Ivermectin: Manfaat, Dosis, Efek Samping

By | August 18, 2019


DokterSehat.Com – Ivermectin obat apa? Ivermectin adalah obat dari golongan antelmintik. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi cacing tertentu. Ketahui selengkapnya tentang Ivermectin mulai dari cara kerja, manfaat, dosis, efek samping, dan petunjuk penggunaanya berikut ini!

Rangkuman Informasi Obat Ivermectin

Nama Obat Ivermectin
Kelas Terapi Obat Antelmintik
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi infeksi cacing
Dikonsumsi Oleh Dewasa dan anak-anak
Sediaan Obat Tablet, lotion, krim

Cara Kerja Obat Ivermectin

Ivermectin adalah salah satu jenis obat antelmintik atau obat antiparasit. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi cacing tertentu. Ivermectin bekerja dengan cara membunuh mikrofilaria atau larva cacing. Obat ini tidak dapat membunuh cacing dewasa, tapi dapat menekan produksi larva oleh cacing betina dewasa.

Cacing dewasa dapat terus memproduksi larva hingga mati secara alami, maka dari itu obat ini harus terus dikonsumsi hingga cacing dewasa mati untuk memutus penularan.

Manfaat Ivermectin

Secara umum, manfaat Ivermectin adalah untuk mengatasi infeksi cacing tertentu. Beberapa kondisi yang umumnya dapat diatasi dengan obat ini adalah seperti:

  • Strongyloidiasis
  • Onchocerciasis
  • Kutu kepala
  • Rosacea

Dosis Ivermectin

Ivermectin hadir dalam sediaan oral dan topikal. Dosis Ivermectin dapat berbeda-beda tergantung pada sediaan obat, jenis penyakit, dan kondisi pasien itu sendiri. Berikut adalah dosis Ivermectin yang lazim diberikan berdasarkan sediaan dan kondisi yang diatasi:

1. Dosis obat oral Ivermectin

  • Strongyloidiasis: Ivermectin tablet 200 mcg/kg, berat badan, diberikan selama 1-2 hari. Dosis berlaku untuk dewasa dan anak dengan berat di atas 15 kg.
  • Onchocerciasis: Ivermectin tablet 150 mcg/kg, diberikan sebagai dosis tunggal, perawatan diulang setiap 3-12 bulan hingga gejala hilang. Dosis berlaku untuk dewasa dan anak dengan berat di atas 15 kg.

2. Dosis obat topikal Ivermectin

  • Kutu kepala: Losion 0,5%, dioleskan ke rambut dalam keadaan kering dan kulit kepala, diamkan selama 10 menit sebelum dibilas. Dosis ini berlaku untuk dewasa dan anak di atas usia 6 bulan.
  • Rosacea: Krim 1%, dioleskan ke area yang terkena satu kali sehari, lakukan perawatan selama 4 bulan.

Dosis di atas adalah dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berbeda bergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis Ivermectin tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Ivermectin

Ivermectin harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum Ivermectin dan penggunaannya yang benar:

  • Obat oral Ivermectin harus dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
  • Hindari kontak pada mata dan bibir untuk penggunaan Ivermectin topikal.
  • Gunakan obat Ivermectin sesuai dengan sediaan dan dosis yang disarankan.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat Ivermectin melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Ivermectin

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Ivermectin yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Ivermectin pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat Ivermectin di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat Ivermectin dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Ivermectin dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Ivermectin

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Ivermectin. Berikut adalah beberapa efek samping Ivermectin yang mungkin muncul:

  • Edema
  • Pruritus
  • Ruam urtikaria
  • Limfadenitis
  • Artralgia
  • Sinovitis
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Takikardia
  • Hipotensi ortostatik
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Mengantuk
  • Vertigo
  • Tremor
  • Peningkatan serum ALT AST
  • Penurunan sel darah putih
  • Peningkatan Hb
  • Konjungtivitis
  • Hiperemia okular
  • Iritasi mata
  • Edema kelopak mata
  • Pendarahan mata
  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Iritasi kulit
  • Gatal
  • Kulit kering
  • Dermatitis kontak
  • Eritema
  • Ensefalopati

Efek samping Ivermectin di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika berhenti minum obat. Efek samping juga mungkin terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Ivermectin

Interaksi obat dapat terjadi ketika Ivermectin digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan Ivermectin:

  • Penghambat P-glikoprotein
  • P-glikoprotein
  • Warfarin
  • Estriol

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, non-resep, hingga herbal. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Ivermectin untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Ivermectin

Ivermectin termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Ikuti petunjuk penggunaan obat ini dengan seksama untuk menjaga keamanannya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Ivermectin:

  • Jangan gunakan obat Ivermectin pada pasien yang hipersensitif pada Ivermectin dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini. Waspada jika Anda memiliki riwayat alergi pada obat sejenis.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki kondisi seperti asma, gangguan hati, kejang, dan HIV.
  • Penggunaan obat ini pada obat hamil masuk kategori C, artinya obat ini hanya bisa digunakan apabila manfaatnya lebih besar daripada potensi efek samping yang mungkin terjadi.
  • Ivermectin dapat diserap melalui ASI. Anda mungkin akan diminta untuk berhenti menyusui selama menggunakan obat ini atau berhenti menggunakan obat ini.

Harga Ivermectin

Ivermectin dapat didapatkan di apotek dan pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Harga Ivermectin berbeda-beda berdasarkan sediannnya. Harga untuk sediaan dan merek yang sama juga mungkin dapat berbeda-beda di setiap apotek.

 

 

Sumber:

  1. What is ivermectin? – https://www.drugs.com/mtm/ivermectin.html diakses 18 Agustus 2019
  2. Ivermectin – https://www.who.int/apoc/cdti/ivermectin/en/ diakses 18 Agustus 2019
  3. Ivermectin – https://www.mims.com/philippines/drug/info/ivermectin?mtype=generic#MIMSClass diakses 18 Agustus 2019
  4. Ivermectin, Oral Tablet – https://www.healthline.com/health/ivermectin-oral-tablet diakses 18 Agustus 2019





Source link