Makanan yang Dipanaskan Microwave Bisa Picu Kanker?

By | August 7, 2019


Photo Source: Flickr/dennissylvesterhurd

DokterSehat.Com– Salah satu peralatan memasak yang sudah mulai sering kita gunakan adalah microwave. Microwave dianggap bisa memberikan kemudahan tersendiri saat memasak. Sayangnya, ada anggapan microwave bisa memicu kanker dan menghilangkan nutrisi.

Benarkah Makanan yang Dihangatkan dalam Microwave Bisa Memicu Kanker?

Microwave mampu memasak atau menghangatkan makanan karena memproduksi radiasi panas. Sayangnya, keberadaan radiasi panas inilah yang ditakutkan oleh banyak orang karena dianggap bisa memicu masalah kanker, gangguan kesehatan pada kulit, hingga masalah kardiovaskular. Faktanya, pakar kesehatan menyebutkan bahwa anggapan ini tidak benar.

Situs Medical Daily menyebut paparan radiasi yang bisa menyebabkan kanker di dalam tubuh haruslah yang sangat tinggi. Sebagai contoh, paparan sinar X, sinar gamma, hingga paparan ultraviolet bisa menjadi penyebab hal ini.

Sementara itu, radiasi yang dikeluarkan oleh microwave cenderung sangat rendah dan diproyeksikan untuk membuat molekul dalam makanan bergetar sehingga menjadi masak atau hangat kembali.

Paparan radiasi microwave tidak akan membuat struktur kimia makanan mengalami perubahan. Hal ini berarti, makanan yang dimasukkan ke dalam microwave tidak akan menyebabkan dampak buruk jika dikonsumsi.

“Oven microwave tidak akan mengubah makanan menjadi radiokaktif yang menyebabkan datangnya kanker. Radiasi panas dari microwave hanya akan mempengaruhi molekul air pada makanan dan membuatnya menjadi lebih panas,” jelas Cancer Council NSW.

Makanan yang Dipanaskan dengan Microwave Hilang Nutrisinya?

Mitos lain yang terkait dengan penggunaan microwave adalah adanya anggapan bahwa makanan yang sudah diolah di dalamnya akan mengalami kerusakan nutrisi dengan signifikan. Padahal, semua cara memasak akan mempengaruhi nutrisi pada makanan.

Justru, penggunaan microwave bisa meminimalisir kerusakan nutrisi makanan jika dibandingkan dengan pengolahan makanan lainnya mengingat proses memasak yang cenderung lebih sebentar.

Meskipun begitu, kita memang harus benar-benar mengolah makanan sesuai dengan instruksi microwave demi memastikan bahwa makanan bisa panas atau matang dengan sempurna, rasanya nikmat, dan tidak kehilangan nutrisi sehatnya.

Beberapa Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Alih-alih mengkhawatirkan makanan yang diolah dengan menggunakan microwave, pakar kesehatan jusru menyarankan kita untuk lebih memperhatikan makanan-makakan lain yang sering kita konsumsi namun bisa meningkatkan risiko kanker.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Daging olahan

Kita cenderung gemar mengonsumsi daging olahan seperti sosis, nugget, ham, hot dog, dan lain-lain. Daging-dagingan ini memiliki rasa yang enak namun mudah untuk diolah. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut konsumsi daging olahan secara rutin bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

Hal ini disebabkan oleh adanya sifat karsinogenik di dalam daging olahan yang membuatnya bisa memicu datangnya penyakit ini jika terlalu sering dikonsumsi.

  1. Daging merah

Daging merah seperti daging kambing atau sapi jika diolah dengan cara yang tidak tepat seperti dibakar disebut-sebut bisa meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal. Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk membatasi konsumsinya agar tidak berlebihan.

  1. Minuman beralkohol

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari National Institutes of Health, dihasilkan fakta bahwa hobi mengonsumsi minuman beralkohol berpotensi menyebabkan kanker hati, kanker usus besar, dan kanker rektum. Dampak ini bisa semakin parah jika kita juga hobi merokok.

  1. Makanan kalengan

Meski praktis dan enak, makanan kalengan berpotensi menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara, kanker prostat, serta kanker ovarium.

  1. Minuman yang terlalu panas

Minuman seperti teh atau kopi yang diolah terlalu panas bisa menyebabkan datangnya kanker kerongkongan.





Source link