Keracunan Makanan: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

By | August 12, 2019


DokterSehat.Com – Kita semua butuh makan agar bisa bertahan hidup. Namun, kita juga tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan. Pasalnya, makanan yang dikonsumsi bisa saja membuat tubuh mengalami keracunan makanan, dan hal ini sudah banyak terjadi. Lantas, apa itu keracunan makanan? Apa penyebab keracunan makanan? Apa ciri & gejala keracunan makanan? Bagaimana mengobati keracunan makanan?

Apa Itu Keracunan Makanan?

Keracunan makanan adalah suatu kondisi di mana terjadi gangguan pada sistem pencernaan akibat konsumsi makanan atau minuman tertentu yang terkontaminasi. Umumnya, makanan atau minuman tersebut terkontaminasi oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme berbahaya lainnya.

Kendati bisa menimbulkan efek yang cukup serius, keracunan makanan adalah kondisi yang tergolong ringan dan dapat disembuhkan dengan mudah dan cepat. Bahkan, bebeberapa orang tidak memerlukan pengobatan khusus apapun dan hanya perlu menunggu selama sekian hari sampai keracunan benar-benar hilang.

Penyebab Keracunan Makanan

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab keracunan makanan. Berikut ini adalah penyebab keracunan makanan yang penting untuk Anda ketahui dan waspadai.

1. Virus

Virus adalah salah satu penyebab keracunan makanan yang paling umum. Pada kasus ini, jenis virus yang mengontaminasi makanan dan minuman bernama ‘norovirus’.

Norovirus yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi akan bereaksi sekitar 12 sampai 48 jam pasca mengonsumsinya.

Keracunan makanan akibat kontaminasi virus akan menyebabkan Anda mengalami:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Kram perut

2. Bakteri

Selain virus, bakteri adalah penyebab keracunan makanan lainnya yang paling umum terjadi. Jenis bakteri yang biasanya mengontaminasi makanan dan minuman hingga menyebabkan keracunan makanan antara lain:

  • Campylobacter
  • Clostridium botulinum
  • Coli O15
  • Salmonella typhi
  • Shigella
  • Staphylococcus aureus

Sama seperti virus, bakteri-bakteri ini menyebabkan seseorang mengalami keracunan makanan yang ditandai dengan kondisi:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Kram perut

3. Parasit

Mikroorganisme ‘jahat’ lainnya seperti parasit juga patut Anda waspadai karena dapat menyebabkan tubuh mengalami keracunan makanan. Jenis parasit yang umumnya mengontaminasi makanan maupun minuman adalah Giardia duodenalis.

Parasit tersebut memang sudah lazim hidup di dalam saluran pencernaan, baik manusia maupun hewan. Makanan dan minuman adalah ‘kendaraan’ bagi Giardia duodenalis untuk masuk ke dalam tubuh.

Sejumlah komplikasi yang ditimbulkan oleh kehadiran Giardia duodenalis ini meliputi:

  • Kram perut
  • Perut kembung
  • Perut mual
  • Diare
  • Feses yang berbau tajam

4. Salah Mengolah Makanan

Keracunan makanan yang Anda alami juga bisa disebabkan oleh cara mengolah makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, yakni:

  • Makanan tidak dibersihkan dengan benar
  • Makanan disimpan di tempat yang kurang atau bahkan tidak higienis
  • Makanan tidak dimasak dengan benar sampai benar-benar matang
  • Orang yang sudah terkontaminasi virus atau bakteri tidak mencuci tangan terlebih dahulu saat menyiapkan makanan sehingga bakteri berpindah
  • Perpindahan bakteri akibat pemakaian alat masak yang terkontaminasi

5. Konsumsi Makanan Tertentu

Ada sejumlah jenis makanan yang memiliki risiko tinggi untuk terkontaminasi oleh mikroorganisme jahat penyebab keracunan makanan, seperti:

  • Madu
  • Salad dengan sayuran mentah
  • Daging yang tidak dimasak sampai matang
  • Susu non-pasteurisasi

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mengolahnya sampai benar-benar matang, entah itu dengan cara direbus atau dipanggang. Hal ini guna memastikan mikroorganisme yang terdapat di dalam makanan-makanan tersebut benar-benar mati.

Ciri dan Gejala Keracunan Makanan

Tubuh yang mengalami keracunan makanan dapat dikenali melalui sejumlah ciri dan gejala khas keracunan makanan. Berikut adalah ciri-ciri keracunan makanan yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

  • Kram perut
  • Nyeri perut
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah-muntah
  • Diare
  • Penurunan stamina tubuh
  • Nyeri otot
  • Kejang

Pada kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri E. Coli, gejala keracunan makanan berupa diare bahkan sampai ke tahap diare yang disertai darah, pun komplikasi terkait lainnya seperti sindrom uretik hemolitik. Segera periksakan diri ke dokter manakala Anda mengalami ciri-ciri keracunan makanan di atas agar bisa segera ditangani.

Diagnosis Keracunan Makanan

Guna memastikan kondisi keracunan makanan yang Anda alami, sekaligus mencari penyebab keracunan makanan sehingga bisa disesuaikan dengan langkah penanganan, dokter akan melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan, yang terdiri dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien sehubungan dengan keluhan yang dialami.

  • Keluhan seperti apa yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi akhir-akhir ini?
  • Bagaimana cara mengolah dan menyimpan makanan selama ini?
  • Obat apa saja yang sudah dikonsumsi?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan dengan melakukan prosedur pemeriksaan fisik, meliputi:

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pemeriksaan detak jantung
  • Pemeriksaan berat badan
  • Pemeriksaan suhu badan
  • Pemeriksaan perut

3. Pemeriksaan Penunjang

Jika diperlukan (berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik), dokter mungkin saja akan melanjutkan prosedur diagnosis keracunan makanan ke pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah panel metabolik dasar (BMP)
  • Tes hitung darah total (CBC)
  • Urinalisis
  • Tes dehidrasi
  • Biopsi feses

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Seperti yang sudah disampaikan di awal, umumnya keracunan makanan adalah kondisi ringan yang bahkan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. Kalaupun Anda memerlukan pengobatan, cara mengatasi keracunan makanan ini terbilang mudah dan bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

Beberapa cara mengatasi keracunan makanan antara lain:

1. Obat Antibiotik

Oleh karena kasus keracunan makanan hampir bisa dipastikan karena adanya kontaminasi dari mikroorganisme ‘jahat’, maka cara mengatasi keracunan makanan yang pertama harus dilakukan adalah memberikan obat antibiotik.

Periksakan diri ke dokter terlebih dahulu guna mendapatkan resep obat antibiotik yang sesuai dengan kondisi keracunan makanan yang Anda alami.

2. Obat Diare

Salah satu ciri-ciri keracunan makanan adalah diare. Untuk itu, pemberian obat diare juga dianjurkan guna mengatasi kondisi ini.

Umumnya, jenis obat diare yang diberikan oleh dokter (sesuai dengan rekomendasi dari Kemenkes RI) adalah yang mengandung aluminium hidroksida dan kaopectate. Obat-obatan tersebut diberikan apabila diare sudah berlangsung selama berhari-hari.

3. Rehidrasi

Akibat diare yang terjadi, ‘korban’ keracunan makanan akan mengalami dehidrasi. Guna mengatasi hal ini, maka dokter akan melakukan langkah penanganan guna, yakni dengan memberikan cairan elektrolit yang mengandung kalium, kalsium, dan natrium untuk menjaga pasien tetap terhidrasi.

Selain cairan elektrolit, pasien juga disarankan meminum larutan oralit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang.

Cara mengatasi keracunan makanan yang bisa Anda terapkan di rumah di antaranya:

  • Jangan makan dan minum terlebih dahulu selama beberapa jam
  • Perbanyak minum air putih
  • Untuk sementara waktu, konsumsilah makanan-makanan seperti roti, bubur, dan buah pisang
  • Istirahat yang cukup

Pencegahan Keracunan Makanan

Keracunan makanan disebabkan oleh kontaminasi virus, bakteri, maupun parasit, dan hal ini berkaitan dengan masalah kebersihan (higienitas). Oleh sebab itu, cara mencegah keracunan makanan adalah dengan:

  • Jangan mengonsumsi daging atau sayuran mentah
  • Masak bahan-bahan makanan sampai benar-benar matang
  • Pastikan alat masak berada dalam kondisi bersih
  • Cuci tangan saat hendak memasak dan menyajikan masakan
  • Jangan makan sembarangan

Itu dia informasi mengenai keracunan makanan. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

  1. Lawrence, DT. et al. (2007). Food poisoning. Emergeny Medicine Clinics 25(2). pp. 357-73 [Diakses pada 12 Agustus 2019]
  2. Felman, A. (2018, 24 Juli). Do I have a stomach virus or food poisoning? Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311508.php [Diakses pada 12 Agustus 2019]
  3. Selner, M. et al. (2017, 18 Juli). Food Poisoning: Types, Symptomps, & Treatment. Healthline. https://www.healthline.com/health/food-poisoning [Diakses pada 12 Agustus 2019]





Source link