Meriang: Penyebab, Gejala, Obat, Cara Mencegah, dll

By | July 5, 2019


DokterSehat.Com – rasanya, semua orang pasti pernah mengalami yang namanya meriang. Kondisi ini umumnya terjadi saat kita terserang infeksi penyakit, yang lantas menyebabkan demam disertai gejala-gejala lainnya termasuk meriang. Meriang tentu saja menimbulkan efek tidak nyaman pada tubuh. Mengapa badan meriang saat terinfeksi penyakit? Apa saja obat meriang yang efektif untuk mengobati meriang?

Apa Itu Meriang?

Meriang adalah kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan suhu mencapai 38 derajat celcius (atau bahkan lebih).

Pada dasarnya, meriang adalah mekanisme alami tubuh dalam memerangi mikroorganisme jahat yang masuk ke dalam tubuh untuk menginfeksi. Ketika Anda terserang virus atau bakteri kemudian badan meriang, itu artinya sistem kekebalan tubuh sedang ‘bertarung’ melawan serangan tersebut.

Kendati demikian, ada kasus di mana peningkatan suhu tubuh (demam) tersebut menjadi terlalu tinggi sehingga bisa mengakibatkan demam dengan komplikasi serius.

Penyebab Meriang

Penyebab meriang adalah adanya serangan dari mikroorganisme pemicu penyakit seperti bakteri dan virus, yang mencoba untuk menginfeksi tubuh.

Saat hal itu terjadi, maka sistem kekebalan tubuh akan langsung bereaksi yang lantas berimbas pada munculnya kondisi badan meriang.

Lebih lanjut, penyebab meriang yang Anda alami kemungkinan besar karena faktor-faktor berikut ini:

  • Flu
  • Radang tenggorokan
  • Radang paru-paru
  • Radang sendi
  • Cacar
  • Silikosis
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Paparan suhu tinggi akibat berada di tempat panas atau pasca berolahraga (Heat stroke)
  • Konsumsi obat-obatan
  • Konsumsi minuman beralkohol

Selain itu, sejumlah kondisi lainnya yang menjadi penyebab meriang meliputi:

1. Lelah

Tubuh yang lelah akibat terlalu banyak beraktivitas, namun tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang memadai, pada akhirnya akan membuat risiko untuk terinfeksi penyakit jadi semakin besar. Jika sudah begitu, maka meriang sudah pasti akan Anda alami.

Oleh karenanya, Anda yang memiliki banyak rutinitas hendaknya selalu mencukupi asupan nutrisi harian agar daya tahan tubuh dapat berfungsi dengan baik. Selain mengonsumsi sumber nutrisi alami seperti buah dan sayuran, Anda bisa melengkapinya dengan suplemen makanan yang mengandung banyak vitamin.

2. Kehujanan

Tubuh yang ‘tersiram’ air hujan atau biasa kita sebut sebagai ‘kehujanan’ juga menjadi penyebab meriang berkepanjangan yang paling umum dialami banyak orang, mungkin termasuk Anda sering mengalami hal ini. Tingkatan meriang pun bisa sangat parah apabila hujan yang mengguyur memiliki intensitas tinggi.

Guna menghindari badan meriang akibat kehujanan, maka usahakan meneduh terlebih dahulu ketika hujan mulai turun. Kalaupun Anda sudah terlanjur kehujanan, sesampainya di rumah segera konsumsi obat anti-flu maupun obat meriang lainnya sebelum gejala meriang muncul.

3. Mandi atau Berenang Terlalu Lama

Mandi adalah kegiatan yang wajib dilakukan untuk menjaga agar tubuh tetap bersih, sedangkan berenang adalah aktivitas olahraga yang menyehatkan. Namun, terlalu lama melakukan dua aktivitas tersebut juga tidak dianjurkan, karena akan berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, salah satunya bisa menyebabkan meriang.

Kendati menyegarkan, ada baiknya untuk Anda membatasi durasi mandi dan berenang, maksimal 15-20 menit (mandi), dan 1-2 jam (berenang). Selain itu, keringkan tubuh dengan benar agar tidak ada lagi sisa-sisa air.

Ciri-Ciri dan Gejala Meriang

Meriang adalah sinyal jika tubuh Anda sedang terserang infeksi penyakit. Di samping gejala peningkatan suhu tubuh hingga 38 derajat celcius atau lebih, ciri dan gejala meriang juga disertai oleh beberapa kondisi berikut ini:

  • Tubuh terasa lemas
  • Tubuh gemetar
  • Keluar keringat dingin
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Mudah mengantuk
  • Nyeri otot
  • Hilang nafsu makan
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi)
  • Sensitif terhadap nyeri (hiperalgesia)
  • Stres

Pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, selain gejala meriang di atas, kemungkinan ada gejala lainnya yang dialami yakni kejang. Segera konsumsi obat meriang atau ada baiknya periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami satu atau beberapa dari gejala-gejala tersebut agar bisa dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Obat Meriang

Meriang pada umumnya bukan merupakan kondisi yang tergolong darurat. Meriang bisa hilang seiring dengan sembuhnya penyakit yang melatarbelakangi kondisi tersebut. Selagi dalam proses penyembuhan, meriang dapat diminimalisir dengan mengonsumsi sejumlah obat meriang seperti berikut ini:

1. Ibuprofen

Pada dasarnya, ibuprofen digunakan untuk mengatasi nyeri pada tubuh seperti sakit kepala, kram perut, dan sebagainya. Akan tetapi, ibuprofen juga memiliki fungsi untuk meredakan gejala meriang.

Manakala meriang menyerang, minumlah obat meriang ibuprofen sesuai dengan dosis yang tertera di kemasan obat, atau sesuai petunjuk dokter. Umumnya, ibuprofen dikonsumsi setiap 4-6 jam sekali. Anda juga perlu memerhatikan efek sampin yang ditimbulkan obat ini, seperti mual, sakit perut, hingga rasa kantuk.

2. Acetaminophen

Acetaminophen atau biasa kita kenal dengan paracetamol adalah obat meriang selanjutnya yang bisa Anda konsumsi. Obat ini memang fungsinya untuk menurunkan demam tinggi, pun gejala-gejala meriang lainnya seperti nyeri otot, sakit kepala, sakit punggung, dan sebagainya.

Sama seperti penggunaan ibuprofen, acetaminophen harus dikonsumsi sesuai dengan dosis yang tertera di kemasan produk, atau sesuai anjuran dokter. Acetaminophen atau paracetamol juga hanya bisa dikonsumsi maksimal 5 hari (anak-anak) dan 10 hari (dewasa). Efek samping yang mungkin muncul dari pemakaian paracetamol meliputi:

  • Ruam kulit
  • Kulit gatal
  • Pembengkakan pada wajah dan lidah
  • Kesulitan bernapas
  • Kepala pusing

3. Aspirin

Mengonsumsi aspirin guna mengatasi meriang yang Anda alami juga disarankan, kendati dosisnya tidak bisa terlalu besar, pun konsumsinya dibatasi maksimal 3 hari.

Sejatinya aspirin memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Namun, obat ini juga efektif untuk meredakan gejala meriang seperti demam, nyeri otot, saskit kepala, dan sebagainya. Khusus pemakaian pada anak di bawah usia 12 tahun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait sebelum menggunakan obat meriang ini.

4. Naproxen

Naproxen adalah obat meriang yang secara fungsi, sama dengan ibuprofen, yakni mengatasi gejala meriang seperti demam tinggi, sakit kepala, tubuh lemas dan gemetar, mual, dan sebagainya. Obat ini juga efektif untuk meredakan nyeri saat haid, pun radang.

Konsumsilah obat ini sebanyak 2-3 kali sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Pada beberapa orang, naproxen mungkin akan menghasilkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri ulu hati
  • Rasa kantuk

Cara Mencegah Meriang

Berkaca dari penyebab meriang yang tadi sudah disebutkan, maka sudah jelas, cara mencegah agar meriang terjadi pada diri Anda adalah sebagai berikut ini:

  • Menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, ditambah suplemen multivitamin
  • Jaga pola makan
  • Hindari pemicu-pemicu meriang, seperti kehujanan, mandi atau berenang terlalu lama, dan sebagainya
  • Kelola stres dengan baik, karena stres merupakan penyebab tubuh mudah terserang penyakit, yang kemudian ditandai dengan meriang
  • Istirahat yang cukup

Itu dia informasi mengenai meriang berikut penyebab meriang, gejala meriang, obat meriang, dan cara mencegah meriang. Jadi, jangan sampai sakit dan meriang mengganggu aktivitas yang berimbas pada menurunnya produktivitas Anda, ya. Semoga bermanfaat!





Source link