Rakitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan – Dokter Sehat

By | August 15, 2019


DokterSehat.Com – Vitamin D memiliki peran yang sangat penting untuk kesehatan tulang, karena vitamin D bertugas membantu penyerapan kalsium dan fosfor yang merupakan mineral penting bagi tulang. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan berbagai kelainan tulang, salah satunya adalah rakitis, kelainan tulang yang dapat membuat tulang menjadi lunak dan lemah.

Apa Itu Rakitis?

Rickets atau rakitis adalah kelainan tulang yang menyebabkan pelunakan dan pelemahan tulang akibat kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat. Ketiganya merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tulang untuk dapat tumbuh kuat dan sehat.

Selain tulang yang menjadi lemah dan lunak, rakitis juga menyebabkan pertumbuhan tulang terhambat. Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini juga dapat mengakibatkan kelainan pada bentuk tulang.

Kurangnya vitamin D yang diterima oleh tubuh dapat sangat berpengaruh pada kesehatan tulang. Vitamin D bertugas untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat di saluran pencernaan. Ketika vitamin D kurang, maka penyerapan kalsium dan fosfat juga akan terhambat, sehingga tulang sulit untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfat yang cukup untuk tulang.

Selain itu, kondisi ini juga memicu tubuh memproduksi hormon yang menyebabkan kalsium dan fosfat terlepas dari tulang. Ketika tulang kekurangan kadar kedua mineral ini, tulang pun menjadi lemah dan melunak.

Umumnya rakitis terjadi pada anak-anak, terutama yang rentang usianya antara 6 hingga 36 bulan. Anak-anak memiliki risiko paling tinggi terkena rakitis karena tulangnya masih dalam masa pertumbuhan.

Vitamin D dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh ketika terpapar sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga bisa didapatkan dari sumber makanan seperti susu, telur, dan juga ikan.

Anak-anak yang tinggal di daerah yang sedikit sinar matahari, melakukan diet vegeratian, dan tidak minum produk susu sapi lebih berpotensi kekurangan vitamin D dan terkena rakitis. Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa rakitis termasuk ke dalam kondisi yang turun-temurun.

Menambahkan vitamin D dan kalsium ke dalam makanan umumnya dapat memperbaiki kondisi rakitis, tapi hal ini tidak dapat dilakukan apabila rakitis disebabkan oleh kondisi medis lain yang mungkin mendasarinya. Apabila didasari oleh kondisi medis lain atau akibat kadar fosfor rendah, rakitis mungkin membutuhkan obat-obatan lain untuk mengatasinya.

Penyebab Rakitis

Rakitis dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Berikut adalah beberapa penyebab rakitis yang paling umum:

1. Kekurangan vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyerapan kalsium yang berasal dari asupan makanan terganggu.  Ketika hal ini terjadi, kadar kalsium dalam darah pun menjadi lebih rendah dan dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang dan gigi, serta masalah saraf dan juga otot.

Kekurangan vitamin D adalah penyebab rakitis yang paling umum ditemui, sekaligus menjadi penyebab rakitis yang sebenarnya juga paling mudah dihindari. Rakitis akibat kekurangan vitamin D bisa dicegah dengan cara mengubah pola makan dan menambahkan asupan vitamin D yang berasal dari makanan.

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa makanan yang banyak mengandung vitamin D antara lain adalah seperti telur, minyak ikan, susu, dan juga ikan. Sinar matahari juga dapat membantu kulit untuk dapat mengaktifkan vitamin D.

2. Kelainan penyerapan vitamin dan mineral

Selain karena kekurangan asupan vitamin D, rakitis juga dapat disebabkan oleh masalah penyerapan vitamin dan mineral, terutama yang dibutuhkan oleh tulang. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Gangguan yang dapat memengaruhi penyerapan vitamin D antara lain adalah seperti berikut ini:

  • Gangguan ginjal
  • Gangguan hati
  • Penyakit radang usus
  • Penyakit celiac
  • Cystic fibrosis

3. Kelainan genetik

Rakitis yang terkait dengan kelainan genetik disebut dengan rakitis hipofosfatamik. Kondisi ini merupakan kesalahan genetik langka yang menyebabkan ginjal tidak memproses fosfat dengan baik. Rendahnya kadar fosfat dalam darah dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan juga lunak.

Faktor Risiko Rakitis

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa rakitis paling umum terjadi pada anak-anak. Meskipun begitu, orang dewasa juga tetap dapat berpotensi terkena rakitis. Selain faktor usia, masih banyak faktor lain yang dapat meningkatkan risiko rakitis, seperti:

1. Kekurangan vitamin D selama kehamilan

Selama masa kehamilan, asupan nutrisi ibu harus dijaga karena akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin. Apabila ibu mengalami defisiensi vitamin D selama kehamilan, bayi dapat lahir dengan gejala rakitis atau penyakit ini dapat berkembang beberapa bulan setelah kelahiran.

2. Kekurangan kalsium

Selain karena kekurangan vitamin D, kekurangan asupan kalsium juga berpotensi menyebabkan rakitis karena kalsium adalah mineral utama yang dibutuhkan tulang. Asupan kalsium paling banyak terkandung dalam produk susu, kedelai dan olahannya, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

3. Bayi lahir prematur

Bayi yang lahir prematur juga cenderung memiliki kadar vitamin D lebih rendah sehingga berpotensi mengambangkan rakitis. Hal ini disebabkan karena bayi memiliki waktu lebih sedikit untuk mendapatkan nutrisi dari ibu selama di kandungan.

4. Asi eksklusif

Pemberian ASI eksklusif memang baik untuk sebagian bayi, tapi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif biasanya berpotensi kekurangan vitamin D karena ASI tidak bias mengandung vitamin D cukup yang dibutuhkan oleh bayi. Umumnya bayi yang diberikan ASI eksklusif harus mendapatkan tambahan asupan vitamin D dalam bentuk tetes.

5. Warna kulit

Seseorang yang memiliki kulit gelap lebih berpotensi terkena penyakit rakitis. Kulit yang gelap memiliki lebih banyak pigmen melanin. Banyaknya pigmen melanin justru menurunkan kemampuan kulit untuk menghasilkan vitamin D dari sinar matahari.

Sedangkan seseorang yang berkulit cenderung lebih terang justru memiliki kemampuan lebih untuk menghasilkan vitamin D dari sinar matahari.

6. Penggunaan obat-obatan tertentu

Penggunaan beberapa obat-obatan juga dapat memberikan efek samping berupa terganggunya penyerapan vitamin D. Jenis obat-obatan yang dimaksud adalah seperti obat ARV yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV dan obat anti-kejang.

7. Lokasi geografis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, paparan sinar matahari dibutuhkan untuk mendukung kulit menghasilkan vitamin D. Seseorang yang tinggal di daerah yang lebih sedikit terpapar matahari tentunya lebih berpotensi kekurangan vitamin D. Orang yang lebih banyak bekerja dalam ruangan terutama di siang hari juga berisiko.

8. Riwayat keluarga

Salah satu jenis rakitis, yaitu rakitis hipofosfatamik adalah rakitis herediter. Penyakit rakitis jenis ini dapat diturunkan melalui gen. Sehingga seseorang yang memiliki riwayat keluarga terkena rakitis hipofosfatamik memiliki potensi juga untuk mengalami kondisi serupa.

9. Malnutrisi

Malnutirisi adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi, banyak di antara nutrisi tersebut yang tentunya dibutuhkan oleh tulang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk, masalah pencernaan, atau  kondisi medis lainnya.

10. Kemiskinan

Kemiskinan juga sering dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko rakitis, karena pada dasarnya kemiskinan juga sangat berkaitan erat dengan kondisi seperti malnutrisi. Kemiskinan menyebabkan akses nutrisi memadai untuk anak menjadi terbatas.

Gejala Rakitis

Sama seperti penyakit lainnya, rakitis dapat dikenali melalui berbagai gejala yang ditunjukkannya. Ciri-ciri penyakit rakitis meliputi:

  • Rasa sakit atau nyeri pada tulang lengan, kaki, panggul, atau tulang belakang
  • Pertumbuhan terhambat dan tubuh pendek
  • Patah tulang
  • Kram otot
  • Keterlambatan pembentukan gigi
  • Lubang pada enamel gigi
  • Abses gigi
  • Cacat pada struktur gigi
  • Peningkatan jumlah rongga gigi
  • Tengkorak berbentuk aneh
  • Benjolan di tulang rusuk
  • Tulang dada menonjol
  • Tulang belakang melengkung
  • Kelainan panggul
  • Kelainan bentuk kaki
  • Kadar kalsium rendah dalam darah

Kemunculan gejala rakitis dapat berbeda-beda pada setiap orang. Apabila Anda atau anak Anda mengalami satu atau lebih gejala ciri-ciri penyakit rakitis yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Rakitis pada anak jika tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan anak memiliki perawakan sangat pendek hingga dewasa. Kondisi cacat yang disebabkan rakitis dapat bersifat permanen.

Diagnosis Rakitis

Diagnosis rakitis dapat dilakukan setelah melewati beberapa tahapan pemeriksaan. Pertama-tama dokter akan melakukan wawancara untuk menanyakan tentang gejala yang dialami dan riwayat kesehatan secara keseluruhan.

Kemudian dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lainnya yang dapat mendukung diagnosis rakitis. Berikut adalah penjelasan dari berbagai pemeriksaan untuk diagnosis rakitis:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa rasa nyeri pada tulang dengan cara menekannya dengan ringan. Ketika rakitis terjadi pada anak, dokter akan memeriksa beberapa bagian tulang anak khususnya pada bagian:

  • Rakitis menyebabkan bayi memiliki tengkorak yang lebih lunak dan menyebabkan pembentukan ubun-ubun terjadi lebih lambat.
  • Kaki bengkok bisa jadi merupakan kondisi normal, tapi kaki yang bengkok secara berlebihan dapat menjadi indikasi rakitis.
  • Rakitis juga dapat menyebabkan kelainan pada tulang rusuk yang kemudian menyebabkan tulang dada menonjol.
  • Pergelangan tangan dan kaki. Anak-anak dengan rakitis umumnya memiliki pergelangan yang lebih besar dan tebal.

2. Tes darah

Tes darah juga mungkin dilakukan dalam rangkaian diagnosis rakitis. Tes ini dilakukan untuk mengukur kadar kalsium dan fosfor dalam darah. Selain ditunjukkan dengan kadar kalsium dan fosfor yang rendah dalam darah, rakitis juga mungkin ditandai dengan kadar enzim alkali fosfatase yang tinggi dalam darah.

3. Rontgen

Pemeriksaan lain yang akan disarankan oleh dokter adalah sinar-X atau rontgen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat hilangnya kalsium pada tulang dan untuk melihat perubahan struktur atau bentuk tulang.

4. Biopsi tulang

Biopsi tulang adalah prosedur pemeriksaan yang melibatkan pengangkatan sebagian kecil jaringan tulang untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini dapat mendukung diagnosis rakitis namun cenderung jarang digunakan karena umumnya biopsi dilakukan untuk diagnosis kanker.

Pengobatan Rakitis

Secara umum pengobatan rakitis berfokus pada peningkatan asupan kalsium, fosfat, dan juga vitamin D. Pemberian obat tertentu juga mungkin dilakukan apabila rakitis didasari kondisi medis tertentu.

Berikut adalah berbagai langkah yang mungkin dilakukan untuk mengatasi rakitis:

  • Memenuhi kebutuhan vitamin D. Dokter mungkin akan menyarankan agar anak mendapatkan paparan sinar matahari lebih. Asupan makanan tinggi vitamin D juga direkomendasikan seperti ikan, hati, susu, dan telur. Penggunaan suplemen vitamin D sebagai pendukung juga mungkin dilakukan, namun harus dilakukan di bawah pengawasan dokter karena kelebihan asupan vitamin D juga dapat berbahaya bagi tubuh.
  • Brace penyangga tulang. Alat ini mungkin dibutuhkan apabila terdapat kasus kelainan bentuk tulang belakang. Penggunaan alat ini bertujuan agar posisi tubuh anak normal selama masa pertumbuhan tulang.
  • Obat-obatan dan suplemen lain. Apabila rakitis disebabkan oleh kelainan gen, dokter mungkin akan meresepkan beberapa jenis obat dan suplemen.

Apabila rakitis disebabkan oleh berbagai kondisi medis lain seperti gangguan hati atau gangguan ginjal, tentunya kondisi medis tersebut juga harus segera ditangani dengan baik agar kondisinya tidak memburuk.

Pencegahan Rakitis

Pencegahan penyakit rakitis dapat dilakukan dengan cara menjaga asupan vitamin D yang cukup. Mengukur kebutuhan vitamin D sedikit lebih sulit dilakukan karena vitamin D yang disintesis di kulit melalui sinar matahari sulit untuk diukur.

Seseorang yang tinggal di daerah yang tidak banyak terpapar sinar matahari mungkin membutuhkan tambahan asupan vitamin D untuk mencegah rakitis.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah rakitis adalah seperti:

  • Mengonsumsi makanan tinggi vitamin D dan produk lainnya yang diperkaya vitamin D seperti susu, sereal, dan banyak produk lainnya.
  • Pemberian suplemen vitamin D harian
  • Berjemur di bawah sinar matahari

Berjemur di bawah sinar matahari memang baik untuk pembentukan vitamin D, namun perlu diingat juga bahwa paparan sinar ultraviolet berlebihan dapat membakar kulit dan juga meningkatkan risiko kanker kulit. Jadi, pastikan Anda tidak berjemur berlebihan.

Penggunaan sunscreen disarankan untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Namun perlu diketahui juga terdapat beberapa jenis sunscreen yang dapat mencegah kulit untuk membentuk vitamin D.

 

 

Sumber:

  1. Rickets – https://www.healthline.com/health/rickets diakses 15 Agustus 2019
  2. Everything you need to know about rickets – https://www.medicalnewstoday.com/articles/176941.php diakses 15 Agustus 2019
  3. Rickets and osteomalacia – https://www.nhs.uk/conditions/rickets-and-osteomalacia/ diakses 15 Agustus 2019
  4. Rickets – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rickets/symptoms-causes/syc-20351943 diakses 15 Agustus 2019





Source link