Ojek Online Bikin Risiko Diabetes Naik?

By | August 27, 2019


Photo Source: Twitter/piokharisma

DokterSehat.Com– Ojek online bisa memberikan kemudahan bagi kegiatan sehari-hari kita, namun pakar kesehatan menyebut terlalu sering menggunakannya bisa menyebabkan dampak buruk berupa meningkatnya risiko diabetes. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dampak menggunakan ojek online bagi risiko diabetes

Sebenarnya, masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar cenderung memiliki risiko besar terkena diabetes. Gaya hidup yang buruk seperti pola makan yang sembarangan, kurang gerak, hingga kurang tidur menjadi penyebab utama datangnya diabetes. Sayangnya, keberadaan ojek online juga ikut menyebabkan kenaikan risiko penyakit ini.

Pakar kesehatan dr. Em Yunir, Sp.PD yang merupakan Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menyebut keberadaan ojek online membuat kita cenderung semakin malas bergerak. Berbeda dengan penggunaan alat transportasi umum yang bisa membuat kita lebih banyak berdiri atau berjalan kaki, menggunakan ojek online baik itu roda dua atau roda empat akan membuat kita lebih jarang bergerak karena kita dijemput dan diantar langsung dari satu tempat ke tempat lainnya.

Selain itu, banyak orang yang dengan mudah mencari makanan dengan memesan ojek online, bukannya harus keluar untuk berjalan ke tempat makan. Hal ini ternyata bisa berimbas pada semakin menurunnya gerakan tubuh.

Padahal, dengan aktivitas tubuh yang semakin jarang bergerak, proses pembakaran kalori akan ikut menurun. Hal ini akan berimbas pada penumpukan lemak dan akhirnya bisa memicu obesitas. Selain itu, jika pola makan kita juga sangat buruk, maka kadar gula darah akan terus naik dan akhirnya membuat sensitivitas insulin terganggu. Kondisi ini jika berlangsung terus-menerus akhirnya menyebabkan datangnya diabetes.

Melihat fakta ini, sebenarnya ojek online tidak bisa disalahkan sebagai penyebab meningkatnya risiko diabetes. Asalkan kita lebih bijak dalam menggunakannya, menerapkan gaya hidup sehat, dan tetap aktif atau rajin berolahraga, risiko terkena penyakit ini juga bisa ditekan.

Berbagai faktor yang bisa menyebabkan datangnya diabetes

Alih-alih langsung menuding keberadaan ojek online, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang bisa menyebabkan kenaikan risiko terkena diabetes.

Berikut adalah faktor-faktor tersebut.

  1. Keturunan

Jika kita berasal dari keluarga yang memiliki riwayat mengalami diabetes, maka risiko untuk terkena penyakit ini tentu sangat tinggi. Hal ini berarti, kita harus lebih cermat dalam menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, khususnya dalam hal menjaga pola makan atau kebiasaan berolahraga.

  1. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas ternyata bisa meningkatkan risiko diabetes dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh menurunnya respons tubuh dalam memproduksi insulin akibat kondisi ini. Selain itu, keberadaan lemak yang semakin menumpuk di dalam perut ternyata juga bisa mempengaruhi kekacauan kadar gula darah di dalam tubuh. Karena alasan inilah sebaiknya memang kita menjaga berat badan tetap ideal.

  1. Merokok dan minum alkohol

Kebiasaan merokok dan minum alkohol bisa memicu kekacauan metabolisme tubuh, termasuk dalam hal memproduksi hormon insulin. Hal ini tentu akan menyebabkan kenaikan risiko diabetes dengan signifikan.

  1. Kurang tidur

Kurang tidur ternyata juga ikut mempengaruhi kekacauan sistem metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon. Salah satu hormon yang paling terdampak akibat hal ini adalah hormon insulin yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah. Sering melakukannya tentu akan meningkatkan risiko diabetes.

  1. Kurang gerak

Kurang gerak karena malas berolahraga, terlalu sering menonton televisi atau bermain game, hingga karena kesibukan sehari-hari yang membuat kita lama menggunakan komputer demi bekerja ternyata juga bisa meningkatkan risiko diabetes. Hal ini disebabkan oleh semakin lambatnya sistem metabolisme di dalam tubuh.

Melihat fakta ini, pastikan untuk lebih aktif bergerak seperti dengan lebih sering berjalan kaki, memakai alat transportasi umum, sering memakai tangga, atau menyempatkan diri berolahraga demi mencegah datangnya diabetes.





Source link