengetahui faktor penyebab sakit leher seperti rontgen, MRI (Magnetic Reconance Imaging) dan USG (ultrasonografi). Rontgen digunakan untuk memindai apakah ada kelainan pada bagian tulang seperti pengapuran, penjepitan bantalan (discus) ataupun pengeroposan tulang.

MRI digunakan untuk memindai posisi atau memastikan penjepitan atau penyempitan saraf, sedangkan USG digunakan untuk menggambarkan apakah ada kelainan pada bagian otot-otot sekitar leher.

Beberapa tes lanjutan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Tes darah. Cara ini dilakukan jika penyebab sakit leher diduga karena inflamasi ataupun infeksi, misalnya meningitis, osteoarthritis, dan rematik.
  • Pungsi lumba (lumbal puncture). Tes dilakukan dengan mengambil sampel cairan otak (cairan serebrospinal) dari antara tulang belakang untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan untuk mengetahui apakah sakit leher disebabkan oleh bakteri atau virus.

Pengobatan Sakit Leher

Pada dasarnya, cara mengatasi sakit leher dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Apabila penyebab yang mendasarinya bisa ditangani dengan baik, maka keluhan sakit leher bisa berangsur membaik.

Berikut obat sakit leher yang bisa Anda gunakan di antaranya:

1. Obat pereda nyeri

Obat sakit leher yang umum digunakan adalah obat pereda nyeri (ibuprofen atau paracetamol) yang dijual bebas di pasaran. Namun, jika sakit leher yang Anda alami tidak membaik lebih dari 3 minggu, dokter bisa meresepkan obat-obatan pereda nyeri dengan dosis yang lebih kuat, pelemas otot dan obat antidepresan (tricyclic antidepressant).

2. Suntik kortikostereoid

Obat sakit leher berikutnya adalah dengan suntik kortikostereoid. Cara ini dilakukan bila penyebab sakit leher terkait dengan saraf kejepit atau adanya gangguan saraf.

Selain pengobatan seperti di atas, cara mengatasi sakit leher lainnya yang bisa Anda coba di antaranya:

3. Fisioterapi

Fisioterapi berguna untuk mengembalikan postur tubuh secara alami melalui latihan meluruskan leher, serta mengajarkan teknik untuk mencegah terulangnya sakit leher. Terapi ini biasanya akan ditunjang dengan latihan mengggunakan beban untuk membantu meluruskan leher. Tambahan terapi beban biasanya berkaitan dengan iritasi akar saraf.

4. Stimulasi saraf dengan listrik

Selain terapi fisik, stimulasi saraf dengan listrik juga bisa dilakukan untuk mengatasi sakit leher. Terapi ini akan menyalurkan impuls listrik ke area yang terasa sakit untuk membantu meredakan nyeri pada leher.

5. Pembedahan

Pembedahan dilakukan apabila segala pengobatan sakit leher tidak mampu mengatasi rasa sakit yang ditimbulkannya. Prosedur ini juga menjadi solusi penyebab leher sakit akibat sumsum tulang belakang dan kompresi saraf.





Source link