Obat Lesichol: Manfaat, Dosis, Efek Samping dll.

By | August 30, 2019


DokterSehat.Com – Lesichol obat apa? Lesichol adalah suplemen yang mengandung bahan aktif lechitin murni, vitamin B (B1, B2, B6, B12), vitamin E, dan nicotinamide. Obat Lesichol ini fungsinya sebagai suplemen untuk menjaga kesehatan sekaligus mengoptimalkan fungsi organ hati (liver).

Kenali lebih jauh tentang manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping dan lainnya dari obat Lesichol berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Lesichol

Nama obat Lesichol
Kandungan Obat – Lecithin murni (PPC 95%) 175 mg (300 mg untuk Lesichol-300 & 600 mg untuk Lesichol-600)

– Vitamin B (B1, B2, B6, B12) 6 mg

– Vitamin E 10 mg

– Nicotinamide 30 mg

Kategori  obat Obat bebas
Manfaat obat Menjaga kesehatan dan mengoptimalkan fungsi hati (liver)
Sediaan obat Kapsul
Harga obat – Lesichol-175 Rp 81.081,-/strip

– Lesichol-300 Rp 142.065,-/strip

– Lesichol-600 Rp 120.643,-/strip

Kandungan dan Cara Kerja Obat Lesichol

Lesichol adalah obat atau suplemen yang  memiliki komposisi bahan aktif berupa lecithin, vitamin B (B1, B2, B6, dan B12), vitamin E, dan nicotinamide. Bahan-bahan tersebut pada intinya dimaksudkan untuk menjaga kesehatan sekaligus mengoptimalkan fungsi organ hati (liver).

Berikut ini adalah pemaparan mengenai cara kerja obat Lesichol dari masing-masing kandungan bahan aktifnya.

1. Lechitin

Lecithin adalah satu dari sekian banyak jenis lemak esensial. Umumnya, lechitin digunakan sebagai komposisi makanan tertentu sebagai bahan pengemulsi (emulsifier). Lechitin juga lazim digunakan sebagai bahan obat-obatan. Alasannya, tentu saja karena manfaat yang dihasilkannya termasuk menjaga kesehatan hati (liver).

Hal tersebut dimungkinkan sebab lechitin bekerja dengan cara mereduksi lemak jenuh yang menumpuk pada liver.

2. Vitamin B1

Vitamin B1 (thiamin) memiliki mekanisme kerja yaitu berperan sebagai antisklerosis, antioksidan, agen detoksifikasi, dan eritropoetik. Selain itu, jenis vitamin B ini juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme karbohidrat.

Belum ada bukti kuat perihal korelasi khusus antara vitamin B1 dan kesehatan fungsi liver. Namun  perannya sebagai antioksidan membuat vitamin B1 efektif untuk melawan radikal bebas yang dapat menyerang organ-organ di dalam tubuh, tak terkecuali liver.

3. Vitamin B2

Kandungan obat Lesichol selanjutnya adalah vitamin B2 atau riboflavin. Vitamin B2 masuk ke dalam golongan mikronutrien, sehingga vitamin ini mudah larut di dalam air.

Vitamin B2 memiliki sejumlah fungsi penting bagi kesehatan tubuh melalui mekanisme kerjanya yaitu:

  • Meningkatkan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein
  • Membantu produksi sel darah merah
  • Membantu tumbuh kembang organ reproduksi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Memproduksi energi

Sementara itu, seperti dilansir dari National Institutes of Health, kekurangan vitamin B2 (riboflavin deficiency) akan berdampak pada penurunan fungsi organ hati. Itu sebabnya mengapa vitamin ini masuk ke dalam komposisi Lesichol.

4. Vitamin B6

Adanya kandungan vitamin B6 atau pirodoksin pada obat Lesichol dikarenakan jenis vitamin B ini memang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan fungsi hati. Kekurangan vitamin B6 ditengarai menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit hati seperti hepatitis.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang dirilis pada tahun 1977. Studi yang melibatkan 31 orang penderita hepatitis tersebut melaporkan bahwa sebanyak 22 orang di antaranya memiliki kadar pyridoxal-5’-phospate (PLP) di bawah angka normal. PLP sendiri adalah salah satu elemen vitamin B6.

5. Vitamin B12

Jenis vitamin B terakhir yang ada pada kandungan Lesichol adalah vitamin B12 atau kobalamin. Asupan vitamin B12 yang mencukupi menjadi penting untuk menjaga organ hati tetap berfungsi dengan baik. Pasalnya, studi telah membuktikan jika kekurangan vitamin B12 memiliki korelasi dengan penyakit hati yang disebut sebagai non-alcoholic steatohepatitis (NASH).

Dituliskan oleh studi yang dirilis di NCBI pada tahun 2018 tersebut bahwa mereka yang menderita penyakit NASH memiliki kadar vitamin B12—dan juga vitamin B9—yang rendah di dalam tubuhnya. Defisiensi vitamin B12 juga dilaporkan bisa mengakibatkan fibrosis pada liver.

6. Vitamin E

Sama seperti vitamin B1, vitamin E bekerja sebagai antioksidan untuk menangkal serangan radikal bebas yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ tubuh, termasuk liver.

Fungsi atau manfaat vitamin E bagi kesehatan ini pun sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018. Dilaporkan bahwasanya sifat antioksidan pada vitamin E berpotensi untuk menyembuhkan penyakit non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).

7. Nicotinamide

Terakhir, ada nicotinamide sebagai komposisi Lesichol yang mana senyawa ini memiliki fungsi serupa dengan vitamin B3 (niacin). Nicotinamide bekerja dengan cara meningkatkan metabolisme protein dan lemak.

Selain itu, berdasarkan sebuah penelitian, nicotinamide ini efektif untuk mengoptimalkan fungsi organ hati dan mencegahnya dari penyakit.

Manfaat Obat Lesichol

Seperti yang sudah dijelaskan, Lesichol adalah obat—lebih tepatnya suplemen—yang memiliki manfaat untuk merawat kesehatan sekaligus mengoptimalkan fungsi hati.

Obat Lesichol utamanya diperuntukkan bagi para penderita pelbagai gangguan fungsi hati seperti:

  • Hepatitis (A, B, dan C)
  • Fatty liver disease
  • Hemochromatosis
  • Penyakit Wilson

Anda yang tidak memiliki penyakit liver pun dapat mengonsumsi Lesichol guna meminimalisir risiko penyakit ini di kemudian hari. Selain itu, obat Lesichol juga dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil guna membantu tumbuh kembang organ hati dari janin yang tengah dikandung.

Kontraindikasi Obat Lesichol

Lesichol tergolong ke dalam obat ringan sehingga dapat dikonsumsi oleh siapapun dengan aman selama mengikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar.

Dosis Obat Lesichol

Obat Lesichol adalah obat yang memiliki label lingkaran hijau. Artinya, obat ini tergolong ke dalam obag bebas dan dapat dikonsumsi tanpa resep dari dokter. Namun perhatikan dosis obat Lesichol yang tepat sesuai dengan usia, yaitu:

  • Lesichol-175 1-2 kapsul (3 kali sehari)
  • Lesichol-300 1-2 kapsul (3 kali sehari)
  • Lesichol-600 1 kapsul (1 kali sehari)

Jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker mengenai jenis Lesichol mana yang tepat untuk dikonsumsi sesuai dengan kondisi Anda.

Petunjuk Penggunaan Obat Lesichol

Berikut ini adalah petunjuk penggunaan obat Lesichol yang perlu Anda perhatikan:

  • Lesichol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan
  • Minumlah secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 8 jam sekali (untuk dosis 3 kali sehari). Tentukan jadwal minum obat dan lakukan setiap hari secara konsisten. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter atau apoteker guna menemukan pola konsumsi obat yang tepat
  • Manakala lupa minum obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera minum ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal minum obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari minum obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat
  • Patuhi selalu saran yang tertera pada kemasan obat
  • Jangan lupa untuk mengimbangi konsumsi suplemen dengan minum banyak air putih

Petunjuk Penyimpanan Obat Lesichol

Berikut adalah petunjuk menyimpan Lesichol yang benar adalah sebagai berikut:

  • Simpan di tempat bersuhu kurang dari 30 derajat celcius
  • Hindari menyimpan suplemen di tempat lembap
  • Hindari menyimpan suplemen di tempat yang terpapar sinar matahari langsung
  • Jauhkan suplemen dari jangkauan anak-anak
  • Hentikan konsumsi suplemen apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa

Efek Samping Obat Lesichol

Meskipun kecil kemungkinannya dikarenakan lesichol tergolong obat ringan, namun suplemen ini bisa saja menimbulkan efek samping seperti:

  • Perut mual
  • Muntah
  • Gangguan pencernaan

Apabila sehabis mengonsumsi Lesichol Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi dokter untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Interaksi Obat Lesichol

Lesichol mungkin saja akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan seperti:

  • Obat yang mengandung vitamin C, beta-karoten, atau selenium
  • Antikoagulan

Peringatan dan Perhatian Obat Lesichol

Peringatan! Harap menggunakan obag Lesichol dengan terlebih dahulu memerhatikan hal-hal berikut ini:

  • Minumlah Lesichol sesuai dengan dosis yang dianjurkan
  • Hindari mengonsumsi lesichol bersamaan dengan alkohol
  • Penggunaan untuk anak-anak harus di bawah pengawasan khusus
  • Hentikan konsumsi obat apabila merasakan gejala efek samping dan segera kunjungi dokter

 

Sumber:

  1. Lesichol/Lesichol 300/Lesichol 600. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/lesichol-lesichol%20300-lesichol%20600/lesichol-lesichol%20300-lesichol%20600?type=brief&lang=id (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  2. Lesichol 175MG CAP 100S. https://www.k24klik.com/p/lesichol-175mg-cap-100s-3619 (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  3. Lesichol 300MG CAP. https://www.k24klik.com/p/lesichol-300mg-cap-863 (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  4. Lesichol 600MG SOFT CAP. https://www.k24klik.com/p/lesichol-600mg-soft-cap-3620 (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  5. Leonard, J. (2017). Everything you need to know about lecithin.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/319260.php. (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  6. Nordqvist, C. (2017). What is thiamin, or vitamin B1? https://www.medicalnewstoday.com/articles/219545.php. (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  7. Riboflavin. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Riboflavin-HealthProfessional/ (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  8. Labadarios, D, et al. (1977). Vitamin B6 deficiency in chronic liver disease–evidence for increased degradation of pyridoxal-5′-phosphate. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1411256/ (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  9. Mahmud, M, et al. (2018). Folate and B12 Levels Correlate with Histological Severity in NASH Patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5946225/ (Diakses pada 30 Agustus 2019)
  10. Hamza, E, et al. (2018). Vitamin E as a Treatment for Nonalcoholic Fatty Liver Disease: Reality or Myth? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5789322/ (Diakses pada 30 Agustus 2019)





Source link