Payudara Sakit Saat Haid? Ini Alasannya!

Payudara Sakit Saat Haid? Ini Alasannya!

[ad_1]

seks-pasca-perawatan-kanker-payudara-doktersehat

DokterSehat.Com – Payudara sakit saat haid tentu akan menganggu kelancaran aktivitas Anda. Kondisi ini biasanya juga akan membuat perubahan pada kondisi kesehatan hingga psikologis wanita. Bagaimana tidak, beberapa wanita bisa mengalami kram perut yang cukup menyakitkan. Sementara itu, ada juga yang mengalami perubahan psikologis, seperti mood wanita yang jauh lebih menyebalkan saat fase menstruasi.

Namun, sebagian besar wanita akan mengalami perubahan kondisi pada payudaranya di mana payudara nyeri saat haid dan sangat menyakitkan, yang seringkali dianalogikan seperti tertusuk jarum. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Penyebab Payudara Sakit saat Menstruasi

Pakar kesehatan menyebutkan jika sebelum fase menstruasi tiba, tepatnya pada masa pre menstruasi atau PMS, payudara memang akan mengalami pembengkakan sehingga terasa lebih berat dan lebih besar. Berikut ini alasan mengapa payudara nyeri saat haid:

1. Perubahan hormon

Payudara yang membengkak adalah hal yang normal terjadi pada wanita, pada fase ini hormon estrogen di dalam tubuh wanita mengalami peningkatan secara signifkan, di mana puncak peningkatan kadar hormon ini akan ada pada fase pertengahan menstruasi.

Peningkatan hormon inilah yang memicu perubahan pada kelenjar payudara yang membuatnya lebih besar dan mudah terasa nyeri.

Selain hormon estrogen, fase pre menstruasi juga akan membuat hormon progesteron dalam tubuh wanita ikut meningkat dengan drastis. Peningkatan kadar hormon ini juga ikut memicu perubahan pada payudara wanita yang akan membuatnya lebih membengkak dan mudah mengalami payudara sakit saat menstruasi

Meskipun terasa sangat menyakitkan, nyeri payudara saat haid sangat normal terjadi. Untuk meredakannya, Anda bisa mulai memerhatikan makan makanan dengan kadar gizi yang seimbang, seperti memperbanyak makan buah-buahan dan sayuran, sekaligus mengurangi konsumsi gula, garam, dan juga kafein.

Setelah memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat, payudara sakit saat haid pun akan bisa semakin mereda.

2. Kista payudara

Beberapa wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami payudara yang menyakitkan. Terkadang, perubahan saluran susu atau kelenjar dapat menyebabkan pembentukan kista payudara. Kondisi ini bisa terasa seperti benjolan di payudara yang berisi cairan, ini biasanya terasa lunak atau keras.

Kista payudara mungkin atau tidak menyebabkan nyeri payudara saat haid. Kista ini biasanya membesar selama siklus menstruasi dan menghilang begitu mengalami menopause.

Penyebab Sakit Payudara Lainnya

Selain karena kista dan perubahan hormon akibat menstruasi, nyeri payudara juga dapat disebabkan berbagai kondisi berikut:

1. Tanda menopause

Sama seperti payudara sakit saat haid yang terjadi secara teratur mungkin merupakan sinyal bahwa siklus reproduksi Anda berjalan sesuai jadwal, nyeri payudara yang tidak dapat diprediksi dapat menjadi pertanda bahwa organ reproduksi sedang berhenti.

Menurut Mayo Clinic, nyeri payudara yang acak bisa menjadi tanda perimenopause — tahap pertama menopause, proses tubuh di mana hormon-hormon tertentu yang berkaitan dengan reproduksi berhenti diproduksi.

Perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, tetapi dapat mulai sedini pertengahan 30-an. Jadi, jika Anda mulai juga mengalami gejala lain, seperti haid tidak teratur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Tetapi jika Anda di usua lebih muda, jangan takut bahwa Anda akan mengalami menopause dini jika payudara Anda tiba-tiba terasa sakit pada waktu yang berbeda dalam sebulan. Menopause dini jarang terjadi (namun kemungkinan dapat mengalaminya), terutama jika tidak ada gejala lain (seperti tidak menstruasi) atau penyebab umum (seperti pengangkatan ovarium), ini sangat jarang sangat.

2. Ovulasi

Nyeri payudara juga dapat dirasakan ketika sedang ovulasi, yaitu ketika ovarium melepaskan sel telur untuk pembuahan yang berpotensi. Biasanya terjadi selama 12 hingga 14 hari sebelum mengalami menstruasi.

3. Tanda kehamilan

Sebelumnya telah disinggung, progesteron adalah hormon yang juga menyebabkan nyeri payudara selama siklus menstruasi, juga meningkat selama awal kehamilan. Inilah sebabnya bagi kebanyakan orang, nyeri payudara adalah tanda utama kehamilan. Faktanya, menurut American Pregnancy Association, sekitar 17% dari orang hamil mengatakan nyeri payudara adalah gejala kehamilan pertama yang mereka alami.

Tidak sedikit orang hamil mengatakan bahwa ada perbedaan antara nyeri payudara karena kehamilan dan payudara nyeri saat haid.

4. Penggunaan bra yang tidak tepat

Menurut Johns Hopkins Medicine, penggunaan bra yang tidak terpasang dengan benar dapat menyebabkan nyeri payudara. Ukuran bra yang terlalu kecil juga dapat menekan atau mencubit payudara, sementara bra yang terlalu besar mungkin tidak cukup menutupi dada Anda, yang pada akhirnya membuat payudara terasa sakit.

 

5. Mastitis

Mastitis adalah infeksi payudara yang terasa menyakitkan. Kondisi ini sering terjadi selama menyusui, karena saluran susu yang tersumbat. Namun, ini bisa terjadi di waktu lain.

Gejala mastitis termasuk demam, kelelahan, sakit, dan perubahan pada payudara, seperti terasa hangat, bengkak, kemerahan, dan terasa nyeri.

Ada berbagai pilihan pengobatan salah satunya antibiotik. Sementara beberapa penelitian telah mengaitkan penggunaan probiotik yang mengurangi kadar bakteri, yang menunjukkan bahwa ini bisa menjadi pilihan pengobatan yang efektif.

6. Bengkak

Pembengkakan terjadi saat payudara terlalu penuh dengan ASI. Payudara akan tampak membesar dan kulit akan terasa kencang dan terasa sakit. Jika tidak segera menyusui bayi, Anda bisa mencoba untuk memompa atau mengeluarkan ASI secara manual.

7. Penggunaan obat-obatan

Obat-obatan hormon tertentu, seperti beberapa perawatan untuk infertilitas dan pil KB, yang kemungkinan menyebabkan nyeri payudara.

Nyeri payudara adalah efek samping yang mungkin karena terapi hormon estrogen dan progesteron yang digunakan setelah menopause. Nyeri payudara dapat dikaitkan dengan antidepresan tertentu, termasuk selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Cara Mengobati Nyeri Payudara

Menghilangkan penyebab yang mendasari atau faktor risiko nyeri payudara dapat diatasi dengan berbagai cara berikut ini, seperti dilansir Mayo Clinic:

1. Gunakan obat antiinflamasi nonsteroid topikal (NSAID).

Jika payudara terasa sangat sakit, Anda mungkin perlu menggunakan NSAID. Dokter mungkin akan menyarankan untuk menggunakan krim NSAID topikal pada area payudara yang terasa sakit.

2. Sesuaikan pil KB

Jika menggunakan pil KB, namun seminggu bebas pil atau mengganti metode kontrasepsi dapat membantu gejala nyeri payudara. Namun, jangan coba cara ini tanpa saran dari dokter ya!

3. Kurangi dosis terapi hormon menopause

Saat payudara nyeri, mungkin Anda akan mempertimbangkan untuk menurunkan dosis terapi hormon menopause atau bahkan menghentikannya sama sekali.

4. Minum obat resep

Pengobatan nyeri payudara berikutnya minum obat resep dokter. Danazol adalah satu-satunya obat resep yang disetujui oleh Food and Drug Administration Amerika Serikat, untuk mengobati nyeri payudara.

Namun, danazol berisiko menimbulkan efek samping yang parah, seperti jerawat, penambahan berat badan, dan perubahan suara.

Sementara Tamoxifen, obat resep untuk pengobatan dan pencegahan kanker payudara, yang mungkin direkomendasikan dokter untuk beberapa wanita, Namun obat ini juga berpotensi menimbulkan efek samping yang mungkin lebih mengganggu dari nyeri payudara itu sendiri.



[ad_2]

Source link

AKDSEO