Mengapa Intoleransi Laktosa Bisa memicu Diare?

By | July 28, 2019


DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini terjadi jika kita mengonsumsi produk susu baik itu susu cair, keju, dan berbagai macam produk susu lainnya. Jika sampai hal ini terjadi, maka kita akan lebih rentan mengalami gejala seperti mual-mual, muntah, hingga diare.

Cara intoleransi laktosa menyebabkan diare

Memang, tidak semua orang akan mengalami gejala diare meskipun memiliki masalah intoleransi laktosa, namun jika sampai hal ini terjadi, tentu kita akan merasakan ketidaknyamanan mengingat harus bolak-balik ke toilet demi buang air besar berkali-kali. Hanya saja, bagaimana bisa intoleransi laktosa bisa memicu datangnya diare?

Pakar kesehatan menyebut saat mengonsumsi susu atau produk turunannya, maka kita juga akan mengonsumsi laktosa, sejenis gula yang ada di dalam susu. Proses pencernaan laktosa agar bisa dimetabolisme menjadi glukosa ini membutuhkan enzim laktase, namun ada sebagian orang yang tidak mampu memproduksi laktase dengan cukup sehingga kesulitan untuk mencernanya.

Laktosa yang masuk hingga ke bagian usus tidak akan bisa dicerna oleh saluran pencernaan, hal inilah yang kemudian menyebabkan gejala diare. Pakar kesehatan menyebut gejala ini akan muncul sekitar 30 menit hingga dua jam setelah minum susu atau mengonsumsi produk olahan susu lainnya. Selain itu, kita juga bisa mengalami gejala lain seperti mual-mual, kembung, kram perut, hingga sering buang angin.

Semakin banyak laktosa atau produk susu yang kita konsumsi, semakin besar pula gejala dari intoleransi laktosa yang akan kita alami.

Beberapa jenis intoleransi laktosa

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis intoleransi laktosa yang bisa kita alami. Gejala dan penyebab dari hal ini juga bermacam-macam.

Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. Intoleransi laktosa primer

Intoleransi laktosa primer adalah kondisi yang membuat produksi enzim laktase di dalam tubuh menurun dengan signifikan sering dengan semakin bertambahnya umur. Biasanya, kondisi ini sudah dimulai sejak usia batita, namun gejalanya biasanya baru muncul saat usianya remaja atau sudah dewasa. Pakar kesehatan menyebut kondisi ini terkait dengan faktor genetik.

  1. Intoleransi laktosa sekunder

Intoleransi laktosa sekudner adalah kondisi yang membuat produksi enzim laktasse berkurang untuk sementara waktu. Biasanya, hal ini terkait dengan kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit celiac, penyakit crohn, masalah usus, radang usus besar, atau sebagai efek samping dari kemoterapi.

  1. Mengalami intoleransi laktosa bawaan

Terkadang, ada bayi yang mengalami kelainan genetik sehingga tubuhnya tidak memproduksi enzim laktase. Kondisi ini tergolong langka dan hanya diturunkan oleh orang tua dengan kondisi yang sama.

Beberapa dampak dari intoleransi laktosa

Tak hanya akan membuat kita kesulitan untuk mengonsumsi susu atau produk turunannya, pakar kesehatan menyebut intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mendapatkan nutriisi sehat dari susu seperti vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan laktosa. Padahal, laktosa ini juga diperlukan tubuh untuk menyerap beberapa jenis mineral layaknya seng atau magnesium.

Jika sampai hal ini terjadi, maka risiko untuk mengalami masalah malnutrisi atau kekurangan nutrisi juga akan meningkat. Bahkan, dalam banyak kasus, hal ini juga akan menyebabkan masalah kesehatan tulang layaknya osteopnenia atau menurunnya kepadatan tulang dan osteoporosis yang bisa memicu osteoporosis.

Jika perlu, kita bisa meminta saran ke dokter demi mengatasi masalah intoleransi laktosa ini. Selain itu, kita juga bisa mengonsumsi beberapa jenis susu lainnya yang lebih aman untuk dikonsumsi oleh penderita masalah kesehatan ini.





Source link