Presbiopi: Penyebab, Gejala, dan Penanganan

By | August 29, 2019


DokterSehat.Com – Menurunnya kemampuan untuk melihat dengan jelas objek dari jarak dekat adalah tanda bahwa Anda mengalami presbiopi atau sering juga disebut mata tua. Anda mungkin menyadari presbiopia ketika sedang membaca buku, koran, atau melihat objek dari jarak dekat. Guna mengatasi hal ini biasanya penggunaan kacamata presbiopi atau operasi menjadi pertimbangan.

Apa Itu Presbiopi?

Presbiopi adalah hilangnya kemampuan mata secara bertahap untuk fokus pada objek yang ada di dekat mata. Ini adalah kondisi yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Presbiopi biasanya mulai terlihat di pertengahan usia 40 hingga usia 65 tahun.

Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi semakin tidak fleksibel, sehingga membuatnya lebih sulit untuk fokus dengan jelas objek jarak dekat. Hingga kini penyebab lensa mata menjadi tidak fleksibel belum diketahui dengan pasti, akan tetapi gangguan penglihatan ini bisa terjadi pada semua orang sebagai bagian alami dari penuaan.

Efek presbiopi akan terus berlanjut seumur hidup. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu mengganti kacamata secara berkala untuk mempertahankan penglihatan dengan jelas dan nyaman. Presbiopi adalah bagian alami dari proses penuaan mata dan bukan suatu penyakit sehingga tidak bisa dicegah.

Penyebab Presbiopi

Seiring bertambahnya usia, lensa mata dan serat otot yang mengelilinginya perlahan-lahan kehilangan fleksibilitas dan menjadi kaku. Akibatnya, lensa mata tidak dapat berubah bentuk dan terjadi pembengkakan serta pembekuan darah yang terkontrol oleh mengerutnya pembuluh darah–akibat melihat objek yang dekat dengan mata.

Proses pengerasan lensa ini secara bertahap kehilangan kemampuannya untuk memfokuskan cahaya langsung ke retina. Saat lensa mata menjadi kurang fleksibel, lensa tidak lagi dapat berubah bentuk untuk fokus pada gambar jarak dekat. Akibatnya, gambar-gambar menjadi tidak fokus.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab presbiopi, di antaranya:

1. Usia

Usia adalah faktor risiko terbesar untuk presbiopia. Setiap orang berisiko tinggi mengalami presbiopi setelah usia 40 tahun.

2. Kondisi Medis

Memiliki rabun dekat atau memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, multiple sclerosis atau penyakit kardiovaskular dapat meningkatkan risiko presbiopi prematur, yaitu presbiopia pada orang berusia di bawah 40 tahun.

3. Obat-obatan Tertentu

Obat-obatan tertentu berhubungan dengan gejala-gejala presbiopi prematur, termasuk antidepresan, antihistamin dan diuretik.

Gejala Presbiopi

Beberapa tanda-tanda presbiopia yang paling umum adalah tidak bisa membaca terlalu dekat (minimal sejauh lengan), atau mata lelah dengan sakit kepala saat melakukan pekerjaan-pekerjaan jarak dekat.

Gejala lain presbiopia, antara lain:

  • Kesulitan membaca huruf-huruf kecil seperti saat membaca buku atau koran.
  • Membutuhkan pencahayaan yang lebih terang saat membaca atau melakukan pekerjaan dari jarak dekat.
  • Sering menyipitkan mata.

Segera temui dokter jika presbiopi membuat Anda tidak mampu membaca, melakukan  pekerjaan jarak dekat atau menikmati aktivitas normal lainnya. Dokter dapat memberi tahu pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi.

Cari perawatan medis segera jika:

  • Tiba-tiba kehilangan penglihatan di satu mata dengan atau tanpa sakit mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Penglihatan ganda.
  • Melihat kilatan cahaya, bintik hitam atau lingkaran cahaya di sekitar lampu.

Diagnosis Presbiopi

Segera ke dokter spesialis mata jika Anda memiliki gejala presbiopi. Bahkan, jika tidak menunjukan gejala atau memiliki faktor risiko yang terkait dengan penyakit mata. Skrining mata dapat mengidentifikasi tanda-tanda awal penyakit dan perubahan penglihatan. Anda harus menjalani pemeriksaan mata pada usia 40 tahun.

Presbiopi dapat didiagnosis sebagai bagian dari pemeriksaan mata komprehensif. Pemeriksaan tipikal akan mencakup tes untuk mengevaluasi mata terhadap adanya penyakit dan gangguan penglihatan. Dokter mata dapat mendiagnosis presbiopi dengan pemeriksaan mata menyeluruh.

Penanganan Presbiopi

Pada dasarnya tidak ada obat khusus yang dikonsumsi oleh penderita presbiopi, namun terdapat beberapa perawatan yang bisa digunakan sebagai cara mengatasi presbiopi. Anda bisa memilih menggunakan lensa korektif, lensa kontak atau operasi untuk memperbaiki penglihatan.

1. Lensa Tanpa Resep

Jika Anda tidak membutuhkan kacamata sebelum mendapatkan presbiopia, Anda mungkin dapat menggunakan kacamata baca tanpa resep. Lensa jenis ini biasanya hanya digunakan untuk membaca atau menyelesaikan suatu pekerjaan.

Saat memilih sepasang kacamata baca tanpa resep, coba berbagai tingkat perbesaran. Pilih pembesaran terendah yang memungkinkan Anda membaca koran dengan nyaman.

2. Lensa Resep

Lensa resep untuk presbiopia diperlukan jika Anda tidak dapat menemukan pembesaran yang sesuai dari penawaran non-resep. Berikut adalah beberapa variasi lensa atau kacamata presbiopi, di antaranya:

  • Lensa bifocal. Lensa bifocal memiliki dua jenis fokus yang berbeda dengan garis yang mencolok di antara keduanya. Bagian atas diatur untuk jarak jauh, sementara bagian bawah diatur untuk membaca.
  • Lensa progresif. Lensa progresif mirip dengan lensa bifocal. Namun tidak memiliki garis yang terlihat, dan lensa ini menawarkan transisi yang lebih bertahap antara bagian yang jauh dan dekat.
  • Lensa trifocals. Lensa trifocals memiliki tiga titik fokus yang berbeda. Bagian-bagian ditetapkan untuk pekerjaan dekat, jarak menengah, dan jarak jauh. Ketiga jenis lensa itu dapat dibuat dengan atau tanpa garis yang terlihat.
  • Kontak lensa bifocal memberikan opsi yang sama dengan kacamata bifocal.
  • Kontak lensa monovision mengharuskan Anda untuk memakai satu set lensa kontak untuk penglihatan jarak jauh di satu mata dan lensa kontak yang berbeda untuk bekerja jarak dekat di mata yang satunya.

3. Operasi

Berikut ini adalah beberapa opsi bedah untuk mengobati presbiopia, antara lain:

  • Conductive keratoplasty (CK) melibatkan penggunaan energi frekuensi radio untuk mengubah kelengkungan kornea. Meskipun efektif, pada beberapa kasus, koreksi yang dihasilkan mungkin berkurang seiring waktu.
  • Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK) dapat digunakan untuk membuat monovision. Penyesuaian ini mengoreksi satu mata untuk penglihatan dekat dan mata lainnya untuk jarak jauh.
  • Penggantian lensa alami mata dengan lensa sintetis yang disebut implan lensa intraokular.

Pada akhirnya, presbiopi adalah sebuah kondisi yang tidak bisa dicegah seiring bertambahnya usia. Namun, orang yang banyak melakukan pekerjaan di depan komputer atau membaca terlalu sering bisa mengembangkan presbiopi lebih awal daripada yang lain.

Jika Anda sering menggunakan mata untuk melakukan pekerjaan jarak dekat, istirahatlah 10 menit setiap satu atau dua jam untuk meredakan ketegangan mata. Biarkan mata Anda fokus pada objek dengan jarak menengah atau jauh. Pastikan untuk menggunakan pencahayaan yang terang saat membaca agar membantu mata tetap fokus.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

  • Rutin melakukan pemeriksaan mata.
  • Mengontrol kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi untuk mencegah menurunnya penglihatan.
  • Kenakan kacamata hitam atau kacamata pelindung saat melakukan aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata.
  • Konsumsilah asupan sehat yaitu makanan yang mengandung antioksidan, vitamin A, dan beta-karoten.

 

Sumber:

  1. Presbyopia: What causes it and how to treat it. https://www.allaboutvision.com/conditions/presbyopia.htm. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  2. What Is Presbyopia?. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-presbyopia. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  3. Presbyopia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/presbyopia/symptoms-causes/syc-20363328. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  4. Presbyopia. https://nei.nih.gov/healthyeyes/presbyopia. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  5. What Is Presbyopia?. https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-presbyopia-eyes.(diakses pada tanggal 29 Agustus 2019). (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  6. Presbyopia. https://www.healthline.com/health/presbyopia. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).
  7. Presbyopia. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/presbyopia-a-to-z. (diakses pada tanggal 29 Agustus 2019).





Source link