Penyakit Celiac: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

By | August 1, 2019


DokterSehat.Com – Kerusakan pada usus tidak hanya karena infeksi, kemungkinan juga disebabkan celiac disease. Kerusakan usus ini biasanya menyebabkan diare, kelelahan, penurunan berat badan, kembung, dan anemia, bahkan menyebabkan komplikasi serius. Penyakit celiac adalah penyakit yang diperkirakan memengaruhi 1 dari 100 orang di seluruh dunia.

Apa Itu Penyakit Celiac?

Celiac disease adalah penyakit autoimun yang terjadi pada orang yang memiliki kecenderungan genetik di mana konsumsi gluten menyebabkan peradangan dan kerusakan pada usus kecil.

Ketika penderita penyakit celiac makan gluten (protein yang ditemukan dalam gandum), tubuhnya melakukan respons imun yang mengganggu usus kecil. Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada vili, jaringan kecil seperti jari yang melapisi usus kecil, untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Ketika vili rusak, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Penyebab Penyakit Celiac

Penyebab dari penyakit celiac hingga saat ini belum diketahui apa sebenarnya yang menyebabkan celiac. Tetapi para peneliti berpikir bahwa ada hubungannya dengan genetika yang berafiliasi dengan faktor lingkungan.

Memiliki anggota keluarga yang menderita celiac disease memungkinkan Anda berisiko lebih tinggi mengalami penyakit ini. Misalnya, seseorang dengan kerabat tingkat pertama memiliki peluang 1 banding 22 mengalami celiac. Hal ini ada yang menamainya “gen celiac.”

Mereka yang memiliki celiac, 95 persen memiliki gen HLA-DQ2, dan sebagian besar sisanya 5 persen memiliki gen HLA-DQ8. Orang yang memiliki kelainan genetik, seperti Down Syndrome atau Turner Syndrome, juga mungkin lebih berisiko celiac disease.

Jika memiliki kelainan autoimun lainnya, juga lebih mungkin terserang penyakit celiac. Kondisi ini meliputi:

  • Radang sendi atau rheumatoid arthritis
  • Lupus
  • Penyakit tiroid
  • Sindrom Sjogren
  • Diabetes tipe 1

Gejala Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah kelainan yang permanen. Gejala celiac berkisar dari ringan hingga berat, yang dapat berubah dari waktu ke waktu, dan dapat berbeda pada setiap individu. Beberapa orang mungkin tidak memiliki gejalanya, atau gejala mungkin tidak muncul sampai di kemudian hari.

Beberapa gejala celiac yang mungkin dialami di antaranya:

  • Gejala gastrointestinal, seperti kram perut, diare, gas, mual dan muntah, dan kembung
  • Kotoran berbau busuk disertai kelebihan lemak
  • Nyeri tulang dan sendi
  • Depresi, mudah marah, dan serangan panik
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Mudah memar dan hidung berdarah
  • Retensi cairan
  • Infertilitas
  • Kelaparan terus-menerus
  • Anemia defisiensi besi
  • Kekurangan gizi dan kekurangan nutrisi, termasuk kekurangan vitamin B12, D, dan K
  • Luka pada mulut dan perubahan warna gigi
  • Pengecilan otot, kelemahan otot, dan kram otot
  • Kerusakan saraf, menyebabkan kesemutan pada tungkai dan kaki
  • BAB dan kencing berdarah
  • Sakit kepala migrain

Diagnosis Penyakit Celiac

Beberapa tes dapat membantu dokter mengetahui apakah Anda memiliki penyakit celiac atau kondisi pencernaan lainnya. Dokter dapat merekomendasikan tes berikut:

1. Tes darah

Sampel darah akan diperiksa untuk protein khusus yang disebut antibodi. Antibodi tertentu cenderung meningkat pada penderita penyakit celiac. Sebelum tes darah, seseorang harus terus makan makanan yang mengandung gluten. Mengurangi gluten sebelum tes selesai dapat menunda diagnosis.

2. Endoskopi

Dokter mungkin meminta ahli gastroenterologi dalam melakukan endoskopi untuk memastikan diagnosis jika tes darah menunjukkan seseorang mungkin memiliki penyakit celiac.

Tabung kecil fleksibel yang berisi kamera kecil dimasukan melalui mulut penderita celiac. Melalui tabung ini, dokter akan melakukan biopsi, mengambil sedikit jaringan dari dinding usus kecil. Ahli patologi akan melihat jaringan menggunakan mikroskop untuk melihat apakah jaringannya telah rusak oleh penyakit celiac.

3. Tes genetik

Dokter mungkin melakukan tes genetik untuk menyingkirkan diagnosis penyakit celiac. Kebanyakan penderita celiac membawa jenis tertentu dari gen HLA-DQ2 atau DQ8. Tetapi tidak sedikit orang tanpa celiac juga memiliki jenis ini, jadi penyakit ini tidak bisa didiagnosis dengan tes genetik saja.

4. Tes kepadatan tulang

Jika memiliki penyakit celiac, dokter mungkin merekomendasikan tes untuk memeriksa pengeroposan tulang. Namun ini mungkin tidak akan terjadi selama mengikuti diet bebas gluten selama setahun.

Tes ini menggunakan mesin pemindaian yang mirip dengan sinar-X. Jika pemindaian memperlihatkan pengeroposan tulang yang signifikan, penderita celiac mungkin memerlukan suplemen makanan atau perawatan lain untuk membantu pertumbuhan tulang.

Pengobatan Penyakit Celiac

Meskipun ada pengobatan alternatif, menjalankan diet bebas gluten untuk celiac disease adalah cara terbaik untuk menjaga gejala celiac tetap terkendali.

Jika baru mendapatkan diagnosis penyakit celiac, kabar ini mungkin sulit percaya. Bagi sebagian orang, berarti kondisi ini mungkin harus merubah total diet. Tetapi berkonsultasi dengan ahli gizi dapat membantu beralih ke diet bebas gluten sambil tetap mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Penderita celiac akan disarankan beberapa kiat berikut:

  • Memerhatikan setiap label makanan dan produk untuk mencri tahu bahan-bahan yang mengandung gluten
  • Memahami makanan mana yang bebas gluten secara alami
  • Menemukan dan menghindari sumber gluten yang tersembunyi dari makanan
  • Buatlah pilihan makanan sehat
  • Rancang rencana makan

Setelah memulai diet bebas gluten, rutin mengunjungi dokter untuk pemeriksaan berkala guna memastikan kondisi. Kebanayakan dokter menyarankan kunjungan tindak lanjut empat hingga enam minggu setelah memulai diet.

Apakah mengonsumsi suplemen baik untuk penderita penyakit celiac?

Penderita celiac berisiko mengalami kekurangan gizi karena penyakit ini dapat membatasi kemampuan usus kecil menyerap nutrisi makanan. Dokter dapat menguji kekurangan nutrisi dengan tes darah sederhana.

Penderita penyakit celiac biasanya kekurangan beberapa vitamin:

  • Kalsium
  • Vitamin B12
  • Folat
  • Vitamin A
  • Vitamin E
  • Vitamin D
  • Vitamin K

Mengonsumsi suplemen nutrisi atau multivitamin dapat membantu meningkatkan cadangan nutrisi penting dalam tubuh.

Penting diingat, bahwa beberapa vitamin, mineral, dan suplemen herbal mengandung bahan yang disebut lesitin, dapat menjadi sumber gluten yang tersembunyi. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen nutrisi apa pun untuk memastikan tidak mengandung gluten.

Diet bebas gluten terkadang rendah serat, yang dapat menyebabkan sembelit. Suplemen serat dengan sekam biji psyllium juga dapat membantu, seperti halnya makanan kaya serat, seperti buah-buahan dan sayuran.

 

Sumber:

What Is Celiac Disease? (https://www.everydayhealth.com/celiac-disease/guide/, diakses 1 Agustus 2019).

All about celiac disease (https://www.medicalnewstoday.com/articles/38085.php, diakses 1 Agustus 2019).

What is Celiac Disease? (https://celiac.org/about-celiac-disease/what-is-celiac-disease/, diakses 1 Agustus 2019).





Source link