HIV di Indonesia dan Penularannya

By | August 24, 2019


DokterSehat.Com – Hingga saat ini HIV belum bisa disembuhkan. Virus HIV menyerang sistem imunitas dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Saat daya tahan menurun tubuh akan rentan terkena berbagai infeksi berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Meski saat ini kita bisa menekan virus HIV agar tidak menyebar, virus hanya akan dorman sementara dan bisa menyerang lagi kalau kita lemah.

Kasus HIV di Indonesia

Hingga medio 2017, jumlah pengidap HIV di dunia sudah mencapai 36,7 juta jiwa. Di Indonesia sendiri, jumlah pengidap HIV mencapai lebih dari 301.959. Penderita HIV itu tersebar di beberapa provinsi di Indonesia seperti Jakarta sebanyak 55.099 orang, Jawa Timur 43.399 orang, Papua 27.052 orang, Jawa Barat 31.293 orang, Papua 30.699 orang, dan Jawa Tengah 24.757 orang.

Dari data yang diberikan oleh Kemenkes RI, terjadi peningkatan yang signifikan dari penularan HIV setiap tahunnya. Penularan ini terjadi karena masyarakat belum memahami tentang seks yang sehat atau ada praktik seks bebas yang cukup masif khususnya di kota besar.

Tugas kita adalah menyadarkan masyarakat akan bahaya dari HIV itu sendiri. Sekali terkena virus tidak akan sembuh selamanya. Harapan untuk hidup panjang tetap ada, tapi harus bergantung dengan obat seperti ARV yang saat ini memiliki harga cukup mahal di pasaran.

Virus HIV yang berbahaya dan mudah menular

Mengingat virus HIV bisa menyebar dengan cepat dan kadang tidak bisa diketahui sejak awal. Kita harus tahu tanda-tanda seseorang yang sedang mengidap HIV agar mereka bisa segera diberi pertolongan. Selain itu memahami cara penularan dari HIV juga sangat penting untuk mencegah penularan terus terjadi.

Penularan HIV yang umum terjadi terdiri dari:

  1. Aktivitas Seks yang Tidak Aman

Aktivitas seks yang tidak akan bisa menyebabkan gangguan pada tubuh seperti mengalami penularan penularan penyakit seksual. Jenis penyakit seksual yang ada di luar sana ada banyak mulai dari gonore, klamidia, dan HIV yang kita ulas pada pembahasan ini.

Aktivitas seks yang tidak aman adalah aktivitas seks yang dilakukan dengan mereka yang berisiko atau sudah memiliki HIV. Selain itu seks juga bisa dibilang tidak aman kalau dilakukan tanpa menggunakan pengaman seperti kondom. Seperti yang kita tahu, cairan kemaluan mengandung banyak virus HIV.

Hal ini berlaku untuk berbagai jenis seks. Tidak hanya seks jenis vaginal saja. Seks jenis anal dan oral juga berisiko tularkan penyakit HIV kalau sampai terjadi luka dan ada virus yang menyusup.

  1. Transfusi Darah

Virus HIV hidup di dalam aliran darah. Kalau ada kontak darah antara satu orang dengan yang lain melalui transfusi darah, kemungkinan besar mereka akan tertular. Selain HIV, hepatitis juga bisa menular melalui metode ini.

Saat ini penularan dengan cara transfusi darah ini sedikit bisa diminimalkan mengingat regulasi dari palang merah lebih ketat. Siapa saja yang ingin mendonorkan darahnya akan diperiksa dahulu untuk melihat ada atau tidaknya gangguan pada darah yang dimiliki.

  1. Penggunaan Jarum Suntik yang Salah

Aturan umum penggunaan jarum suntik adalah dipakai sekali lalu dibuang dan tidak bisa digunakan lagi pada orang lain. Namun, pada penggunaan yang salah seperti saat memakai narkoba atau sejenisnya, kemungkinan terkena HIV akan sangat besar. Kondisi ini juga berlaku kalau seseorang dengan melakukan tato di tubuhnya.

Tanda-tanda orang mengidap HIV

Seseorang yang mengidap HIV biasanya mengalami beberapa atau semua tanda-tanda di bawah ini.

  • Sering demam selama 1 tahun, tapi tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Biasanya demam dipicu oleh kondisi seperti kelelahan atau infeksi lainnya seperti flu atau infeksi saluran kemih.
  • Sering mengalami batuk dan pilek. Saat menelan, tenggorokan sering sakit meski awalnya baik-baik saja. Virus akan mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga infeksi di area tenggorokan akan lebih mudah terjadi dan cukup sulit untuk ditangani.
  • Pengidap HIV juga kerap lelah dan lemas sehingga malas melakukan banyak aktivitas seperti bekerja atau olahraga. Kondisi ini terjadi cukup masif dan kadang terlihat dengan sangat jelas perbedaannya. Dari awalnya aktif langsung menjadi pasif.
  • Sering seriawan dan mengalami infeksi pada mulut. Rongga mulut akan muncul bercak putih yang akan sakit saat digunakan untuk makam. Kondisi ini terjadi berkali-kali dan membuat aroma dari mulut jadi tidak sedap dan Anda jadi semakin sulit untuk makan.
  • HIV yang cukup parah juga kerap mengalami diare kronis selama 2 minggu. Diare pada umumnya bisa ditangani dengan cara pemberian obat jenis OTC yang dijual di luar sana. Namun, kalau sudah diberi obat masih tetap muncul gejalanya, kemungkinan besar sedang terjadi masalah pada tubuh yaitu gangguan pada saluran cerna.
  • Tanda terakhir yang paling jelas adalah turunnya berat badan tanpa sebab sehingga terlihat pucat seperti kekurangan gizi. Penurunan berat badan biasanya terjadi kalau Anda melakukan diet, itu pun sekitar 1 kg per minggu agar sehat. Kalau penurunan cukup masif dan susah dikendalikan, pemeriksaan sudah harus dilakukan.
  • Mulai mengalami gangguan psikis mengingat kondisi tubuh terus menurun dan Anda tidak bisa melakukan apa pun dengan tenang dan selalu tersiksa. Apalagi tubuh sering sakit dan Anda sulit makan.

Inilah beberapa tanda dari HIV yang sering sekali tidak kita sadari dan tubuh mulai melemah perlahan-lahan. Kalau Anda merasa pernah melakukan seks yang tidak aman, ada baiknya untuk secara melakukan pengecekan status tubuh. Kalau non reaktif berarti tidak sedang terjadi masalah. Namun, kalau sebaliknya, pengobatan harus dilakukan.





Source link