Histrionik (Cari Perhatian): Penyebab, Gejala, & Pengobatan

By | Agustus 16, 2019


DokterSehat.com – Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, mulai dari sikap, perilaku, pemikiran, perasaan, dan interaksi sosial. Orang yang memiliki kepribadian yang normal atau sehat dapat berfungsi dengan baik dalam kesehariannya. Namun, orang yang memiliki gangguan kepribadian histrionik akan tampak berdeda dari kebanyakan orang. Misalnya, bagi penderita gangguan kepribadian histrionik, persoalan yang dianggap sepele bisa menjadi tantangan baginya. Selengkapnya simak apa itu gangguan kepribadian histrionik hingga perawatannya di bawah ini.

Apa Itu Gangguan Pepribadian Histrionik?

Gangguan kepribadian histrionik adalah gangguan kejiwaan yang dibedakan dengan pola emosi yang berlebihan dan perilaku mencari perhatian. Gangguan kepribadian histrionik berada dalam “Kelompok B” gangguan kepribadian. Gangguan kepribadian kelompok B meliputi kondisi seperti gangguan kepribadian narsis, gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian antisosial.

Penderita gangguan kepribadian histrionik memiliki citra mental yang menyimpang dari dirinya sendiri, sering mendasarkan harga dirinya pada persetujuan orang lain, yang  menjadikan kebutuhan untuk diperhatikan. Diagnosis penderita gangguan kepribadian histrionik lebih sering wanita daripada pria. Ini mungkin karena pria mengungkapkan gejala mereka lebih jarang daripada wanita.

Penyebab Gangguan Kepribadian Histrionik

Meskipun tidak diketahui secara jelas, namun berikut ini beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab gangguan kepribadian histrionik:

1. Gabungan pengalaman & keturunan

Gangguan kepribadian histrionik mungkin berkembang sebagai gabungan dari kedua faktor yang dipelajari (pengalaman) dan diwariskan (keturuan).

2. Trauma masa kanak-kanan

Sementara satu hipotesis adalah bahwa gangguan kepribadian histrionik dapat berkembang sebagai akibat dari trauma yang dialami selama masa kanak-kanak. Anak-anak dapat mengalami trauma mereka dengan mengatasi lingkungannya melalui cara yang pada akhirnya menyebabkan gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian di masa kecil dapat berasal dari adaptasi untuk mengatasi situasi traumatis atau lingkungan traumatis.

2. Pengasuhan

Gaya pengasuhan juga dapat memengaruhi kemungkinan anak mengalami gangguan kepribadian histrionik. Terlalu memanjakan, atau tidak konsisten dapat memengaruhi anak-anak untuk mencari perhatian atau gangguan kepribadian histrionik.

3. Keteladanan orang tua

Orang tua yang menjadi teladan atau panutan perilaku yang dramatis, tidak menentu, mudah berubah, atau tidak pantas menempatkan anak-anak mereka pada risiko tinggi untuk mengembangkan gangguan kepribadian ini.

4. Genetik

Karena gangguan kepribadian histrionik cenderung terjadi dalam keluarga, ada beberapa pertimbangan bahwa ada kerentanan genetik untuk gangguan ini, yang mungkin diturunkan atau diwariskan.

5. Riwayat keluarga

Seperti halnya semua gangguan kejiwaan, memiliki riwayat gangguan kepribadian dalam keluarga, penyakit kejiwaan, atau gangguan penggunaan zat merupakan faktor risiko terhadap gangguan kepribadian histrionik.

Gejala Gangguan Kepribadian Histrionik

Penderita gangguan kepribadian histrionik memiliki berbagai gejala, dan berikut gejala  gangguan kepribadian histrionik yang bisa dikenali:

  1. Gangguan kepribadian biasanya memiliki kepribadian yang dramatis, bersemangat, tidak menentu, atau mudah berubah. Khususnya pada mereka yang mengalami gangguan kepribadian histrionik biasanya bersikap genit, menggoda, memikat, manipulatif, impulsif, dan bersemangat.
  2. Penderita gangguan kepribadian histrionik mungkin merasa kurang dihargai atau diabaikan ketika dia tidak menjadi pusat perhatian.
  3. Orang yang mengalami gangguan kepribadian histrionik dapat menunjukkan emosi yang berubah dengan cepat dan dangkal yang mungkin orang lain anggap tidak tulus.
  4. Penampilan fisiknya dapat digunakan untuk menarik perhatian diri sendiri dengan mengenakan pakaian berwarna cerah atau gaya pakaiannya.
  5. Mereka yang memiliki gangguan kepribadian histrionik mungkin berbicara dengan gaya yang tidak jelas dan kurang lengkap.
  6. Orang yang cari perhatian mungkin mudah dipengaruhi, dan mudah tertipu, terutama oleh orang yang mereka kagumi.
  7. Bertingkah untuk cari perhatian, biasanya dengan berperilaku yang bisa merangsang gairah seksual orang lain.
  8. Selain itu, kepribadian histrionik cenderung menganggap hubungan lebih dekat daripada mereka atau melebih-lebihkan keintiman persahabatan atau hubungan romantis.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Histrionik

Ketika seseorang mengalami tanda dan gejala gangguan kepribadian histrionik, dokter akan mengevaluasi dengan mempertimbangkan riwayat medis dan psikiatris lengkap. Sementara jika menunjukkan gejala fisik, pemeriksaan fisik dan tes laboratorium (studi neuroimaging atau tes darah), juga dapat dianjurkan untuk memastikan bahwa penyakit fisik tidak menyebabkan gejala apa pun yang mungkin muncul.

Sementara jika dokter tidak menemukan alasan fisik terhadap gejalanya, dokter mungkin merujuk pasien ke psikiater atau psikolog, profesional perawatan kesehatan yang terlatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit mental.

Psikiater dan psikolog biasanya menggunakan alat wawancara dan penilaian yang dipersiapkan khusus untuk mengevaluasi pasien terhadap gangguan kepribadian.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Histrionik secara Medis

Seperti kebanyakan penderita gangguan kepribadian histrionik, Anda mungkin berpikir tidak memerlukan perawatan, atau mungkin menemukan rutinitas program perawatan tidak menarik. Namun, terapi dan  terkadang obat-obatan dapat membantu gangguan kepribadian.

1. Terapi

Psikoterapi biasanya adalah pengobatan pilihan untuk gangguan kepribadian histrionik. Tujuan pengobatan ini adalah untuk membantu seseorang mengungkap motivasi dan ketakutan yang terkait dengan pikiran dan perilakunya, dan untuk membantu orang tersebut belajar berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih positif.

2. Obat-obatan

Tidak ada obat yang disetujui secara khusus oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati gangguan kepribadian. Namun, beberapa jenis obat-obatan psikiatrik dapat membantu berbagai gejalanya:

  • Antidepresan. Antidepresan berguna jika Anda memiliki suasana hati yang tertekan, marah, impulsif, mudah marah atau putus asa, yang mungkin terkait dengan gangguan kepribadian.
  • Stabilisator suasana hati. Seperti namanya, penstabil mood dapat membantu mengatasi perubahan suasana hati atau mengurangi sifat mudah marah, impulsif, dan agresif.
  • Obat antipsikotik (neuroleptik). Obat ini dapat membantu gejala kehilangan kontak dengan kenyataan (psikosis) atau dalam beberapa kasus jika memiliki masalah kecemasan atau mudah marah.
  • Obat anti-kecemasan. Ini dapat membantu jika penderita ganguan kepribadian mengalami kecemasan, agitasi atau insomnia. Namun dalam beberapa kasus, mereka dapat meningkatkan perilaku impulsif, sehingga mereka dihindari dalam beberapa jenis gangguan kepribadian.

Pengobatan Gangguan Kepribadian Histrionik di Rumah

Selain perawatan oleh psikoterapi dan penggunaan obat, Anda juga harus mempertimbangkan perubahan gaya hidup dan rencana perawatan diri di rumah dengan beberapa tips berikut:

1. Aktif & rutin melakukan perawatan

Tips ini dapat membantu upaya untuk mengelola gangguan kepribadian Anda. Jangan melewatkan jadwal terapi, bahkan jika malas untuk pergi. Pikirkanlah tujuan Anda melakukan perawatan.

2. Minumlah obat sesuai petunjuk

Meskipun merasa baik-baik saja, jangan lupa minum obat. Jika berhenti, gejalanya mungkin akan kembali. Anda juga bisa mengalami gejala seperti berhenti minum obat terlalu tiba-tiba.

3. Pelajari tentang kondisi Anda

Mengedukasi tentang kondisi untuk bisa memberdayakan dan memotivasi diri untuk tetap pada rencana perawatan.

4. Tetap aktif

Aktif secara fisik dapat membantu mengelola banyak gejala, seperti depresi, stres, dan kecemasan. Aktivitas juga dapat menangkal efek dari beberapa obat psikiatris yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. Pertimbangkanla untuk rutin berjalan, jogging, berenang, atau melakukan aktivitas fisik lain yang disukai.

5. Hindari obat bebas dan alkohol

Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan bebas dapat memperburuk gejala gangguan kepribadian histrionik atau bereaksi dengan obat-obatan lainnya.

6. Menjalani perawatan medis secara rutin

Jangan mengabaikan pemeriksaan atau melupakan kunjungan ke dokter, terutama jika Anda merasa tidak enak badan. Anda mungkin mengalami masalah kesehatan baru yang perlu ditangani, atau mungkin mengalami efek samping dari pengobatan.

 

Sumber: 

  1. Jennifer H. French; Sangam Shrestha, 2019, Histrionic Personality Disorder (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542325/, diakses 16 Agustus 2019)
  2. Personality disorders (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/personality-disorders/diagnosis-treatment/drc-20354468, diakses 16 Agustus 2019)
  3. Histrionic Personality Disorder (https://www.healthline.com/health/histrionic-personality-disorder#diagnosis, diakses 16 Agustus 2019)
  4. Histrionic Personality Disorder (https://www.webmd.com/mental-health/histrionic-personality-disorder#1, diakses 16 Agustus 2019)





Source link