Kulit Ayam Sebaiknya Tidak Dimakan?

By | July 25, 2019


Photo Source: Flickr/Marco Verch

DokterSehat.Com– Banyak orang yang gemar mengonsumsi kulit ayam. Biasanya, hal ini disebabkan oleh rasanya yang sangat gurih, apalagi jika digoreng hingga kering atau dibakar layaknya sate. Sayangnya, dibalik kenikmatan yang ditawarkan oleh kulit ayam, ada yang menyebut makanan ini sangat tidak baik bagi kesehatan. Apakah anggapan ini memang benar?

Mengenal beberapa fakta terkait dengan kulit ayam

Sensasi nikmat yang bisa kita rasakan saat mengonsumsi kulit ayam berasal dari kandungan lemak yang ada di dalamnya. Hanya saja, terdapat beberapa fakta lain tentang kulit ayam yang sebaiknya kita ketahui.

Berikut adalah fakta-fakta tersebut.

  1. Kandungan lemak yang ada dalam kulit ayam

Pakar kesehatan menyebut kulit ayam memiliki kandungan lemak yang tinggi, namun sebagian besar kandungan lemak ini adalah lemak tak jenuh atau lemak baik. Memang, masih ada lemak jenuh atau lemak jahat, namun jumlahnya tidak sebanyak lemak tak jenuh.

Sebagai informasi, penelitian yang dilakukan di Harvard School of Public Health menyebut di dalam kulit ayam sebanyak 1 ons terdapat 8 gram lemak tak jenuh dan lemak jenuh hanya 3 gram.

Hal ini berarti, asalkan tidak dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, sebenarnya kulit ayam tidak akan begitu membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bahkan, keberadaan lemak tak jenuh ini bisa saja membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah.

  1. Kulit ayam tidak perlu dibuang saat diolah

Sebagian orang memilih untuk membuang kulit ayam karena dianggap kurang sehat atau mencegah daging ayam menyerap bumbu-bumbu masakan sehingga membuatnya menjadi kurang nikmat setelah diolah. Padahal, dalam realitanya kulit ayam justru bisa membuat rasa dan aroma daging ayam menjadi lebih nikmat.

Hal ini disebabkan oleh keberadaan kulit ayam yang bisa menjadi filter yang menghalangi minyak agar tidak terlalu banyak diserap oleh daging ayam. Hal ini tentu akan membuat daging ayam jauh lebih sehat karena tidak memiliki terlalu banyak lemak trans.

  1. Bisa membantu menurunkan pemberian garam

Keberadaan kulit ayam yang secara alami sudah memiliki rasa yang gurih membuat kita tak perlu menggunakan garam dengan berlebihan saat mengolah daging ayam. Dengan memberikan garam atau bumbu dalam jumlah yang sedikit, olahan daging ayam sudah terasa lezat. Hal ini tentu akan membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali dan menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Tips makan kulit ayam agar tidak membahayakan kondisi kesehatan

Meskipun boleh dikonsumsi, bukan berarti kita bisa sembarangan makan kulit ayam. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperhatikan hal ini saat ingin mengonsumsinya.

  • Pastikan untuk tidak mengonsumsi kulit ayam dengan berlebihan. Meski kandungan lemak tak jenuhnya lebih banyak, ada kandungan lemak jenuh yang tidak sehat sehingga harus dibatasi konsumsinya. Selain itu, mengonsumsi lemak terlalu banyak juga bisa membuat asupan kalori menjadi berlebihan dan kurang sehat.
  • Sebaiknya kulit ayam tidak digoreng hingga sangat kering karena membuat kandungan nutrisinya rusak. Pakar kesehatan lebih menyarankan kulit ayam yang diolah dengan cara direbus atau digoreng agak renyah saja.
  • Kulit ayam sebaiknya tidak diolah dengan menggunakan tepung. Tepung bisa membuat kulit ayam menyerap minyak lebih banyak. Padahal, minyak bisa memberikan dampak tidak sehat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sering mengonsumsinya juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
  • Tiriskan kulit ayam yang baru digoreng di atas kertas atau tisu penyerap minyak sehingga bisa menurunkan jumlah minyak yang dikandung makanan ini. Diharapkan, hal ini bisa membantu menjaga asupan lemak agar tidak berlebihan sehingga tidak akan memicu masalah kolesterol tinggi.





Source link