Risiko Menjadi Seseorang yang Aktif Secara Seksual

By | July 28, 2019


DokterSehat.Com – Seks adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Namun, setiap orang memiliki respons sendiri-sendiri terhadap seks. Ada yang melakukannya dengan frekuensi tertentu dan dipengaruhi oleh aktivitas. Namun, ada juga yang sangat aktif secara seksual meski mereka belum menikah atau memiliki pasangan jangka panjang.

Apa masturbasi juga dihitung?

Sebelum menjawab pertanyaan ini kita bahas dahulu maksud dari aktif secara seksual. Seseorang dikatakan sexually active kalau sering sekali mendapatkan stimulasi ke kemaluannya. Stimulasi ini akan memberikan rasa nikmat hingga mungkin mendapatkan orgasme dan mengalami ejakulasi pada pria.

Jadi, apa pun bentuk stimulasi yang diberikan termasuk memberikan seks oral pada kemaluan, rimming pada anus, serta melakukan petting atau menggesekkan kemaluan ke kemaluan juga bisa dibilang aktif secara seksual kalau dilakukan secara rutin dan Anda merasa puas saat melakukannya.

Oh ya, seks secara anal juga bisa dikatakan aktif. Pria heteroseksual atau homoseksual yang melakukan hal ini juga masuk dalam kategori itu. Wanita homoseksual yang menggunakan alat bantu seks juga dikatakan aktif secara seksual kalau melakukannya secara rutin dan menjadi bagian dari kebutuhan hidupnya.

Masturbasi termasuk aktivitas seksual yang dilakukan seseorang secara solo. Secara teknis, masturbasi memang dikatakan seks dan banyak orang melakukannya. Namun, seks yang sesungguhnya melibatkan kontak kulit meski tidak harus dalam bentuk penetrasi. Selain itu, risiko melakukan masturbasi kecil, berbeda dengan seks aktual yang masih ada risiko penyakit seks.

Jadi, masturbasi tidak dianggap aktif secara seksual. Meski demikian, Anda tidak diperbolehkan melakukan masturbasi secara berlebihan karena bisa memicu banyak sekali masalah pada tubuh termasuk depresi dan ketagihan.

Bagaimana bisa tahu kalau sedang aktif secara seksual?

Seks memang wajar dilakukan oleh pasangan. Umumnya dalam satu minggu seks bisa dilakukan lebih dari seks. Beberapa pasangan yang masih aktif bisa hampir setiap hari. Semuanya normal dan sah-sah saja asalkan dilakukan dengan benar dan sehat.

Kalau Anda masih bingung apakah saat ini sedang aktif secara seksual atau tidak, coba tanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah aku melakukan ini karena menginginkannya? Atau hanya ingin menyenangkan pasangan saja karena mereka memiliki keinginan atau gairah seksual yang besar?
  • Apakah aku ingin melakukan seks setelah menjalin hubungan atau menjalankan seks secara casual saja?
  • Apakah aku mudah mendapatkan akses ke alat kontrasepsi khususnya kondom untuk mencegah masalah seperti penyakit menular seksual?
  • Apakah aku merasa menyesal setelah melakukannya?

Kalau Anda aktif secara seksual, kemungkinan besar sudah tahu bagaimana cara menjaga diri dengan baik. Bagaimana membawa alat kontrasepsi khususnya kondom untuk mencegah penular virus atau bakteri berbahaya.

Beberapa orang yang belum menikah dan aktif secara seksual kerap tidak merasa bersalah saat melakukannya. Bagi mereka seks bisa dilakukan dengan siapa saja asal tetap aman. Kecuali nanti sudah memiliki pasangan jangka panjang akan berbeda lagi ceritanya.

Riwayat seksual yang penting

Aktif secara seksual bukan berarti melakukan seks tidak aman atau seks bebas. Anda yang sudah menikah bisa dikatakan aktif secara seksual dengan pasangan sendiri. Meski demikian, secara rutin Anda dan pasangan harus tetap memeriksakan diri ke dokter. Ada beberapa riwayat yang harus diketahui dan diperiksa.

  • Dokter harus tahu apakah Anda pernah melakukan vaksinasi sebelumnya. Karena berhubungan dengan seks, berarti Anda harus mengatakan sudah melakukan vaksinasi HPV atau belum. Kalau sudah, risiko terkena HPV yang memicu kutil hingga kanker serviks bisa terjadi.
  • Pernah atau tidaknya mengalami penyakit menular seks sebelumnya. Beberapa jenis penyakit seks ada yang dorman dan tidak terlihat seperti HPV. HIV juga kadang tidak terlihat.
  • Hasil pemeriksaan panggul dan pap smear. Kalau tidak ditemukan masalah berarti aman dan tidak perlu dikhawatirkan.
  • Pernah atau tidaknya melakukan seks secara tidak aman.

Dari beberapa riwayat di atas, dokter bisa dengan mudah melakukan pemeriksaan. Mereka bisa tahu apakah Anda sedang mengalami gangguan atau dalam kondisi bersih. Karena Anda dan pasangan akan menjalani hubungan jangka panjang, mengetahui kondisi masing-masing sangat penting.

Risiko aktif secara seksual

Kecuali Anda melakukannya dengan pasangan jangka panjang atau pasangan resmi dan sudah menikah, risiko di bawah ini mungkin rendah. Namun, kalau aktif secara seksual dan kerap berganti pasangan. perhatikan risiko yang bisa mematikan berikut ini.

  • Terinfeksi HPV. Penyakit yang bisa memicu kutil pada kelamin ini mudah sekali menular dengan hanya sentuhan saja. Jadi, meski seks tidak dilakukan sampai penetrasi, risiko penularan tetap ada. Selain memicu kutil, pada wanita bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Oh ya, HPV kadang tetap bisa menular meski pakai kondom.
  • Terinfeksi HIV. Salah satu penyakit menular seksual yang paling berbahaya dan kerap menimbulkan kematian adalah HIV. Penyakit ini bisa menular dengan mudah melalui pertukaran cairan kelamin saat melakukan penetrasi. Hingga saat ini HIV belum ada obatnya. Namun, pil ARV bisa digunakan untuk menekan jumlah virus agar tidak bertambah banyak.
  • Penyakit menular seksual lainnya seperti gonore atau sifilis. Meski risikonya tidak sebesar HIV, kalau dibiarkan bisa memicu gangguan lain di organ vital yang dimiliki tubuh.
  • Kanker yang berhubungan dengan aktivitas seksual seperti kanker colorectal, oral, dan bagian lain di kemaluan. Selain itu HIV juga memicu kanker lain di tubuh untuk tumbuh.

Inilah beberapa ulasan tentang risiko menjadi seseorang yang aktif secara seksual. Kalau Anda aktif secara seksual dan hanya melakukannya dengan satu orang saja mungkin risiko mengalami berbagai jenis penyakit bisa dicegah. Namun, kalau sering berganti pasangan dan tidak melakukan safe sex, masalah yang besar seperti HIV bisa saja terjadi.

 





Source link