Phantosmia (Bau Hantu): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll

By | July 25, 2019


DokterSehat.Com – Pernahkah Anda mencium bau yang tidak wajar di tempat tertentu? Jika ya, kondisi ini disebut dengan phantosmia atau bau hantu. Phantosmia adalah gangguan penciuman yang menyebabkan seseorang mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Ketahui selengkapnya tentang phantosmia melalui artikel ini!

Apa Itu Phantosmia?

Phantosmia adalah kondisi medis di mana seseorang mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut phantosmia adalah seperti halusinasi penciuman atau bau hantu.

Bau yang dicium setiap orang dapat berbeda-beda dan umumnya merupakan bau yang kurang menyenangkan. Bau ini dapat muncul hanya pada satu sisi hidung atau keduanya.

Phantosmia disebabkan oleh beragam kondisi mulai dari masalah pada sinus atau kondisi tertentu yang memengaruhi sistem saraf dan otak. Kondisi ini termasuk kondisi yang tidak umum, tidak berbahaya, dan biasanya dapat hilang dengan sendirinya.

Meskipun begitu, phantosmia yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu tetap harus diwaspadai dan ditangani sesuai dengan penyakit yang mendasarinya.

Penyebab Phantosmia

Umumnya masalah phantosmia disebabkan oleh masalah pada hidung atau mulut, bukan pada otak. Perlu diketahui juga bahwa sekitar 52-72% kondisi yang berpengaruh pada indera penciuman terkait dengan masalah sinus.

Berikut adalah beberapa penyebab phantosmia yang paling umum:

  • Pilek
  • Alergi
  • Infeksi sinus
  • Iritasi akibat merokok
  • Iritasi akibat kualitas udara yang buruk
  • Polip hidung
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Masalah gigi
  • Migraine
  • Paparan zat yang beracun bagi sistem saraf (neurotoksin), contohnya seperti timbal dan merkuri
  • Pengobatan radiasi untuk kanker tenggorokan atau otak.

Ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menjadi penyebab phantosmia. Kondisi ini lebih jarang terjadi, tapi apabila Anda mengalami gejalanya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Berikut adalah beberapa penyebab phantosmia yang tidak terlalu umum:

  • Cedera kepala
  • Pukulan
  • Tumor otak
  • Neuroblastoma
  • Penyakit Parkinson
  • Epilepsi
  • Alzheimer

Terkadang sumber bau yang tidak biasa juga dapat membuat Anda seolah mengalami phantosmia. Contoh bau yang dimaksud adalah seperti bau dari ventilasi udara kotor, deterjen baru, tempat tidur atau kasur baru, atau produk kosmetik atau skin care baru.

Gejala Phantosmia

Gejala phantosmia adalah munculnya bau yang sebenarnya tidak ada. Pada dasarnya tidak semua bau yang ditimbulkan buruk, tapi mayoritas orang dengan phantosmia menggambarkan bau yang kurang menyenangkan, busuk, atau menjijikan.

Beberapa jenis bau yang paling sering muncul adalah seperti bau roti bakar, karet dibakar, asap rokok, bau logam, bau busuk, bau basi atau berjamur. Terkadang seseorang dengan phantosmia juga menemukan bau yang tidak pernah dihirup sebelumnya sehingga sulit untuk dideskripsikan.

Kondisi phantosmia parah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Seseorang dengan phantosmia mungkin merasakan nafsu makan menurun hingga penurunan berat badan karena kondisi ini dapat memengaruhi indra perasa.

Diagnosis Phantosmia

Diagnosis phantosmia biasanya dilakukan untuk menemukan penyebab yang mendasari kondisi ini. Dokter akan memulai dengan wawancara dengan pasien untuk menanyakan gejala seperti jenis bau yang dicium, berapa lama bau bertahan, dan apakah bau memengaruhi satu sisi hidung atau keduanya.

Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang berfokus pada hidung, telinga, kepala, dan juga leher. Berikut adalah pemeriksaan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk melengkapi diagnosis phantosmia:

  • Endoskopi hidung, dilakukan jika dokter mencurigai penyebab phantosmia adalah gangguan pada hidung. Pemeriksaan ini menggunakan kamera kecil atau endoskop untuk melihat bagian dalam rongga hidung.
  • MRI atau CT scan, dilakukan jika tidak ditemukan penyebab melalui pemeriksaan endoskopi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan adanya kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson atau kondisi lainnya.
  • Electroencephalogram (EEG), pemeriksaan untuk mengukur aktivitas listrik di otak untuk mendeteksi adanya kelainan pada otak.

Pengobatan Phantosmia

Penanganan phantosmia bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Phantosmia yang disebabkan kondisi seperti pilek, infeksi sinus, dan infeksi pernapasan biasanya akan hilang dengan sendirinya begitu penyakitnya sembuh.

Jika phantosmia disebabkan penyebab neurologis, penanganannya tentu tergantung pada jenis kondisi dan lokasinya. Dokter akan menyarankan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi dan gaya hidup Anda.

Selain pengobatan phantosmia untuk mengatasi penyebabnya, terdapat juga beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala phantosmia. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Membilas saluran hidung dengan cairan saline untuk menghilangkan benda yang mungkin terperangkap di hidung dan untuk meringankan gejala.
  • Menggunakan semprotan anestesi untuk mematikan sel-sel saraf pada penciuman.
  • Menggunakan semprotan obat yang dapat mempersempit pembuluh darah di hidung sehingga mengurangi hidung tersumbat.

Selain langkah di atas, dokter juga dapat meresepkan obat oral hingga merekomendasikan pembedahan. Tentunya jenis obat dan tindakan yang dipilih akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasari phantosmia.

Apapun langkah pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter, pastikan Anda telah mengetahui manfaat dan risiko dari pengobatan phantosmia yang akan Anda jalani.

Perbedaan Phantosmia dengan Parosmia

Terdapat kondisi terkait gangguan penciuman lain yang mirip dengan phantosmia. Gangguan ini disebut dengan parosmia, yaitu penyimpangan indra penciuman.

Berbeda dengan phantosmia, seseorang dengan parosmia tetap mencium bau yang nyata, tapi bau tersebut mengalami distorsi. Contohnya adalah seperti bau bunga yang dapat memunculkan bau bahan kimia.

Gejala parosmia beragam dari ringan hingga berat dan kondisi parosmia parah dapat sangat mengganggu. Phantosmia dan parosmia dapat terjadi bersamaan, tapi pada dasarnya parosmia adalah kondisi yang lebih umum jika dibandingkan dengan phantosmia.

 

 

Sumber:

  1. Phantosmia – https://www.healthline.com/health/phantosmia diakses 25 Juli 2019
  2. What to know about phantom smells (phantosmia) – https://www.medicalnewstoday.com/articles/322698.php diakses 25 Juli 2019
  3. Smelling things that aren’t there (phantosmia) – https://www.nhs.uk/conditions/phantosmia/ diakses 25 Juli 2019





Source link