Darah Rendah Saat Hamil: Penyebab, Gejala, Penanganan

Darah Rendah Saat Hamil: Penyebab, Gejala, Penanganan

[ad_1]

hipotensi-saat-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Memiliki tekanan darah yang stabil adalah hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali wanita yang sedang hamil. Kalau sampai tekanan darah yang dimiliki tidak stabil seperti terlalu tinggi, kemungkinan besar bisa memicu preeklampsia. Sebaliknya kalau terlalu rendah juga bisa memicu gangguan fisik secara umum.

Penyebab Tekanan Darah Rendah pada Wanita Hamil

Umumnya wanita yang sedang hamil mengalami tekanan darah yang cukup tinggi. Kondisi ini bisa muncul karena aliran darah yang cukup kuat akibat janin yang terus membesar. Namun, pada kondisi tertentu, tekanan darah wanita hamil justru rendah.

Perubahan tekanan darah pada wanita bisa disebabkan oleh banyak hal. Yang paling sering terjadi adalah perubahan gaya hidup, adanya rasa cemas, dan kenaikan level dari stres sejak awal hamil hingga mendekati waktu persalinan.

Penurunan tekanan darah pada wanita hamil umumnya terjadi saat usia kandungannya di bawah 24 minggu. Hal ini bisa terjadi karena pembuluh darah akan membesar dan membiarkan aliran darah mencapai rahim atau uterus.

Selanjutnya, wanita hamil yang berdiri agak lama lalu mendadak bangun juga bisa mengalami penurunan tekanan darah. Berendam air hangat terlalu lama juga kemungkinan besar memicu kondisi ini.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas, penurunan tekanan darah juga dipicu oleh beberapa hal di bawah ini.

  • Adanya reaksi alergi pada tubuh.
  • Munculnya infeksi pada tubuh dan sulit ditangani.
  • Tidur yang terlalu lama. Ibu hamil memang disarankan untuk beristirahat secara rutin. Namun, kalau terlalu lama justru membuat tubuhnya kian lemas.
  • Mengalami dehidrasi. Ibu hamil umumnya disarankan untuk meningkatkan konsumsi cairan harian untuk menjaga dirinya dan kesehatan janin.
  • Mengalami malnutrisi. Wanita hamil umumnya disarankan untuk makan lebih banyak dari kebutuhan normal. Kelebihan kalori yang masuk akan digunakan janin untuk tumbuh.
  • Adanya perdarahan di dalam tubuh.
  • Mengalami anemia. Kondisi ini bisa terjadi kalau wanita tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi khususnya dari sayuran.
  • Mengalami gangguan pada jantung.
  • Gangguan pada kelenjar endokrin.

Tekanan Darah yang Normal pada Wanita Hamil

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, pada trimester pertama dan kedua atau 24 minggu pertama dari kehamilan, tekanan darah dari wanita akan mengalami penurunan. Namun, tekanan darah akan naik dengan sendirinya perlahan-lahan.

Tekanan darah wanita hamil dinyatakan normal kalau menyentuh angka 120/80 mmHg. Kalau sampai tekanan darah berada di atas itu, wanita hamil bisa dikatakan mengalami tekanan darah tinggi dan harus segera diturunkan.

Sebaliknya kalau sampai tekanan darah mencapai 90/60 mmHg, kemungkinan besar tekanan darah yang dimiliki oleh wanita sangat rendah. Dokter akan meminta wanita untuk menaikkannya perlahan-lahan melalui makanan atau gaya hidup.

Kalau Anda terbiasa memiliki tekanan darah yang rendah meski tidak sedang hamil, lebih baik waspada sejak awal. Minta saran pada dokter kalau tubuh sering terasa tidak nyaman seperti lemas dan tidak bertenaga.

Gejala Tekanan Darah Rendah pada Wanita Hamil

Wanita yang sering mengalami tekanan darah rendah saat hamil umumnya memiliki beberapa gejala di bawah ini.

  • Sering mengalami pusing tanpa sebab.
  • Mual dan perasaan ingin muntah.
  • Sering sakit kepala ringan khususnya saat mendadak bangun dari duduk.
  • Mengalami lelah yang berlebihan. Semakin siang, rasa lelahnya semakin parah.
  • Sering sulit bernapas meski tidak banyak bergerak.
  • Sering sulit untuk menelan sesuatu saat makan.
  • Selalu merasa haus meski sudah minum.
  • Kulit tubuh akan sedikit pucat dan cenderung dingin.
  • Mengalami gangguan pada penglihatan seperti agak buram atau ada bayangan sehingga objek terlihat ganda.
  • Kemungkinan mengalami depresi atau stres berlebihan.

Risiko Tekanan Darah Rendah pada Ibu dan Janin

Secara umum risiko yang akan didapatkan oleh wanita hamil saat mereka mengalami penurunan  tekanan darah adalah pusing. Rasa tidak nyaman yang mirip dengan masuk angin juga bisa menyebabkan beberapa wanita mual dan muntah.

Kalau wanita terus mengalami tekanan darah rendah, besar kemungkinan tubuhnya akan lemas. Yang sangat dikhawatirkan kalau sampai wanita jatuh atau ada gangguan seperti shock pada organ di tubuhnya.

Efek pada janin adalah kemungkinan terjadinya penurunan pertumbuhan. Saat wanita mengalami darah rendah, suplai darah ke tubuh janin akan rendah sehingga pertumbuhan organ bisa saja terhambat.

Cara Menangani Tekanan Darah Rendah

Kalau Anda sering mengalami hipotensi selama kehamilan, berikut beberapa cara mengatasinya:

  • Selalu perlahan-lahan saat duduk atau bangkit.
  • Hindari berdiri terlalu lama.
  • Minum air yang lebih banyak, bawa botol air ke mana saja.
  • Gunakan pakaian yang agak longgar khususnya saat tidur.
  • Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Usahakan mengandung vitamin dan mineral yang seimbang.
  • Saat makan, jangan terlalu banyak. Lebih baik sedikit, tapi sering.
  • Sedikit naikkan kebutuhan garam.
  • Jauhi beberapa minuman yang mengandung kafein terlalu banyak seperti kopi atau teh.

Inilah beberapa ulasan tentang cara menangani tekanan darah rendah yang terjadi pada ibu hamil. Saat sedang mengandung, sebisa mungkin untuk mengecek kandungan secara rutin dan juga tekanan darah. Kalau terjadi abnormalitas, segera minta dokter untuk menanganinya dengan baik.

 

 

Sumber:

  1. Johnson, Jon. 2017. Causes and remedies for low blood pressure during pregnancy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320303.php. (Diakses pada 9 Oktober 2019).
  2. Marks, Julie. 2019. Is It Dangerous to Have Low Blood Pressure During Pregnancy?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/low-blood-pressure-during-pregnancy. (Diakses pada 9 Oktober 2019).
  3. Whelan, Corey. 2017. Raise Low Blood Pressure Naturally Through Diet. https://www.healthline.com/health/low-blood-pressure-diet. (Diakses pada 9 Oktober 2019).
  4. Iftikhar, Noreen. 2018. 10 Ways to Raise Low Blood Pressure. https://www.healthline.com/health/how-to-raise-blood-pressure. (Diakses pada 9 Oktober 2019).

 



[ad_2]

Source link

AKDSEO