Khasiat Jalan Kaki Bagi Risiko Diabetes

By | August 25, 2019


Photo Source: Flickr/gauthierdelecroix

DokterSehat.Com– Masih banyak orang yang menyepelekan olahraga jalan kaki. Meski terkesan sederhana dan sangat mudah untuk dilakukan, dalam realitanya berjalan kaki bisa memberikan manfaat kesehatan yang besar. Salah satunya adalah mengendalikan kadar gula darah dengan efektif.

Dampak berjalan kaki bagi risiko diabetes

Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa rutin berjalan kaki dalam waktu 15 menit saja setelah makan, baik itu sarapan pagi, makan siang, atau makan malam akan membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Dampak ini bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan berjalan kaki selama 45 menit dalam sekali waktu saja.

Melihat fakta ini, melakukan berjalan kaki setelah makan bisa membantu menurunkan risiko diabetes. Bagi penderita diabetes, hal ini juga bisa membuat risiko terkena komplikasi bisa diturunkan dengan signifikan.

Pakar kesehatan menyebut hal ini disebabkan oleh kemampuan berjalan kaki dalam mempengaruhi metabolisme tubuh dan sensitivitas insulin. Dengan adanya produksi insulin yang cukup, maka gula darah pun bisa diubah menjadi energi sehingga tidak akan memicu lonjakan kadar gula darah yang berbahaya.

Manfaat lain dari berjalan kaki bagi kesehatan

Selain bisa membuat risiko diabetes atau komplikasinya menurun, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat kesehatan lainnya yang bisa didapatkan dengan rutin berjalan kaki.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

  1. Bisa membakar kalori

Sebagaimana berlari atau bersepeda, berjalan kaki ternyata juga termasuk dalam olahraga kardio, lho. Hal ini berarti, rutin melakukannya akan membuat kita membakar kalori dengan lebih baik.

Bahkan, jika kita melakukan jalan cepat, jumlah kalori yang terbakar bisa mencapai 100 hingga 300 kalori lebih banyak. Apalagi jika kita melakukannya dalam waktu lebih dari 30 menit dengan medan yang cenderung menanjak.

  1. Bisa membuat jantung menjadi lebih kuat

Berjalan kaki secara rutin ternyata bisa membuat jantung menjadi lebih kuat. Hal ini tentu akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan signifikan. Sebagai contoh, jika kita rutin melakukannya 30 menit setiap hari, maka risiko terkena penyakit jantung koroner bisa ditekan hingga 19 persen lebih rendah.

Semakin jauh jarak atau semakin lama waktu untuk berjalan kaki, semakin baik manfaatnya bagi kondisi jantung kita.

  1. Baik bagi kesehatan tulang dan sendi

Berjalan kaki ternyata juga bisa memberikan manfaat besar bagi tulang dan persendian. Pakar kesehatan menyebut rutin melakukannya akan membuat tulang menjadi semakin kuat sekaligus menurunkan risiko terkena osteoporosis dengan signifikan.

Selain itu, rutin berjalan kaki juga akan membuat proses pelumasan sendi akan berlangsung dengan lebih baik. Hal ini tentu akan membuat kondisi persendian kita terjaga. Rutin melakukannya juga akan membuat otot-otot di persendian akan semakin kuat dan sehat.

  1. Bisa membuat energi tubuh meningkat

Rutin berjalan kaki ternyata bisa membantu kita mengatasi rasa lesu sekaligus membuat badan terasa jauh lebih bugar. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah yang meningkat saat melakukannya. Kondisi ini tentu akan membuat distribusi oksigen ke berbagai bagian tubuh akan menjadi lebih baik.

Dampak dari hal ini adalah semakin membaiknya keseimbangan hormon di dalam tubuh, khususnya hormon kortisol, noepinefrin, serta epinefrin. Hormon inilah yang berpengaruh besar bagi energi tubuh.

  1. Baik bagi sistem kekebalan tubuh

Berdasarkan sebuah penelitian yang melibatkan sekitar seribu partisipan, dihasilkan fakta bahwa rutin melakukan jalan kaki minimal 30 menit setiap hari akan membuat sistem kekebalan tubuh meningkat dengan signifikan. Risiko untuk terkena penyakit ringan layaknya flu, pilek, dan batuk bisa ditekan hingga 43 persen.





Source link