Mengapa Ibu Hamil Tidak Boleh Pakai Pakaian Ketat?

By | August 24, 2019


DokterSehat.Com – Wanita yang baru mengandung janin untuk pertama kali biasanya belum menyiapkan pakaian khusus hamil. Apalagi kalau usia kandungannya masih sangat mudah. Beberapa wanita hanya akan mengenakan pakaian seadanya sehingga saat kandungan membesar baju jadi semakin ketat.

Pakaian ketat dan keguguran

Beberapa orang berkata kalau pakaian yang ketat konon bisa membuat bayi susah bergerak. Dampaknya ibu yang sedang mengandung rentan sekali mengalami keguguran. Benarkan pakaian ketat sangat berbahaya untuk ibu hamil? Oleh karena itu mereka yang sedang hamil disarankan untuk memakai pakaian yang longgar.

Berbagai jenis pakaian atau baju yang ketat sebenarnya tidak akan membuat ibu mengalami keguguran. Sampai sekarang belum ada kasus keguguran yang dipicu oleh pakaian yang terlalu sempit. Meski tidak membahayakan janin, risiko menggunakan pakaian ketat masih cukup besar.

Wanita yang mengenakan pakaian terlalu ketat yang jelas akan mengalami kondisi tubuh tidak nyaman. Mereka akan sulit sekali bergerak bebas apalagi kalau usia kandungannya sudah semakin besar dan perutnya terus membuncit

Dampak menggunakan pakaian sempit pada wanita hamil

Seperti yang sudah diulas di atas, wanita hamil tidak akan langsung mengalami keguguran hanya karena menggunakan pakaian yang ketat. Meski demikian, penggunaan pakaian yang terlalu ketat juga memicu beberapa masalah seperti yang terjadi di bawah ini.

  1. Memicu terjadinya maag

Saat hamil, sistem pencernaan makanan dari ibu akan mengalami perlambatan. Saat menggunakan pakaian ketat, makanan akan menumpuk di lambung karena susah dicerna. Dampaknya, asam lambung akan dihasilkan dalam jumlah banyak untuk membuat pencernaan berjalan cukup cepat.

Selain masalah dari pakaian, kalau janin sudah mulai membesar dengan sendirinya, tekanan yang diberikan pada perut akan tinggi. Tekanan ini juga menimpa saluran cerna sehingga kemungkinan terjadi gangguan pencernaan akan besar. Makanan akan lebih lama di usus dari kondisi normal.

Makanan yang lama di dalam usus akan memicu terbentuknya gas cukup banyak. Bakteri yang ada di sana melakukan fermentasi berlebihan dan menyebabkan gas terbentuk dalam jumlah banyak. Terbentuknya gas ini menyebabkan perut jadi semakin kembung.

  1. Aliran darah terhambat

Volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh akan meningkat dengan tajam saat wanita mengalami kehamilan. Darah yang mengalirkan oksigen juga harus menyuplai kebutuhan janin sehingga setiap hari terjadi peningkatan aliran darah sebanyak 50%. Dengan peningkatan ini wanita cenderung mengalami kenaikan tekanan darah.

Pakaian yang ketat membuat darah yang mengalir sedikit terhambat. Selain itu, jantung juga mengalami gangguan saat berdetak karena mendapatkan tekanan dari luar. Kalau ibu terus-terusan menggunakan pakaian ketat, aliran darah tidak akan lancar dan kesemutan akan sering terjadi.

Masalah dengan tekanan darah ini akan semakin terjadi kalau janin semakin besar dan menekan ke atas. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk menggunakan pakaian yang lebih longgar dan juga menghindari makan berlebihan. Kalau sampai tekanan darahnya semakin naik, bisa berbahaya untuk dirinya dan juga janin yang dikandung.

  1. Nyeri dada, punggung, dan kaki

Ibu yang sedang hamil rawan sekali mengalami pembengkakan pada tubuhnya. Aliran darah yang tidak lancar akibat pakaian ketat menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh semakin besar. Akibatnya beberapa bagian tubuh dari ibu hamil khususnya kaki semakin sering nyeri dan bengkak.

Selanjutnya bagian tubuh seperti punggung akan sering sekali sakit dan membuat mereka tidak nyaman untuk sekadar duduk. Oleh karena itu wanita hamil disarankan untuk  menggunakan pakaian yang longgar untuk menghindari nyeri di sekitar dada dan punggung tidak terus terjadi.

  1. Infeksi jamur vagina

Wanita hamil akan memproduksi cairan vagina dengan jumlah lebih banyak. Kalau pakaian yang digunakan sangat ketat seperti memakai celana dan rokok yang ketat, sirkulasi udara di dalam celana tidak berjalan lancar. Akibatnya, jamur yang ada di sekitar vagina akan berkembang dengan pesat dan menyebabkan infeksi.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mencegah penggunaan pakaian yang ketat. Selain itu selalu jaga sanitasi area vagina setiap harinya. Jangan membiarkan celana dalam tidak diganti setiap hari atau tidak bisa mencuci area vagina dengan benar.

Tips memilih pakaian hamil yang tepat

Risiko memakai pakaian ketat cukup banyak meski tidak akan memicu keguguran. Oleh karena itu ibu hamil lebih disarankan menggunakan pakaian yang lebih longgar seperti daster atau kaos dan celana yang bisa melar. Berikut beberapa tips memilih pakaian hamil dengan benar.

  • Ketahui perubahan pada tubuh ketika awal kehamilan. Umumnya kehamilan dengan usia 1-3 bulan belum memberikan perubahan besar dan Anda masih bisa menggunakan pakaian yang setiap hari digunakan khususnya yang berjenis kaos dan celana jeans.
  • Setelah menginjak kehamilan 4-6 bulan, perubahan akan mulai terjadi. Anda bisa menggunakan pakaian sehari-hari, tapi jangan menggunakan bawahan yang salah. Bawahan harus terbuat dari kain dan melar. Pakaian bagian atas bisa dalam bentuk kaos biasa, tidak perlu langsung dokter.
  • Pada kehamilan yang menginjak 6-9 bulan, kemungkinan besar janin akan membesar dan menekan ke perut. Anda sudah tidak bisa menggunakan celana yang ketat. Gunakan celana hamil khusus agar tidak memberikan tekanan yang terlalu besar perut. Saat ini ada banyak celana hamil yang bisa dibeli di pasaran.
  • Saat sedang tidur jangan memakai celana. Siapkan juga pakaian longgar seperti daster. Dengan menggunakan daster, Anda akan lebih nyaman saat tidur dan tekanan yang terjadi akibat pakaian tidak akan memicu kondisi beser.

Demikianlah ulasan tentang cara memiliki pakaian yang tepat pada wanita yang sedang hamil. Semoga ulasan di atas bisa digunakan sebagai acuan agar proses kehamilan tidak terganggu hanya karena salah memilih baju dan celana.

 





Source link