Kedelai Bisa Turunkan Risiko Kanker?

By | July 5, 2019


Photo Source: Flickr/unitedsoybean

DokterSehat.Com– Salah satu bahan makanan yang cukup sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah kedelai. Tak hanya produk seperti tempe dan tahu, kita juga terbiasa mengonsumsi kedelai sebagai camilan. Bahkan, produk olahan kedelai seperti kecap dan susu kedelai juga sering kita konsumsi. Selain rasanya yang enak dan cocok untuk dijadikan program diet, kedelai dan produk turunannya disebut-sebut bisa membantu mencegah datangnya kanker. Apakah anggapan ini memang benar?

Kedelai mencegah kanker

Salah satu penyakit yang memakan banyak korban jiwa paling banyak di Indoensia adalah kanker. Sebagai informasi, penyakit ini seringkali diawali dengan bertumbuhnya sel-sel tidak normal yang akhirnya menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Meski sudah ada pengobatan kanker, dalam realitanya proses ini belum tentu membuat kanker bisa sembuh dengan mudah.

Risiko terkena kematian karena kanker cukup tinggi, apalagi jika kanker baru terdiagnosis saat sudah mencapai stadium lanjut. Karena alasan inilah alih-alih mengobati kanker yang belum tentu berhasil, sebaiknya kita mencegah kedatangan penyakit ini dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi kacang kedelai.

Pakar kesehatan menyebut penelitian yang dilakukan untuk mencari tahu kaitan antara kanker dan kedelai telah dilakukan sekitar 25 tahun. Hasilnya adalah, kedelai memang berpotensi untuk mencegah perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Kedelai berpotensi mencegah kanker payudara

Salah satu jenis kanker yang disebut-sebut bisa dicegah dengan konsumsi kedelai secara rutin adalah kanker payudara. Kanker ini cukup banyak menyerang masyarakat Indonesia dan menyebabkan kematian dini. Seringkali, pemicu dari masalah kesehatan ini adalah tidak seimbangnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2016 lalu, dihasilkan fakta bahwa konsumsi kedelai mampu mencegah perkembangan sel-sel kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungana anti kanker di dalam kedelai bernama isoflavon genistenin.

Kandungan ini sebenarnya mirip dengan estrogen, namun sifatnya berlawanan dengan estrogen sehingga tidak akan meningkatkan kadar hormon ini. Hal ini akan berdampak pada menurunnya perkembangan sel-sel tidak normal yang bisa berujung pada tumbuhnya kanker.

Bahkan, penelitian ini juga membuktikan bahwa mengonsumsi kedelai bisa menurunkan risiko terkena kanker ini hingga 30 persen. Hanya saja, konsumsi ini harus dilakukan dalam jangka panjang, tepatnya sejak usia anak-anak atau usia remaja.

Bahkan, penelitian ini juga membuktikan bahwa konsumsi kedelai pada penderita kanker payudara bisa membantu menurunkan risiko kambuhnya kembali penyakit ini.

Kedelai bisa cegah datangnya kanker prostat

Penelitian terbaru yang dilakukan pada 2018 lalu membuktikan bahwa kandungan isoflavon, genistein, dan daidzein yang ada di dalam kedelai bisa menurunkan risiko terkena kanker prostat dengan signifikan. Kandungan genistein disebut-sebut menjadi faktor kunci untuk mencegah datangnya salah satu jenis kanker paling mematikan bagi kaum pria ini.

Kedelai bisa mencegah datangnya kanker kolorektal

Kanker kolorektal atau kanker usus besar kasusnya cenderung semakin meningkat belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh kegemaran manusia modern untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Sayangnya, kandungan-kandungan ini bisa mempengaruhi produksi asam empedu yang akhirnya memicu kerusakan pada usus.

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi kedelai bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker kolorestal hingga 23 persen. Hal ini diduga karena pengaruh dari kandungan isoflavon dari bahan makanan ini.

Melihat fakta ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk rutin mengonsumsi kedelai demi mendapatkan manfaat kesehatannya, termasuk dalam hal menurunkan risiko terkena kanker.





Source link