Makanan Manis Bisa Sebabkan Kanker? Cek Faktanya!

Makanan Manis Bisa Sebabkan Kanker? Cek Faktanya!


Photo Source: Flickr/Alwin N.A

DokterSehat.Com– Selain makanan yang tinggi lemak atau memiliki rasa yang asin, kita juga cenderung suka mengonsumsi makanan manis. Sebagai contoh, kita suka mengonsumsi biskuit, kue, permen, roti, dan makanan-makanan manis lainnya sehingga sering menjadikannya camilan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut makanan-makanan manis ini sebagai makanan yang kurang baik bagi kesehatan.

Kaitan Makanan Manis dengan Kanker

Pakar kesehatan menyebut kanker adalah salah satu penyakit paling berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit kanker cenderung sulit diobati dan memiliki potensi mematikan yang sangat tinggi. Selain itu, dalam banyak kasus kanker tidak menunjukkan gejala-gejala awal yang jelas sehinga tidak dideteksi dengan cepat dan baru bisa didiagnosis saat kondisinya sudah cukup parah.

Ada banyak penyebab kanker. Sebagai contoh, paparan senyawa atau zat-zat bersifat karsinogen yang sayangnya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, paparan radiasi, terjadinya peradangan dalam tubuh, virus, masalah obesitas, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat juga bisa menjadi pemicunya.

Lantas, apakah kebiasaan mengonsumsi makanan manis juga bisa menyebabkan datangnya kanker? Sayangnya, pakar kesehatan mengiyakannya. Jika kita terbiasa mengonsumsinya terlalu sering atau dalam jumlah yang berlebihan, risiko kanker bisa meningkat.

Pakar kesehatan Otto Warburg yang berasal dari Jerman pernah melakukan penelitian yang ditujukan untuk mengetahui kaitan antara kanker dengan kebiasaan mengonsumsi gula, kandungan yang membuat rasa makanan dan minuman menjadi lebih manis.

Hasilnya adalah, konsumsi gula yang berlebihan memang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Masalahnya adalah kebanyakan manusia terbiasa mengonsumsinya jauh lebih dari batas aman setiap hari, yakni sekitar 50 gram.

Mempertimbangkan Indeks Glikemik Makanan

Selain makanan-makanan yang memang sudah terasa manis saat dikonsumsi, terkadang kita juga tidak memperhatikan indeks glikemik dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Sebagai contoh, kentang atau nasi memang tidak semanis kue, namun indeks glikemik kedua makanan yang tinggi karbohidrat ini sangatlah tinggi. Mengonsumsinya dengan berlebihan tentu saja akan membuat kadar gula darah meningkat dengan signifikan.

Tak hanya bisa meningkatkan berat badan dan risiko diabetes, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis serta memiliki indeks glikemik tinggi juga berpotensi menyebabkan datangnya kanker.

Waspadai Makanan Olahan dan Makanan dalam Kemasan

Kita juga cenderung tidak memperhatikan makanan olahan atau makanan kemasan dengan baik karena menganggap rasanya tidak manis. Padahal, dalam realitanya, banyak makanan olahan dan kemasan yang memiliki kandungan gula tinggi atau berpotensi memiliki senyawa yang bisa memicu datangnya kanker.

Dr. Adil Akhtar, pakar kesehatan Oakland University-William Beaumount School of Medicine menyebut beberapa jenis makanan layaknya popcorn yang diolah di dalam microwave memiliki kandungan kimia PCP yang disebut-sebut terkait dengan kanker.

Selain itu, jika makanan kemasan yang kita konsumsi juga menggunakan bahan kimia seperti pewarna, pengawet, dan lain-lain, bisa jadi hal ini juga ikut meningkatkan risiko terkena kanker.

Makanan dan minuman lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko kanker

Selain makanan manis, makanan olahan, dan makanan kemasan, pakar kesehatan menyebut beberapa jenis makanan dan minuman lain yang sering kita konsumsi juga bisa memicu kanker. Sebagai contoh, minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan, kanker hati, kanker usus besar, dan kanker pankreas.

Selain itu, jika kita hobi mengonsumsi daging merah atau daging olahan layaknya sosis dan nugget, bisa jadi risiko kanker meningkat karena adanya kandungan mutagen serta karsinogen di dalamnya.





Source link

AKDSEO