Penyebab Bangun Tidur Saat Maghrib Terasa Sangat Tidak Nyaman

bangun-tidur-doktersehat
Photo Source: Flickr.com/jnp249

DokterSehat.Com– Tidur siang seharusnya bisa memberikan dampak berupa tubuh menjadi semakin segar, namun karena kita melakukannya di waktu yang terlalu sore, maka kita baru bisa bangun tidur saat waktu maghrib. Jika dicermati, bangun tidur di saat maghrib biasanya akan membuat sensasi tidak nyaman. Bahkan, ada yang sampai uring-uringan akibat hal ini. Apakah hal ini wajar?

Terdapat banyak mitos yang terkait dengan tidur di waktu maghrib

Pakar kesehatan menyebut masyarakat Indonesia percaya dengan adanya mitos bahwa bangun tidur saat maghrib bisa memberikan dampak buruk layaknya mendatangkan sial atau bahkan memicu masalah kesehatan mental.

Bahkan, ada yang sampai hal ini akan membuat tubuh dikuasai kekuatan jahat yang akhirnya membuat kita terbangun dengan kondisi kepala pusing atau suasana hati yang memburuk.

Terganggunya jam biologis tubuh

Alih-alih mempercayai mitos-mitos sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, pakar kesehatan menyebut munculnya sensasi tidak nyaman, uring-uringan, hingga kepala pusing setelah bangun tidur di waktu maghrib lebih terkait dengan jam biologis atau ritme sirkadian di dalam tubuh kita.

Sebagai informasi, jam biologis atau ritme sirkadian ini adalah siklus yang dilakukan secara alami pada tubuh yang biasanya disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari yang kita lakukan. Salah satunya adalah jam tidur kita. Karena alasan inilah jika kita tidur di waktu yang tidak semestinya seperti baru tidur di waktu yang sangat larut atau tidur di waktu yang terlalu sore, maka saat bangun akan membuat berbagai sistem dan organ tubuh kebingungan.

Berbagai sistem dan organ tubuh ini kemudian tidak bekerja dengan semestinya dan akhirnya menyebabkan gejala kepala pusing, tubuh yang tidak nyaman, hingga akhirnya mempengaruhi kondisi psikis dan membuat kita uring-uringan.

Tidur terlalu sore bisa menyebabkan kekacauan hormon

Jam biologis tubuh juga mengendalikan keseimbangan hormon manusia. Jika kita mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam atau tidur dengan waktu yang tepat, maka akan membuat keseimbangan hormon terganggu. Masalahnya adalah saat

Read the rest

Neuropati Diabetik: Penyebab, Gejala, Diagnosis & Penanganan

DokterSehat.Com – Neuropati diabetik adalah jenis kerusakan saraf yang dapat terjadi jika Anda menderita diabetes. Saat kadar gula dalam darah tinggi, hal itu dapat melukai saraf di seluruh tubuh Anda. Neuropati diabetes paling sering merusak saraf di tungkai dan kaki.

Penyebab Neuropati Diabetik

Penyebab pasti neuropati diabetik berbeda untuk setiap jenisnya. Selain merusak saraf,  gula darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat mengganggu kemampuan saraf untuk mengirimkan sinyal. Tingginya kadar gula darah juga melemahkan dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memasok saraf dengan oksigen dan nutrisi.

Sementara itu, kombinasi faktor yang dapat menyebabkan kerusakan saraf, antara lain:

  • Peradangan pada saraf disebabkan oleh respons autoimun. Sistem imun salah mengartikan saraf sebagai benda asing dan menyerang mereka.
  • Faktor genetik yang tidak terkait dengan diabetes dapat membuat beberapa orang lebih mungkin untuk mengalami kerusakan saraf.
  • Merokok dan penyalahgunaan alkohol merusak saraf dan pembuluh darah, serta secara signifikan meningkatkan risiko infeksi.

Jenis Neuropati Diabetik

Pada dasarnya terdapat empat jenis utama neuropati diabetik. Setiap orang dapat memiliki satu atau lebih jenis neuropati. Gejala tergantung jenis yang dimiliki dan saraf mana yang terpengaruh.

Berikut ini adalah beberapa jenis neuropati diabetik, antara lain: neuropati perifer, otonom, proksimal, dan fokus. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Neuropati perifer

Neuropati jenis ini biasanya mengenai kaki. Jarang sekali mengenai lengan, perut, atau punggung. Gejalanya meliputi:

  • Kesemutan.
  • Rasa kebas atau baal (yang dapat menjadi permanen).
  • Sensasi panas atau seperti terbakar (terutama pada malam hari).
  • Nyeri.

Gejala awal biasanya akan membaik setelah kadar gula darah kembali normal atau terkendali. Ada juga obat-obatan yang dapat membantu meringankan gejalanya. Cara mencegahnya yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes adalah:

  • Memeriksa kaki setiap hari (apabila ada luka atau muncul kelainan pada kulit seperti perubahan warna atau hilangnya sensasi atau perabaan).
  • Menggunakan pelembap bila kulit kering.
  • Menjaga kebersihan kuku.
  • Mengenakan alas kaki dengan ukuran yang sesuai.
Read the rest

15 Ciri-Ciri Dehidrasi yang Perlu Anda Kenali

Doktersehat.com – Air adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Tubuh manusia pada dasarnya terdiri dari 70% air, yang diperlukan untuk banyak proses pada tubuh. Tanpa asupan air yang cukup tubuh akan menimbulkan ciri-ciri dehidrasi, salah satunya tubuh akan terasa lesu dan tak bergairah. Jdi, sebenarnya apa itu dehidrasi?

Apa Itu Dehidrasi?

Ciri-Ciri Dehidrasi pada Anak dan Dewasa

Tanda dan gejala dehidrasi terkadang sulit dibedakan dengan gejala penyakit lainnya. Agar bisa membedakannya, berikut tanda-tanda dehidrasi yang bisa Anda kenali:

1. Haus & lapar

Haus adalah tanda paling mudah dikenali dan biasanya awal dari dehidrasi. Mulut dan tenggorokan akan terasa kering, dan lidah sedikit membengkak. Tetapi perlu diingat juga bahwa sebagian obat-obatan juga menyebabkan mulut kering. Jadi jika Anda mengalami gejala dehidrasi ini, mungkin bisa saja hanya efek samping dari obat, bukan dehidrasi sebenarnya.

Selain haus, lapar juga termasuk ciri-ciri dehidrasi. Sebuah pantauan medis menemukan bahwa orang dewasa yang mengalami dehidrasi biasanya memiliki penambahan berat badan. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian tentang hubungan antara dehidrasi dan rasa lapar.

Minum banyak air dapat membantu mengurangi keingunan Anda untuk makan. Orang dewasa yang memiliki berat badan berlebih juga membutuhkan lebih banyak air agar tetap terhidrasi, pemenuhan cairan tubuh.

Rasa lapar terus-menerus adalah tanda lain dari kurang minum air. Sebelum makan, disarankan terlebih dulu untuk meminum segelas air. Jika rasa lapar berkurang, itu artinya hanya haus.

2. Jarang buang air kecil

Begitu tubuh mengalami kekurangan cairan, ginjal akan menghemat air dan otomatis menghentikan produksi air kencing atau urine, agar jaringan tubuh lain tak kekurangan cairan. Kondisi ini yang menimbulkan gejala dehidrasi, yakni jarang buang air kecil.

3. Warna urine

Anda dapat mengenali ciri-ciri dehidrasi dengan melihat warna urine ketika buang air kecil. Urine yang berwarna kuning, kuning pekat, keruh, cokelat gelap, berarti Anda mungkin mengalami dehidrasi ringan hingga parah. Segeralah minum air

Read the rest

12 Penyebab Muka Merah (No.12 Paling Sering)

DokterSehat.Com – Pernahkan Anda merasakan wajah panas dan memerah? Wajah memerah ketika merasa malu, marah, atau emosi lainnya memang merupakan hal yang wajar. Selain akibat emosi yang intens, muka merah ternyata juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis tertentu.

Penyebab Muka Merah

Wajah yang memerah dapat mengindikasikan kondisi medis tertentu. Berbeda kondisi kulit, tentu akan berbeda juga cara mengatasinya. Berikut adalah 12  penyebab muka merah paling umum yang wajib Anda ketahui!

1. Dermatitis

Dermatitis atau eksim mengacu pada sekelompok kondisi peradangan kulit.

Kondisi ini umumnya dapat menjadi penyebab muka merah dan gatal pada bagian yang mengalami peradangan. Dermatitis terbagi menjadi beberapa jenis, yang paling umum di antaranya adalah:

  • Dermatitis kontak: Dermatitis yang terjadi ketika kulit bersentuhan dengan iritan atau alergen hingga menyebabkan ruam dan gatal.
  • Dermatitis atopik: Kondisi ini dikenal juga dengan eksim atopik. Dermatitis atopik merupakan jenis dermatitis jangka panjang yang sering menyerang anak-anak.
  • Dermatitis seboroik: Dikenal juga dengan ketombe. Meskipun paling sering berkembang di kulit kepala, tapi kondisi ini dapat juga muncul di bagian tubuh lain yang memiliki banyak kelenjar penghasil minyak seperti wajah.

2. Sunburn

Sunburn adalah penyebab muka merah akibat terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari tanpa perlindungan.

Paparan sinar ultraviolet dapat merusak kulit dan menjadi penyebab wajah merah. Ketika kerusakan kulit terjadi, tubuh mengarahkan lebih banyak darah ke daerah yang terkena untuk memperbaiki kerusakan kulit tersebut, sehingga kulit pun memerah.

Selain kulit yang memerah, sunburn juga sering kali dibarengi dengan gejala seperti sakit ketika disentuh, lecet, gatal, dan kulit mengelupas.

3. Luka Bakar

Selain akibat terbakar sinar matahari, penyebab muka merah lainnya juga dapat berasal dari luka bakar lain.

Penyebab luka bakar bermacam-macam mulai dari panas kering (api dari bensin, minyak tanah, elpiji), panas basah (uap atau cairan panas seperti air panas, minyak panas, atau kuah panas), listrik, radiasi, bahan kimia, hingga benda

Read the rest

Hipoksia: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

DokterSehat.Com – Tubuh memerlukan pasokan oksigen agar bisa menjalankan fungsinya. Untuk menuju jaringan dan sel-sel tubuh, oksigen akan ‘diantar’ oleh darah. Namun, ada suatu kondisi di mana jaringan dan sel-sel tubuh kekurangan pasokan oksigen. Di dalam dunia medis, kondisi seperti ini dikenal dengan istilah hipoksia. Apa itu hipoksia? Apa penyebab hipoksia? Apa ciri dan gejala hipoksia? Bagaimana mengobatinya?

Apa Itu Hipoksia?

Hipoksia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen. Hal ini dimungkinkan oleh kondisi lainnya yang disebut sebagai hipoksemia, yakni kadar oksigen di dalam darah kurang dari angka yang seharusnya. Dua kondisi ini saling berkaitan, sehingga terkadang penggunaan istilah hipoksia sudah cukup untuk menggambarkan keduanya.

Anda dapat dikatakan mengalami hipoksia apabila kadar oksigen di dalam darah berada di bawah angka 60 mm Hg. Pasalnya, kadar darah di dalam oksigen idealnya berada di angka 75-100 mm Hg. Hipoksia harus segera ditangani, karena jika tidak, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah pada organ-organ tubuh.

Penyebab Hipoksia

Hipoksia dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, dan berdasarkan faktor penyebab hipoksia tersebut, gangguan kesehatan ini terbagi ke dalam beberapa jenis.

Berikut adalah jenis hipoksis berdasarkan penyebab hipoksia yang perlu Anda ketahui.

1. Hipoksia Anemik

Kurangnya kapasitas darah yang berdampak pada terganggunya pasokan oksigen menghasilkan jenis hipoksia yang dinamai hipoksia anemik. Penyebab hipoksia ini terjadi apabila:

  • Terkontaminasi racun karbon monoksida (CO)
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Penyakit kerusakan sel darah merah (cth: methemoglobinemia)

2. Hipoksia Stagnan

Jenis hipoksia berdasarkan penyebab hipoksia yang selanjutnya adalah hipoksia stagnan. Kondisi yang juga dikenal dengan hipoperfusi ini terjadi oleh karena:

  • Aliran darah dari pembuluh arteri menuju organ terhenti (terjadi pada penderita trombosis arteri atau mengalami luka tembak)
  • Gangguan organ jantung

3. Hipoksia Histotoksik

Masih ingat dengan kasus ‘kopi sianida’ yang sempat menggemparkan publik tanah air beberapa tahun lalu? Seorang wanita tewas setelah menenggak kopi Vietnam yang ternyata sudah

Read the rest