Efisol – Manfaat, Dosis, Efek Samping, Harga, dll

By | July 5, 2019


DokterSehat.Com – Efisol obat apa? Efisol adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi mulut akibat jamur dan bakteri. Obat Efisol terdiri dari beberapa bentuk sediaan yang memiliki kandungan, cara pakai, dosis, dan golongan obat yang berbeda.

Ketahuilah lebih lanjut informasi tentang obat Efisol. Informasi di bawah ini akan menjelaskan bentuk sediaan, kandungan, manfaat, indikasi, kontraindikasi, dosis, cara pakai, efek samping, dan harga Efisol.

Rangkuman Informasi Obat Efisol

Nama Efisol
   Kelas Terapi Obat anti-infeksi jamur dan bakteri di mulut
Bentuk Sediaan Tablet hisap dan cairan kumur
Golongan Obat Obat bebas (Efisol tablet hisap) dan obat bebas terbatas (Efisol cairan kumur)
Kandungan Dequalinium klorida dan vitamin C (Efisol tablet), Dequalinium klorida dan Timol (Efisol Liquid)
Manfaat Mengobati infeksi mulut yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri
Indikasi Penggunaan Infeksi mulut karena jamur dan bakteri
Kontraindikasi Hipersenstivitas, ibu hamil, ibu menyusui
Dosis 1 tablet per 3-5 jam (tablet), 2-4 kali sehari (liquid). Lihat keterangan di bawah!
Cara pakai Dihisap (tablet), dioles atau berkumur (cairan). Lihat keterangan di bawah!
Efek samping Iritasi mulut, reaksi alergi
Harga Rp30.000-35.000 (per dos atau per botol)

Bentuk Sediaan Efisol

Bentuk sediaan Efisol ada dua, yaitu oral dan topikal. Efisol per oral berbentuk tablet hisap, sedangkan dalam bentuk topikal berupa cairan kumur yang bersifat antiseptik. Efisol tablet hisap termasuk golongan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter di toko obat berizin ataupun di apotek.

Efisol dalam bentuk cairan kumur tergolong obat bebas terbatas tetapi Anda masih bisa membelinya tanpa resep dokter di toko obat atau apotek. Tablet hisap Efisol dijual dalam kemasan dos atau strip.

Setiap satu dos berisi dua strip dan masing-masing strip berjumlah 10 tablet hisap atau 1 dos berisi 20 tablet. Cairan kumur Efisol dijual dalam kemasan botol kecil. Setiap satu botol larutan kumur Efisol memiliki volume bersih sebesar 10 mL.

Meskipun bukan tergolong obat keras, penyimpanan Efisol sebaiknya dilakukan di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak. Simpanlah obat Efisol di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari agar struktur kimia kandungan Efisol tidak berubah.

Kandungan Efisol

Kandungan Efisol tidak sama pada dua bentuk sediaannya. Akan tetapi, kedua bentuk sediaan Efisol mengandung Dequalinium klorida yang merupakan antibakteri dan antijamur.

Efisol tablet hisap mengandung Dequalinium klorida sebesar 0,25 mg dan vitamin C (Asam Askorbat) sebanyak 50,00 mg untuk setiap tabletnya. Vitamin C di dalam tablet juga berfungsi untuk membantu penyembuhan luka akibat infeksi.

Cairan kumur Efisol tidak mengandung vitamin C. Setiap satu mL Efisol cair mengandung 5 mg Dequalinium klorida dan 2,5 mg Timol. Kandungan timol memiliki sifat yang sama seperti Dequalinium klorida, yaitu agen antibakteri dan antijamur.

Manfaat Efisol

Obat Efisol bermanfaat untuk mengobati infeksi pada selaput mukosa dan rongga mulut yang disebabkan oleh aktivitas jamur dan bakteri. Manfaat Efisol tablet juga dapat membantu pembentukan jaringan pada mukosa mulut yang terluka akibat infeksi.

Di samping itu, manfaat Efisol juga dapat mengatasi masalah bau mulut yang tidak sedap yang dikarenakan oleh infeksi jamur atau bakteri. Saat infeksi jamur dan bakteri tersebut sudah sembuh, maka aroma mulut sudah tidak menjadi bau.

Indikasi Efisol

Efisol memang bukan tergolong obat keras, namun pemakaiannya tetap harus sesuai aturan. Aturan pakai Efisol yang benar adalah ketika Anda memiliki indikasi. Sebaiknya, pastikan indikasi pemakaian Efisol oleh diagnosis dokter.

Memang Anda bisa membeli Efisol tanpa resep dokter, tetapi dokter dapat memastikan indikasi Anda secara tepat. Anda bisa menggunakan Efisol jika mengalami penyakit infeksi bakteri atau jamur di mulut. Kondisi ini juga sering disebut sariawan.

Akan tetapi, jangan hanya karena Anda melihat ada sariawan di mulut, bibir, gusi, atau lidah Anda, maka Anda langsung bisa menggunakan Efisol tablet atau liquid. Sangat dianjurkan untuk memastikan apakah sariawan tersebut karena infeksi jamur dan bakteri atau bukan.

Kontraindikasi Efisol

Penggunaan Efisol bisa jadi tidak bisa dilakukan meskipun Anda memiliki indikasinya. Anda tidak bisa menggunakan Efisol jika memiliki masalah hipersensitivitas terhadap salah satu dari kandungan Efisol.

Apabila Anda memaksa menggunakan Efisol sedangkan Anda memiliki alergi, maka Anda bisa mengalami reaksi alergi yang cukup berisiko. Efisol dalam bentuk cairan kumur tidak bisa digunakan oleh ibu hamil, wanita yang berencana hamil, dan ibu menyusui.

Pasalnya, kandungan Timol di dalam cairan kumur Efisol hanya bersifat topikal dan bisa berbahaya jika sampai tertelan oleh ibu hamil dan menyusui. Kandungan timol berisiko memengaruhi tumbuh kembang janin dan laktasi.

Peringatan Penggunaan Obat Efisol

Sebelum menggunakan obat Efisol, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Ini penting agar Anda terhindar dari efek samping Efisol yang bisa merugikan kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Sebaiknya tidak memberikan Efisol pada anak-anak sebelum melakukan konsultasi dengan dokter
  • Konsultasikan terlebih dulu sebelum menggunakan obat ini apabila Anda hamil, berencana hamil, dan menyusui
  • Lansia yang hendak menggunakan Efisol sebaiknya berkonsultasi dulu
  • Pasien yang pernah memiliki alergi terhadap obat antibakteri atau antijamur perlu berkonsultasi dulu
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa, dosis, tempat penyimpanan, dan cara menggunakan Efisol

Dosis Efisol

Gunakanlah Efisol sesuai dosis yang tertera pada kemasan atau yang dianjurkan dokter untuk bisa mencapai tujuan pengobatan. Penggunaan Efisol yang sesuai dosis juga bisa mengurangi risiko mengalami efek samping Efisol karena kesalahan dosis.

Berikut ini adalah dosis Efisol berdasarkan bentuk sediaannya:

No. Jenis obat Efisol Dosis
1 Efisol tablet
  • 1 tablet per 3 jam (dosis awal)
  • 1 tablet per 4-5 jam (dosis bila infeksi sudah mereda)
2 Efisol cairan kumur
  • Efisol ditambah air sebanyak 2-4 kali sehari (infeksi mulut)
  • Efisol tanpa campuran air sebanyak 2-4 kali sehari (sariawan)

Cara Pakai Efisol

Cara menggunakan Efisol tablet adalah langsung menelannya. Sebaiknya, gunakan Efisol tablet setelah makan, yakni 1 jam setelah makan. Hal ini bertujuan agar Anda terhindar dari iritasi lambung atau masalah pencernaan lainnya.

Efisol dalam bentuk cairan kumur digunakan dengan dua cara, yaitu diencerkan terlebih dahulu dan tanpa pengenceran dengan air. Apabila bukan sariawan, maka efisol perlu diencerkan.

Pengenceran dilakukan dengan menambahkan 10-20 tetes Efisol liquid di dalam 1 gelas air lalu gunakan dengan berkumur dalam beberapa waktu. Cara menggunakan Efisol liquid untuk kasus sariawan adalah dengan mengoleskan Efisol cair secara langsung (tanpa diencerkan) ke area tersebut.

Efek Samping Efisol

Efek samping Efisol tidak terlalu berat selama penggunaan masih mengikuti aturan pakai dan dosis yang dianjurkan. Penggunaan Efisol mungkin bisa menimbulkan iritasi di mulut dan beberapa rasa yang tidak nyaman di sekitar mulut.

Efisol bisa menimbulkan efek samping yang serius jika pasien tersebut memiliki hipersensitivitas, yaitu berupa reaksi alergi. Reaksi alergi yang mungkin muncul seperti pusing, sakit perut, mual, muntah, sesak napas, gatal, ruam, dan wajah bengkak.

Segeralah mencari bantuan medis terdekat apabila Anda mengalami efek samping Efisol!

Harga Efisol

Harga Efisol tergantung pada bentuk sediaan dan jumlahnya. Efisol tablet dijual dengan harga sekitar Rp30.000 per dos (20 tablet), sedangkan harga Efisol liquid Rp35.000 per botol (10 mL).

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Efisol (Pencarian). http://pionas.pom.go.id/cari/konten/Efisol
  2. DrugInfoSys: Dequalinium (Cl). http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1230&type=1
  3. DrugInfoSys: Thymol. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=1254&type=1





Source link