Kulit Gelap Membuat Risiko Kanker Kulit Turun?

By | September 11, 2019


Photo Source: Flickr/nseika

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar anggapan yang menyebut warna kulit yang lebih gelap sebenarnya memberikan keuntungan lebih besar bagi kita, yakni membuat risiko terkena kanker kulit semakin menurun. Padahal, banyak orang Indonesia yang memiliki keinginan untuk memiliki kulit dengan warna yang cerah. Sebenarnya, apakah anggapan ini memang benar?

Kaitan Antara Warna Kulit dengan Risiko Kanker

Pakar kesehatan dr. Jenna Lester dari University of California, San Fransisco, Amerika Serikat melakukan sebuah penelitian yang menghasilkan fakta tentang kaitan antara warna kulit dengan risiko kanker kulit. Hasil dari penelitian ini adalah, anggapan bahwa warna kulit yang lebih gelap akan jauh lebih aman dari risiko kanker kulit tidaklah benar.

“Kulit yang memiliki melanin lebih banyak tentu saja tidak apa-apa, namun sebenarnya hal ini tidak akan memberikan dampak yang berarti pada risiko kanker,” ucap dr. Lester.

Apapun warna kulit kita, jika sering terpapar sinar matahari secara langsung di saat terik-teriknya, maka risiko untuk menghalami masalah layaknya hiperpigmentasi dan melasma atau bintik-bintik hitam akan meningkat. Meskipun kulit kita sudah gelap, tetap saja sering terpapar sinar ultraviolet bisa membuat risiko terkena kanker kulit meningkat.

“Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Kanker ini memang lebih sering terjadi pada orang-orang dengan warna kulit cerah, namun siapa saja sebenarnya rentan mengalaminya. Jika sampai terkena kanker ini, maka risiko terkena kematian dini juga akan ikut naik,” ucap dr. Lester.

Dr. Lester memberikan contoh yang paling jelas tentang orang-orang yang memiliki warna kulit gelap namun tetap berisiko terkena kanker kulit, yakni penyanyi legendaris Bob Marley. Penyanyi reggae ini meninggal di usia yang cukup muda, yakni 36 tahun akibat menderita kanker melanoma yang ganas.

Bagi orang yang memiliki kulit gelap, kanker kulit bahkan bisa menjadi masalah tersendiri karena terkadang gejalanya tidak begitu jelas dan akhirnya baru bisa didiagnosis saat kondisinya sudah sangat parah. Sebagai informasi, di Amerika Serikat, 66 persen penderita kanker kulit berkulit gelap dan 90 persen penderita kanker kulit berkulit cerah hanya memiliki harapan hidup kurang dari lima tahun.

Melihat fakta ini, kita sebaiknya memang memberikan perlindungan pada tubuh jika akan beraktivitas ke luar saat sinar matahari sedang sangat panas dan menyengat. Cobalah untuk memakai topi, masker, jaket, celana panjang, sepatu, sarung tangan, atau bahkan memakai tabir surya demi mencegah datangnya kanker kulit atau masalah kesehatan lainnya.

Beberapa Cara Mencegah Kanker Kulit

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah datangnya kanker kulit yang berbahaya.

Berikut adalah cara-cara yang bisa kita lakukan tersebut.

  1. Usahakan Menghindari Sinar Matahari Siang Secara Langsung

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menghindari paparan sinar matahari langsung di siang hari yang sangat panas. Sebagai contoh, sebaiknya kita berada di luar ruangan saat jam menunjukkan pukul 10.00 hingga 14.00. Hanya saja, jika memang kita harus ke luar rumah, pastikan untuk melindungi tubuh dari sinar matahari.

  1. Memakai Tabir Surya

Meskipun kita sedang tidak menikmati pantai, ada baiknya kita tetap memakai tabir surya dengan SPF minimal di angka 15 demi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Semakin tinggi nilai SPF, semakin baik perlindungan yang akan kita dapatkan.

  1. Menghindari Paparan Bahan Kimia

Paparan bahan kimia dari produk yang sering kita gunakan seperti pengharum ruangan, obat nyamuk, hingga deterjen yang berlebihan atau tidak aman ternyata bisa memicu kanker kulit. Pastikan untuk tidak menggunakannya dengan berlebihan.

  1. Banyak Minum Air Putih

Tak hanya menghidrasi tubuh, banyak minum air putih akan membantu proses detoksifikasi tubuh yang akhirnya berimbas pada menurunnya risiko terkena kanker.

  1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya mencegah datangnya kanker kulit.

 

Sumber:

  1. McMillan, Carolyn. 2019. The Scin Care Myth That Harms People of Color.edu/news/skin-color-clinics-aim-end-health-care-disparities-dermatology (Diakses pada 10 September 2019).





Source link