Rabies: Penyebab dan Gejala Rabies pada Hewan

Rabies: Penyebab dan Gejala Rabies pada Hewan

[ad_1]

gejala-rabies-pada-hewan-doktersehat

DokterSehat.Com– Rabies adalah virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang semua mamalia, seperti anjing, kucing, dan manusia. Gejala rabies pada hewan bervariasi, tergantung jenis hewan. Rabies telah dilaporkan hampir terjadi di seluruh dunia kecuali Australia dan Antartika. Rabies telah menyebabkan kematian lebih dari 50.000 manusia dan jutaan hewan setiap tahunnya di seluruh dunia. Setelah gejala penyakit rabies pada hewan muncul, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Penyebab Rabies Pada Hewan

Penyebab rabies pada hewan adalah melalui air liur hewan yang mengandung virus rhadovirus dan pertukaran darah yang terinfeksi masuk melalui luka gigitan. Rabies juga dapat menular melalui selaput lendir, dari goresan, atau luka terbuka.

Penyebab rabies yang paling sering adalah melalui kontak dengan hewan liar. Hewan peliharaan yang berisiko tertinggi adalah anjing tidak divaksinasi yang sering melakukan kontak dengan hewan liar atau anjing dan kucing liar.

Setiap mamalia dapat membawa virus rabies, namun penularan rabies yang paling sering terjadi melalui kontak dengan hewan berikut:

  1. Kelelawar
  2. Kelinci
  3. Rakun
  4. Sigung
  5. Rubah
  6. Anjing hutan
  7. Anjing peliharaan
  8. Kucing

Perlu diketahui, penyebab rabies pada hewan tidak ditularkan dengan cara lain, seperti transplantasi organ, kutu, nyamuk, atau serangga lain. Namun, ada beberapa kasus penularan yang jarang terjadi karena menghirup udara dalam gua yang dipenuhi kelelawar.

Cara Penularan Virus Rabies pada Hewan

Berdasarkan penelitian yang dilansir cdc.gov, riset dilakukan pada anjing, kucing, dan musang yang terjangkit rabies, ketika virus rabies dimasukkan ke dalam otot melalui gigitan hewan lain, ia berpindah dari lokasi gigitan ke otak dengan bergerak di dalam saraf. Hewan tersebut tidak tampak sakit selama penelitian.

Waktu antara gigitan dan munculnya gejala penyakit rabies pada hewan disebut masa inkubasi dan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Gigitan oleh hewan selama masa inkubasi tidak membawa risiko rabies karena virus belum sampai ke air liur.

Virus Rabies Mencapai Otak Hewan

Ketika virus mencapai otak dan berkembang biak hingga menyebabkan peradangan otak, virus berpindah dari otak ke kelenjar ludah dan air liur.

Setelah virus berkembang biak di otak, semua hewan mulai menunjukkan tanda-tanda pertama rabies. Sebagian besar dari tanda-tanda ini jelas dan mudah dikenali, tetapi dalam waktu singkat, biasanya dalam 3 sampai 5 hari, virus rabies telah menyebabkan kerusakan pada otak sehingga mulai menunjukkan tanda dan gejala rabies pada hewan.

Studi menyeluruh pada anjing, kucing, dan musang menunjukkan bahwa virus rabies dapat diekskresikan dalam air liur hewan yang terinfeksi beberapa hari sebelum penyakit terlihat. Studi menyeluruh seperti itu belum pernah dilakukan untuk spesies satwa liar, tetapi dapat diketahui bahwa spesies satwa liar dapat mengeluarkan virus rabies dalam air liurnya sebelum timbulnya tanda-tanda penyakit.

Ekskresi virus mungkin intermiten, dan jumlah virus yang diekskresikan bisa sangat bervariasi seiring waktu, sebelum dan sesudah timbulnya tanda-tanda klinis.

Faktor penyebab rabies bervariasi antara penularan dan timbulnya penyakit, termasuk lokasi penularan, jenis virus rabies, dan sistem kekebalan pada hewan atau orang yang terpapar.

Jalur Menular Virus Rabies

Penularan virus rabies diimulai dari gigitan hewan hingga kematian, berikut di antaranya:

  1. Seekor binatang digigit oleh hewan yang terjangkit rabies.
  2. Virus rabies dari air liur yang terinfeksi memasuki luka.
  3. Virus rabies menular melalui saraf ke saraf tulang belakang dan otak. Proses ini dapat berlangsung sekitar 3 hingga 12 minggu. Hewan tidak memiliki tanda-tanda penyakit selama proses penularan.
  4. Ketika mencapai otak, virus berkembang biak dengan cepat dan berpindah ke kelenjar ludah. Hewan mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit.
  5. Hewan yang terinfeksi biasanya mati dalam 7 hari setelah sakit.

Gejala dan Tanda Rabies pada Hewan

Tanda dan gejala penyakit rabies pada hewan secara klinis bervariasi, tergantung pada efek pada otak hewan. Rabies biasanya menyebabkan perubahan perilaku mendadak, diikuti oleh kelumpuhan progresif, koma dan kematian. Perubahan perilaku pada jenis hewan ini di antaranya:

1. Anjing dan kucing

Gejala rabies pada hewan seperti anjing dan kucing berkisar dari depresi atau tertekan, di mana hewan tersebut tetap tenang dan hanya menggigit ketika diprovokasi.

Selain itu, gejala penyakit rabies pada hewan ini ditandai marah dengan kegelisahan yang tidak biasa, membentak benda-benda khayalan dan menggigit benda-benda lainnya seperti tongkat dan batu.

2. Hewan Ternak

Tanda dan gejala rabies pada hewan ternak di antaranya:

  • Depresi
  • Berhenti memproduksi susu
  • Mengeluarkan air liur
  • Melenguh
  • Meningkatnya aktivitas seksual
  • Menyerang binatang
  • Lumpuh, kehilangan keseimbangan, tidak bisa bangkit, koma, dan kematian

3. Domba

Gejala rabies pada hewan ini biasanya ada beberapa kasus pada waktu yang bersamaan dalam satu kawanan, yang menunjukkan hewan terkena rabies. Selain itu muncul gelisah kemudian tertekan, dan sekarat dalam waktu sekitar tiga hari.

4. Babi

Gejala penyakit rabies pada hewan ini menunjukkan perilaku abnormal, seperti bersembunyi dan kemudian menggigit jika terpancing, munculnya selera makan yang menggila, membunuh anak babi, semakin kumal, dan lumpuh

5. Kuda

Kuda yang terkena rabies tampak tenang atau jinak, di mana mengalami depresi dan kesulitan menelan. Tanda dan gejala lainnya kuda tampak marah, di mana kuda bisa berbahaya jika didekati.

Bila gejala rabies pada hewan berkembang dan tidak ada penyembuhan, kemungkinan hewan mengalami kematian. Namun, bila ditangani secara medis tepat waktu, gejala penyakit rabies pada hewan mudah dicegah. Jadi, semua kemungkinan penularan rabies harus diperlakukan sebagai darurat medis.

 

Rabies – Halaman Selanjutnya : 1 2 3 4 5 6

Sumber:

 

  1. Rabies in Dogs. https://pets.webmd.com/dogs/rabies-dogs#1 (Diakses 13 September 2019)
  2. Rabies In Dogs: Symptoms, Causes, & Prevention. https://dogtime.com/dog-health/342-rabies (Diakses 13 September 2019)
  3. Rabies in Dogs. https://wagwalking.com/condition/rabies (Diakses 13 September 2019)
  4. The Path of the Rabies Virus. https://www.cdc.gov/rabies/transmission/body.html (Diakses 13 September 2019)



[ad_2]

Source link

AKDSEO