Ichan Yasin Limpo Meninggal karena Kanker Paru

By | July 30, 2019


Photo Source: berita-sulsel.com

DokterSehat.Com– Setelah Sutopo Purwo Nugroho, ada tokoh besar lain di Indonesia yang meninggal juga karena kanker paru, yakni Ichsan Yasin Limpo. Mantan Bupati Gowa, Sulawesi Selatan ini meninggal dunia di Jepang, kemarin, 30 Juli 2019.

Ichsan Yasin Limpo Meninggal karena Kanker Paru-Paru Stadium 4

Kabar meninggalnya Ichsan Yasin Limpo dibenarkan oleh salah satu kerabatnya, Devo Khadaffi. Devo menyebut Ichsan sudah menjalani berbagai macam pengobatan sejak awal tahun 2019. Selain berada di Jepang, Ichsan juga mendapatkan perawatan intensif seperti kemoterapi di sebuah rumah sakit yang ada di Singapura.

“Pak Ichsan Yasin Limpo meninggal karena kanker paru-paru yang sudah lama diidapnya. Sekitar 5 bulan lalu, kanker yang beliau derita sudah didiagnosis mencapai stadium 4. Beliau juga sempat menjalani kemoterapi di Singapura,” terang Devo.

Setelah Singapura, Ichsan memilih untuk pergi ke Jepang demi mendapatkan pengobatan yang jauh lebih baik. Hanya saja, meski sudah dirawat secara intensif, Ichsan akhirnya tutup usia. Dikabarkan, jenazah akan sesegera mungkin dibawa ke Indonesia dan disemayamkan di rumah duka.

Ichsan Yasin Limpo adalah tokoh yang cukup dihormati di Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau adalah saudara dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Selain pernah memimpin Kabupaten Gowa selama dua periode, Ichsan juga memimpin Palang Merah Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Ada banyak sekali penyebab kanker paru yang bisa ditemui di kehidupan sehari-hari. Mengingat penyakit ini cukup mematikan, sebaiknya kita menghindarinya demi mencegah kedatangannya.

Berikut adalah berbagai penyebab kanker paru.

  1. Kebiasaan merokok

Penyebab paling umum dari kanker paru yang mematikan adalah kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan oleh paru-paru yang langsung mendapatkan efek buruk dari kandungan beracun asap rokok setiap kali mengisap asapnya. Sel-sel dan DNA di dalam paru-paru akan mengalami kerusakan dan akhirnya menimbulkan gejala kanker.

  1. Menjadi perokok pasif

Mereka yang tidak merokok namun menjadi perokok pasif karena faktor lingkungan atau pergaulan juga bisa menjadi penderita kanker paru. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang juga mendapatkan paparan buruk dari asap rokok yang akhirnya bisa memicu kedatangan penyakit ini.

  1. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker paru

Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kanker paru juga akan lebih rentan mengalami penyakit ini. Apalagi jika terbiasa menerapkan gaya hidup tidak sehat seperti tetap merokok atau sering terpapar polusi dan bahan kimia berbahaya setiap hari.

  1. Memiliki riwayat masalah kesehatan pada paru

Jika kita pernah mengidap masalah kesehata pada paru-paru atau saluran pernapasan lainnya layaknya TBC, bronchitis kronis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maka risiko terkena kanker paru juga meningkat. Hal ini disebabkan oleh kemunculan jaringan parut atau peradangan parah pada paru-paru yang akhirnya berimbas pada datangnya kanker.

Selain itu, jika kita pernah menjalani terapi radasi di bagian dada untuk mengatasi penyakit lain, risiko untuk mengalami kanker paru juga akan meningkat.

  1. Sering terpapar benzopyrene

Benzopyrene adalah hasil sisa pembakaran layaknya asap rokok, gas buang kendaraan, gas buang industri, hingga dari proses pembakaran yang bisa kita temui sehari-hari. Salah satu polutan yang paling memungkinkan untuk memicu masalah kesehatan bagi tubuh adalah senyawa kimia ini.

Karena alasan inilah sebaiknya kita selalu memakai masker jika berada di luar rumah, apalagi jika terbiasa memakai kendaraan roda dua atau transportasi umum di kota besar. Selain itu, jika kita sering terpapar asap rokok, maka risiko untuk terpapar bahan kimia ini dan mengalami kanker paru bisa meningkat hingga 20 persen.





Source link