Diabetes pada Anak: Jenis, Gejala, Cara Mencegah

By | August 29, 2019


DokterSehat.Com – Diabetes adalah penyakit yang muncul akibat tingginya kadar gula di dalam darah. Umumnya diabetes ditemukan pada orang tua. Meski demikian, anak-anak juga memiliki risiko terkena diabetes khususnya mereka yang memiliki riwayat dari keluarganya.  Mereka harus waspada dan mengenali gejalanya.

Jenis Diabetes pada Anak

Jenis diabetes yang kerap terjadi pada anak-anak adalah tipe 1. Tubuh anak biasanya tidak memiliki kemampuan memproduksi insulin secara dengan sendirinya. Dampaknya, gula yang ada di dalam tubuh jadi sulit diproses menjadi energi dan terjadi penumpukan yang signifikan.

Sementara itu, diabetes tipe 2 jarang ditemui pada anak meski risiko terkena penyakit ini masih besar. Diabetes tipe 2 ini terjadi kalau insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Dampaknya, tubuh mengalami penumpukan gula dan dampaknya sangat berbahaya.

Dua jenis diabetes di atas sama-sama berbahaya untuk tubuh. Apalagi kalau kontrol terhadap diabetes tidak dilakukan dengan baik. Gangguan atau cacat bisa saja terjadi pada anak dan umumnya permanen. Kalau Anda mengalami diabetes dan khawatir anak mengalaminya juga, perhatikan kondisinya dengan baik setiap hari.

Tanda-Tanda Diabetes pada Anak

Tanda diabetes pada anak kurang lebih sama dengan apa yang dialami oleh orang tua. Berikut tanda dari diabetes selengkapnya untuk diperhatikan orang tua.

  1. Tanda Diabetes Tipe 2 pada Anak

Secara umum, gejala diabetes tipe 1 dan 2 pada anak sama. Mereka akan merasakan rasa haus yang berlebih, buang air kecil lebih sering, dan mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Beberapa anak yang terkena diabetes juga kerap lapar dan penglihatannya kabur meski matanya tidak minus.

Karena sering lapar dan juga haus yang berlebihan anak-anak jadi tidak bisa mengontrol tubuhnya dengan baik. Apa saja disantap meski memicu gangguan pada tubuh. Orang tua harus tahu berapa kalori yang dibutuhkan anak agar tidak selalu menuruti keinginan dari anak saat minta makan apalagi yang manis-manis.

Kesalahan terbesar dari orang tua adalah sering menuruti apa saja yang diinginkan oleh anak. Asal mereka mau makan apa saja akan dituruti. Selain itu beberapa orang tua juga selalu menganggap kalau anak-anak dengan kondisi tubuh gemuk adalah mereka yang sehat. Padahal tidak demikian, gemuk tetap saja berbahaya untuk tubuh.

  1. Tanda Diabetes Tipe 1 pada Anak

Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul cepat dan bisa dilihat dari penurunan berat badan yang drastis. Sementara itu diabetes tipe 2 gejalanya akan muncul lamban dan biasanya membutuhkan hitungan bulan atau tahun untuk mendeteksinya dengan lebih akurat.

Untuk mengetahui apakah anak sedang mengidap diabetes tipe 1 atau 2, orang tua harus melakukan pemeriksaan yang lebih detail. Meski diabetes tipe 1 tandanya sama dan hampir sulit dibedakan, penanganannya serta pola hidup yang dijalani bisa saja berbeda. Oleh karena itu pastikan kondisi kesehatan anak sejak dini.

Kalau Anda merasa memiliki bakat diabetes atau ada keluarga baik itu kakek atau nenek mengalaminya, gen diabetes kemungkinan ada. Kalau gen resesif mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun, kalau gennya dominan inilah yang harus diwaspadai.

Cara Mencegah Diabetes pada Anak

Diabetes pada anak khususnya yang tipe 2 sering terjadi pada usia yang masih sangat mudah. Kalau dari orang tua ada riwayat diabetes, beberapa cara pencegahan di bawah ini harus diterapkan dengan baik.

1. Jaga Berat Badan

Beberapa orang tua kerap membiarkan anaknya makan apa saja karena sedang ada pada fase pertumbuhan. Namun, kalau mereka dibiarkan makan sembarangan, obesitas bisa saja terjadi dan memicu gangguan yang lebih besar, salah satunya adalah diabetes. Atur pola makan anak setiap saat dan pastikan mereka mendapatkan gizi yang seimbang.

2. Edukasi Anak Terkait Kondisinya

Kita memang tidak ingin mendapatkan diabetes, tapi ada kalanya gen menurun begitu saja dan tidak bisa ditolak. Beri edukasi pada anak tentang apa yang terjadi pada dirinya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Selanjutnya minta mereka untuk tidak makan sembarangan.

3. Bawa Bekal Makanan

Kalau anak sudah mulai masuk usia sekolah seperti TK atau SD, bawakan mereka bekal yang sehat. Minta mereka untuk hanya makan itu daripada jajan sembarangan.

4. Tingkatkan Aktivitas Anak

Salah satu pemicu obesitas selain makanan yang dikonsumsi adalah aktivitas yang sangat rendah. Biasanya anak-anak cenderung aktif dalam melakukan apa pun. Namun, pada kondisi tertentu anak jadi malas melakukan olahraga. Apalagi saat mereka mulai kecanduan dengan gadget, yang mereka lakukan hanyalah berkutat dengan ponsel atau laptop dan menjadi pasif.

5. Lakukan Pengecekan Sebelum Puber

Umumnya anak-anak yang memiliki bakat diabetes tipe 2 dari orang tuanya akan mengalami kondisi ini sebelum mereka mengalami pubertas. Artinya sebelum usia itu kondisi anak harus dijaga dengan baik dan dicek kesehatannya secara rutin. Dokter akan memberikan saran bagaimana menjalani gaya hidup untuk mencegah diabetes.

6. Biasakan Gaya Hidup Sehat

Terkadang anak melakukan apa yang mereka lihat dan contoh. Kalau orang tua tidak bisa mencontohkan aktivitas yang sehat, anak juga akan enggan melakukannya juga.

7. Berikan Makanan yang Dimasak Sendiri

Dengan memasak sendiri dan diberikan pada seluruh keluarga, kemungkinan mengonsumsi kuliner yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan rendah. Misal tidak memakai gula dan karbohidrat sederhana terlalu banyak.

Agar diabetes pada anak mudah dideteksi, orang tua disarankan untuk lebih sadar pada kondisi fisik anak. Kalau ada perubahan yang signifikan, disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter. Diabetes  adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol atau dikendalikan agar tidak memberi dampak buruk pada tubuh.





Source link