Operasi Hernia: Prosedur, Persiapan, Pemulihan

By | August 7, 2019


DokterSehat.Com – Hernia atau turun berok adalah salah satu kondisi medis yang hanya dapat disembuhkan dengan menggunakan prosedur operasi. Operasi hernia biasanya dilakukan ketika hernia sudah sangat mengganggu atau ketika hernia sudah terjepit dan menyebabkan nyeri yang luar biasa. Bagaimana operasi hernia dilakukan? Simak selengkapnya tentang operasi hernia melalui artikel ini!

Apa Itu Operasi Hernia?

Operasi hernia adalah operasi yang dilakukan untuk menangani hernia atau yang dikenal juga dengan istilah turun berok. Hernia terjadi ketika jaringan lemak atau organ menembus lubang atau tempat yang lemah pada jaringan ikat atau dinding otot yang ada disekitarnya.

Tingkat keparahan hernia bergantung pada ukuran dan juga gejalanya. Hernia tidak selalu membutuhkan perawatan segera, namun hernia biasanya tidak dapat membaik dengan sendirinya.

Hernia dapat terus membesar dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Jika hal ini terjadi, maka operasi hernia harus segera dilakukan. Operasi hernia bertujuan untuk mendorong tonjolan agar kembali ke bagian tubuh yang seharusnya dan tetap pada tempatnya.

Kapan Operasi Hernia Dibutuhkan?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak semua hernia membutuhkan operasi. Berikut adalah beberapa kondisi di mana operasi hernia dilakukan:

  • Jaringan (seperti usus) terperangkap di dinding perut. Kondisi ini dapat menyebabkan hernia tercekik dan menyebabkan pasokan darah ke jaringan terputus. Apabila tidak ditangani, kondisi dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen. Kondisi ini merupakan kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan penanganan.
  • Hernia menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan atau tumbuh besar.

Apabila hernia berukuran kecil dan tidak menunjukkan gejala atau hilang ketika Anda berbaring, biasanya kondisi ini belum membutuhkan operasi.

Jenis Operasi Hernia

Secara umum terdapat tiga jenis operasi hernia. Ketiga jenis operasi ini ditentukan berdasarkan tingkat keparahan hernia. Berikut adalah tiga jenis perbaikan hernia:

  • Herniotomy: operasi yang dilakukan untuk mengangkat kantung hernia saja
  • Herniorrhaphy: operasi yang dilakukan untuk mengangkat kantung hernia dan memperbaiki sisi otot yang terbuka dan menyebabkan hernia menonjol.
  • Hernioplasty: operasi yang dilakukan untuk mengangkat kantung hernia dan memperbaiki sisi otot yang terbuka menggunakan sebuah jaring sintetis.

Prosedur Operasi Hernia

Selain dibedakan oleh jenis perbaikan dan tingkat keparahannya, operasi hernia juga dibedakan berdasarkan prosedur pembedahan yang dilakukan. Anda dapat memilih prosedur operasi terbuka atau operasi laparoskopi. Berikut adalah penjelasan dari kedua prosedur operasi hernia ini:

1. Operasi terbuka

Dokter akan membuat sayatan di perut dan kemudian melaksanakan herniotomy, herniorrhaphy, atau hernioplasty. Setelah selesai, dokter akan membuat jahitan untuk menutup kembali luka.

2. Laparoskopi

Laparoskopi adalah prosedur bedah yang membutuhkan sayatan yang lebih kecil. Dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di dekat lokasi hernia, kemudian memasukkan sebuah tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera kecil di ujungnya yang disebut laparoskop ke dalam tubuh.

Bagian perut akan dipompa menggunakan sebuah gas untuk memudahkan dokter melihat area dalam perut. Setelah laparoskop dimasukkan, dokter akan melaksanakan perbaikan hernia disesuaikan dengan keparahan hernia.

Operasi terbuka umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemulihan jika dibandingkan dengan prosedur laparoskopi.

Persiapan Operasi Hernia

Persiapan operasi hernia dibedakan berdasarkan tingkat keparahan hernia. Apabila hernia sudah terjepit, maka kondisi tersebut adalah kondisi darurat medis dan operasi harus segera dilakukan, sehingga dokter tidak akan memberikan instruksi yang harus dilakukan sebelum operasi.

Sedangkan untuk kasus hernia yang bukan termasuk darurat medis, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan kegiatan berat yang mungkin dapat memperparah hernia seperti mengangkat beban berat, berjongkok, atau melompat.

Dokter juga mungkin akan menginstruksikan Anda untuk berpuasa sebelum melakukan operasi hernia. Hal ini bertujuan agar tidak terdapat makanan di saluran pencernaan. Umumnya operasi hernia melibatkan tindakan pada usus, jika terdapat makanan, makanan tersebut dapat naik kembali ke atas dan berpotensi menyebabkan penyumbatan pada saluran pernapasan.

Sebelum memulai operasi, Anda diharuskan untuk melepas segala aksesoris pada tubuh, termasuk gigi palsu. Anda juga diharuskan untuk menggunakan pakaian khusus untuk operasi.

Operasi hernia dapat menggunakan anestesi umum maupun anestesi lokal, tergantung kebutuhan. Apabila menggunakan anestesi lokal, dokter harus memastikan bahwa pasien tidak sedang mengalami batuk atau pilek karena gerakan seperti batuk dan bersin dapat mengganggu operasi.

Setiap operasi memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Sebelum Anda menjalani operasi hernia, pastikan Anda bertanya pada dokter tentang manfaat dan risiko dari operasi tersebut secara detail.

Pemulihan Setelah Operasi Hernia

Pemulihan pasca operasi hernia membutuhkan waktu yang berbeda-beda, bergantung pada komplikasi yang membarengi kondisi ini. Rata-rata pemulihannya membutuhkan waktu 1-3 minggu, namun terdapat juga operasi kecil untuk menangani hernia di mana pasien tidak membutuhkan rawat inap untuk pemulihan.

Luka operasi hernia terletak tidak jauh dari organ intim, seseorang baru dapat berhubungan intim setelah operasi hernia apabila luka bekas operasi sudah benar-benar kering. Anda dapat berkonsultasi ke dokter pada kunjungan setelah operasi untuk mengetahui kapan diperbolehkan berhubungan intim setelah operasi hernia.

Setelah operasi hernia, pasien tidak memiliki pantangan makanan tertentu. Namun terdapat beberapa jenis makanan setelah operasi hernia yang direkomendasikan. Sama seperti operasi lainnya, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein untuk mempercepat pemulihan. Beberapa jenis makanan setelah operasi hernia yang direkomendasikan adalah seperti ikan gabus, putih telur, dan juga kacang-kacangan.

Risiko Operasi Hernia

Operasi hernia relatif aman. Namun sama halnya seperti jenis operasi lainnya, operasi hernia juga tetap berpotensi menimbulkan beberapa risiko seperti:

  • Infeksi luka
  • Gumpalan darah
  • Nyeri pada luka bekas operasi
  • Hernia kembali kambuh.

Risiko dan efek samping di atas tidak selalu terjadi. Risiko dan efek samping dapat terjadi bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Biaya Operasi Hernia

Biaya operasi hernia sangat beragam di setiap rumah sakit. Besar tidaknya biaya juga bergatung pada jenis operasi dan juga fasilitas perawatan yang dipilih. Harga untuk operasi hernia terbuka di beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp24.000.000. Sedangkan untuk operasi hernia laparoskopi kisarannya adalah mulai dari Rp6.000.000 hingga Rp37.000.000.

Sebelum melakukan operasi hernia, usahakan untuk menyiapkan dana darurat paling tidak 20% dari biaya perkiraan operasi untuk berjaga-jaga apabila muncul berbagai keperluan tak terduga.

 

 

Sumber:

  1. Do I Need Surgery for Hernia? – https://www.webmd.com/digestive-disorders/need-surgery-hernia#2 diakses 7 Agustus 2019
  2. All you need to know about hernia repair – https://www.medicalnewstoday.com/articles/319753.php diakses 7 Agustus 2019
  3. Open Inguinal Hernia Repair Technique – https://emedicine.medscape.com/article/1534281-technique diakses 7 Agustus 2019

 





Source link