Operasi Amandel (Tonsilektomi): Tujuan, Prosedur, Dll

By | July 2, 2019


DokterSehat.Com – Amandel merupakan kelenjar kecil yang berada di tenggorokan. Ketika amandel mengalami infeksi dan membengkak, kondisi ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan yang mengganggu. Apabila kondisi ini parah, dokter mungkin akan menyarankan operasi amandel sebagai langkah untuk mengatasi kondisi ini.

Apa Itu Operasi Amandel (Tonsilektomi)?

Operasi amandel atau tonsilektomi adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat amandel. Di belakang tenggorokan, terdapat dua kelenjar kecil yang dapat menghasilkan sel darah putih dan melawan infeksi, kelenjar ini lah yang dikenal dengan amandel atau tonsil.

Fungsi amandel memang untuk melawan infeksi, namun amandel juga dapat mengalami infeksi dan membuatnya mengalami pembengkakan. Infeksi amandel disebut tonsilitis. Amandel yang membengkak ini dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan gejala lainnya seperti kesulitan menelan, demam, dan pembengkakan.

Infeksi amandel atau tonsilitis terkadang dapat sembuh dengan sendirinya. Selain itu, infeksi amandel dapat juga diatasi dengan menggunakan antibiotik, karena umumnya tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun apabila kondisinya lebih parah, operasi tonsilektomi terkadang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi ini.

Kapan Operasi Amandel Dibutuhkan?

Operasi amandel dapat dilakukan untuk mengatasi tonsilitis atau beberapa kondisi medis lainnya yang terkait dengan amandel. Operasi ini paling banyak dilakukan pada anak-anak, namun meskipun lebih jarang, tidak menutup kemungkinan juga orang dewasa dapat membutuhkan tindakan ini untuk mengatasi masalah tenggorokan.

Sebelum menyarankan tindakan operasi, dokter tentunya harus memastikan apakah kondisi amandel sudah memenuhi ciri ciri amandel yang harus dioperasi. Berikut adalah beberapa kondisi di mana dokter akan menyarankan tonsilektomi:

  • Mengalami paling tidak 7 kasus tonsilitis atau radang dalam 1 tahun terakhir atau 5 kasus dalam 2 tahun terakhir.
  • Mengalami masalah pernapasan akibat pembengkakan amandel
  • Sering mendengkur
  • Sleep apnea
  • Pendarahan amandel
  • Kanker amandel

Persiapan Operasi Amandel

Beri tahu dokter tentang obat yang sedang atau belakangan Anda konsumsi termasuk jenis obat resep, non-resep, herbal, dan suplemen. Penggunaan obat antiinflamasi dapat meningkatkan risiko pendarahan saat operasi amandel. Dokter akan menyarankan Anda untuk berhenti mengonsumsi obat seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen selama 2 minggu sebelum operasi.

Anda juga diharuskan untuk berpuasa mulai dari malam hari sebelum operasi. Tujuan dari puasa adalah untuk menurunkan risiko mual yang dihasilkan dari penggunaan obat bius untuk operasi amandel.

Prosedur Operasi Amandel

Umumnya operasi amandel membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Terdapat beberapa pilihan metode operasi yang mungkin dipilih oleh dokter untuk mengangkat amandel. Berikut adalah 3 metode umum operasi amandel:

  • Cold knife (steel) dissection, penggunaan pisau bedah untuk mengangkat amandel
  • Penggunaan getaran ultrasonik atau gelombang suara untuk mengangkat amandel
  • Kauterisasi amandel dengan menggunakan panas.

Ketiga metode tersebut, sama-sama membutuhkan anestesi umum atau bius total. Pasien akan tidur terlelap dan tidak merasakan apapun. Kebanyakan pasien dapat langsung pulang di hari yang sama apabila operasi amandel yang dijalani berhasil.

Umumnya seseorang membutuhkan waktu 1 minggu untuk kembali beraktivitas setelah melakukan operasi amandel.

Risiko Operasi Amandel

Operasi amandel termasuk ke dalam prosedur yang umum dilakukan. Meskipun begitu, setiap operasi tentu tetap memiliki risiko yang mungkin ditimbulkan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat operasi amandel adalah seperti:

  • Pembemkakan
  • Infeksi
  • Pendarahan
  • Reaksi terhadap obat bius.

Salah satu cara untuk menghindari risiko di atas adalah dengan mengikuti persiapan dan prosedur operasi sesuai dengan yang diinstruksikan oleh dokter. Jangan lupa juga untuk selalu menjelaskan pada dokter tentang riwayat kesehatan Anda secara mendetail.

Pemulihan Operasi Amandel

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa rata-rata orang membutuhkan waktu 1 minggu untuk beristirahat setelah menjalani operasi amandel. Istirahat total dan menghindari berbagai aktivitas berat sangat disarankan untuk mempercepat kesembuhan.

Anda mungkin akan merasakan sakit di beberapa bagian seperti tenggorokan, rahang, leher, dan telinga setelah menjalani operasi ini. Dokter akan meresepkan beberapa obat untuk membantu pemulihan dan mengatasi rasa sakit pasca operasi.

Gunakan obat-obatan tersebut sesuai dengan dosis dan petunjuk penggunaannya. Jika terdapat reaksi yang tidak diinginkan dari penggunaan obat, segera konsultasikan dengan dokter.

Anda juga mungkin akan mendengkur saat tidur pada 2 minggu pertama setelah operasi, hal ini adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Selama masa pemulihan, usahakan untuk mencukupi kebutuhan cairan agar tenggorokan tetap terhidrasi dengan baik dan tidak terluka. Pilihlah makanan yang lembut dan lunak untuk dimakan selama masa pemulihan.

Sebisa mungkin hindari konsumsi makanan yang keras, renyah, dan pedas selama beberapa hari setelah operasi agar tidak menambah rasa sakit dan menimbulkan dampak buruk pada tenggorokan Anda.

Umumnya seseorang yang telah menjalani prosedur operasi tonsilektomi akan memiliki kasus infeksi tenggorokan lebih jarang di kemudian hari.

Biaya Operasi Amandel

Setiap rumah sakit memiliki fasilitas yang berbeda-beda, sehingga tentunya biaya pelayanannya juga berbeda-beda. Biaya operasi amandel di rumah sakit di Indonesia kisarannya adalah mulai dari Rp3.400.000.

Terdapat juga beberapa rumah sakit yang memasang biaya yang cukup tinggi yaitu bisa mencapai Rp20.000.000 untuk satu kali tindakan operasi amandel.

Itu dia berbagai informasi tentang operasi amandel atau tonsilektomi yang perlu Anda ketahui. Apabila Anda mengalami gejala sakit tenggorokan atau radang amandel, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan mengetahui apabila tindakan operasi amandel diperlukan.

Seperti yang disinggung sebelumnya, beberapa kondisi infeksi amandel, terutama yang terjadi berulang, mungkin membutuhkan prosedur tonsilektomi untuk dapat benar-benar diatasi. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Tonsillectomy – https://www.healthline.com/health/tonsillectomy diakses 2 Juli 2019
  2. Tonsillectomy: Procedure and recovery – https://www.medicalnewstoday.com/articles/323709.php diakses 2 Juli 2019
  3. Tonsillectomy – https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/tonsillectomy/about/pac-20395141 diakses 2 Juli 2019





Source link